Pengertian Good Corporate Governance, Prinsip & Implementasi GCG

Pengertian Good Corporate Governance + Prinsip & Implementasi GCG

EDUSAHAM.COM --- Apa itu good corporate governance (GCG)? Bagaimana pengertian good corporate governance menurut para ahli? Apa saja prinsip, tujuan, dan manfaat good corporate governance (GCG)? Bagaimana indikator dan sistem tata kelola GCG yang baik dan benar? Seperti apa contoh implementasi GCG perusahaan? Nah, untuk menjawab semua pertanyaan di atas, berikut kami sajikan informasi selengkapnya.

Apa Itu Good Corporate Governance (GCG)?

Sebelum menyajikan pengertian good corporate governance menurut para ahli, kami akan memberikan pandangan tentang GCG. Tata kelola perusahaan atau dikenal sebagai good corporate governance (GCG) adalah suatu rangkaian proses (berisi: kebijakan, aturan, kebiasaan) yang bisa memengaruhi tata kelola suatu korporasi atau perusahaan. Rangkaian ini melibatkan para pemangku kepentingan atau stakeholders (pemegang saham, komisaris, direksi, dan jajaran lainnya) untuk tujuan pencapaian dan peningkatan nilai perusahaan.

Pengertian dan Definsi Good Corporate Governance (GCG) Menurut Para Ahli

Untuk memahami lebih jelas mengenai pengertian GCG, berikut kami tampilkan penjelasan dan pengertian good corporate governance menurut para ahli.

1. Definisi Good Corporate Governance (GCG) Menurut Effendi

Effendi dalam bukunya ‘’The Power of Good Corporate Governance” menyatakan bahwa pengertian GCG adalah suatu tatanan atau sistem pengendalian internal (internal control) suatu perusahaan yang bertujuan untuk mengelola risiko yang signifikan dalam rangka memenuhi tujuan bisnis, dan itu dilakukan dengan cara pengamanan aset dan peningkatan nilai investasi para pemegang saham dalam jangka waktu yang panjang.

2. Definisi Good Corporate Governance (GCG) Menurut Soekrisno Agoes

Inilah pengertian good corporate governance selanjutnya. Soekrisno Agoes menyatakan bahwa tata kelola perusahaan (GCG) merupakan suatu sistem yang mengatur hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris, jajaran direksi, dan stakeholders lainnya. Dengan kata lain, GCG dilakukan dengan proses yang transparan dalam rangka menentukan tujuan, pencapaian, dan penilaian kinerja perusahaan.

3. Definisi Good Corporate Governance (GCG) Menurut Cadbury Commitee (1992)

Menurut Cadbury Commitee, GCG adalah suatu sistem yang mengatur hubungan antara para stakeholders (pemegang saham, manajemen perusahaan, kreditur, pemerintah, dan pihak terkait lainnya) yang memiliki hak dan kewajiban tertentu terhadap perusahaan.

Apa yang bisa Anda simpulkan mengenai pandangan dan pengertian good corporate governance (GCG) menurut ahli-ahli di atas? Ya, pada intinya, GCG ada proses untuk menciptakan tatanan bisnis yang berkualitas sehingga bisa menguntungkan semua pihak terkait.

Prinsip Good Corporate Governance (GCG)

Untuk mewujudkan konsep dan penerapan good corporate governance (GCG) yang efisien dan efektif, ada lima (5) konsep yang telah ditentukan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG). Konsep itu dikenal dengan istilah TARIF (Transpararency, Accountability, Responsibility, Independency, dan Fairness). Konsep inilah yang kemudian diterapkan dalam suatu korporasi atau perusahaan. Berikut penjelasan dari konsep TARIF.

1. Transparency (Transparan) 

Inilah salah satu konsep yang sangat vital dan penting. Konsep ini berguna untuk menjaga objektivitas suatu perusahaan atau korporasi dalam menjalankan bisnis, yaitu dengan menyediakan informasi terbuka, jelas, mudah diakses, dan bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi dengan kemajuan teknologi, tidak ada lagi alasan bagi perusahaan untuk tidak mengambil inisiatif dalam mengungkapkan berbagai informasi yang menyangkut proses pengambilan keputusan dan kebijakan yang dianggap penting oleh stakeholders.

2. Accountability (Akuntabilitas)

Konsep ini dibutuhkan untuk menganalisis sejauh mana kinerja yang telah dihasilkan oleh suatu korporasi atau perusahaan. Perusahaan harus mempertanggungjawabkan dan memberi kejelasan mengenai struktur, fungsi, sistem, dan elemen penting lainnya kepada stakeholders, dan juga menjelaskan segala pertanyaan yang diajukan oleh stakeholders terhadap hasil pencapaian perusahaan.

3. Responsibility (Pertanggungjawaban)

Konsep ini menuntut perusahaan untuk patuh terhadap regulasi dan peraturan yang berlaku, seperti masalah pajak, kesehatan dan keselamatan kerja, hubungan industrial, menjaga lingkungan agar tetap kondusif, dan lainnya. Dengan kata lain, perusahaan tidak hanya dituntut untuk bertanggung jawab terhadap stakeholders internal saja, tetapi juga bertanggung jawab kepada stakeholders eksternal.

4. Independency (Kemandirian)

Konsep ini mendorong perusahaan untuk profesional dalam mengelola bisnis sehingga tidak terjadi konflik kepentingan, bisa menciptakan kemandirian, dan tidak bisa diintervensi oleh pihak mana pun. Selain itu, perusahaan juga harus mampu menciptakan nilai-nilai (values) agar bisa menciptakan daya saing.

5. Fairness (Kesetaraan & Kewajaran)

Konsep ini menuntut hadirnya perlakuan yang adil dan bijaksana dalam rangka pemenuhan hak-hak stakeholders yang sesuai dengan peraturan per UU yang berlaku. Prinsip kesetaraan ini diharapkan bisa mendorong perusahaan untuk memberikan jaminan perlakukan adil terhadap pihak-pihak yang terlibat atau para pemangku kepentingan.

Manfaat Good Corporate Governance (GCG)

Apa saja keuntungan dan manfaat good corporate governance (GCG) bagi perusahaan yang menerapkan konsep ini?

1. Meningkatkan Kualitas Kerja dan Menimbulkan Rasa Memiliki bagi Karyawan

Inilah keuntungan dan manfaat GCG yaitu bisa menumbuhkan semangat dan rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan. Dengan demikian, ini juga akan berdampak pada peningkatan kualitas kerja karyawan. Ingat, karyawan adalah aset berharga perusahaan sehingga penerapan GCG sangat penting untuk menjaga kestabilan kerja karyawan. Hal ini juga yang bisa mencegah turn over karyawan yang dapat merugikan perusahaan.

2. Neraca Keuangan Perusahaan Menjadi Lebih Baik

Ketika karyawan berhasil memberikan kontribusi berupa kualitas kerja yang baik, tentu itu akan berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Perusahaan dengan kinerja yang bagus tentu saja memiliki profit yang baik. Oleh karena itu, penerapan GCG bisa membuat neraca keuangan perusahaan menjadi lebih menjanjikan.

3. Menciptakan Efisiensi dan Efektivitas dalam Penggunaan Sumber Daya

Inilah manfaat good corporate governance (GCG) lainnya, yaitu bisa menciptakan efisiensi dan efektivitas terhadap penggunaan sumber daya yang ada. Dengan menempatkan karyawan di tempat yang tepat, sesuai dengan keahlian, tentu saja ini bisa mengurangi risiko tumpang-tindih tugas. Target perusahaan bisa menjadi lebih tepat sasaran.

4. Mencegah Munculnya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)

KKN merupakan salah satu masalah besar bagi suatu organisasi dan korporasi. KKN bisa menimbulkan kerugian yang signifikan bagi perusahaan. Oleh karena itu, dengan penerapan dan implementasi GCG, KKN bisa diminimalkan bahkan dicegah.

5. Meningkatnya Nilai Perusahaan

Penerapan GCG pada akhirnya berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Perusahaan yang profitable dan memiliki value added yang tinggi, tentu saja bisa memikat para investor untuk melakukan investasi. Dengan demikian, ini bisa membuat perusahaan melakukan ekspansi bisnis dan menciptakan profit yang lebih besar.

Tujuan Penerapan Good Corporate Governance (GCG)

Para ahli telah mengungkapkan pengertian good corporate governance (GCG). Nah, mereka juga memiliki pandangan mengenai tujuan penerapan good corporate governance (GCG) di perusahaan. Kami telah menyimpulkan, dan hasil kesimpulannya adalah setidaknya ada lima (5) poin tujuan penerapan GCG di perusahaan, sebagai berikut.

1. Memaksimalkan potensi perusahaan untuk menciptakan value added sehingga memiliki kemampuan daya saing yang baik terhadap dunia bisnis;
2. Mendorong perusahaan untuk mengelola bisnis dengan profesional: memanfaatkan sumber daya secara efisien sehingga tujuan perusahaan bisa tercapai secara efektif;
3. Meningkatkan kesadaran perusahaan untuk melaksanakan tanggung jawab sosial dan terlibat langsung dalam menjaga lingkungan sekitar.
4. Mendorong perusahaan untuk berkontribusi lebih terhadap perekonomian nasional; dan
5. Meningkatkan iklim dunia bisnis yang kondusif sehingga berdampak pada peningkatan nilai investasi perusahaan.

Contoh Implementasi Good Corporate Governance (GCG)

Berikut ini contoh implementasi good corporate governance (GCG) perusahaan, sampel pada PT Pertamina Gas. Baca di sini à Implementasi GCG perusahaan Pertamina

Perusahaan yang Berhasil Menerapkan Good Corporate Governance (GCG)

Untuk menentukan perusahaan yang berhasil menerapkan GCG, maka kami mengambil salah satu indikator, yaitu perusahaan yang menjadi pemenang dalam ajang Indonesia GCG Award 2017. Lebih detail lagi, kami mengambil sampel pada perusahaan BUMN Tbk terbaik versi economic review, sebagai berikut.

1. PT. Aneka Tambang (ANTM)
2. PT. Garuda Indonesia (GIAA)
3. PT. Timah (TINS)
4. PT. Semen Indonesia (SMGR)
5. PT. Adhi Karya (ADHI)
6. PT. Wijaya Karya (WIKA)
7. PT. Perusahaan Gas Negara (PGAS)
8. PT. Kimia Farma (KAEF)
9. PT. Bukit Asam (PTBA)
10. PT. Semen Baturaja (SMBR)

Landasan Hukum Good Corporate Governance (GCG)

Apa landasan hukun GCG? Berikut kami berikan dua contoh dasar hukum good corporate governance (GCG).
1. UU No. 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas;
2. Peraturan OJK No. 73/POJK.05/2016 Tahun 2016 mengenai Tata Kelola Perusahaan yang Baik Bagi Perusahaan Perasuransian.

Itulah informasi lengkap yang disajikan secara terstruktur mengenai good corporate governance (GCG). Mulai dari pengertian good corporate governance (GCG) menurut para ahli, prinsip GCG, manfaat GCG, tujuan GCG, contoh implementasi GCG, contoh perusahaan yang berhasil menerapkan GCG, hingga landasan hukum GCG. Kami berharap informasi ini bisa menambah wawasan Anda dan menjadi referensi terbaik. Jika Anda suka dengan sajian artikel ini, bantu kami untuk membagikan (share) artikel ini ke sosial media Anda.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengertian Good Corporate Governance, Prinsip & Implementasi GCG"

Post a Comment