Laporan Keuangan + Rasio Keuangan Bank Syariah (2013 - 2017)

Pengertian, Pengukuran, dan Cara Menghitung Intellectual Capital

Pengertian, Pengukuran, dan Cara Menghitung Intellectual Capital

EDUSAHAM.COM --- Apa itu intellectual capital (IC)? Bagaimana cara menghitung intellectual capital dan seperti apa pengertian intellectual capital menurut para ahli? Apa saja komponen intellectual capital? Lalu, bagaimana karakteristik, metode pengukuran, dan cara mengukur modal intelektual? Nah, mungkin itulah segelintir pertanyaan yang ingin Anda ajukan. Tenang saja, di sini telah kami sediakan ringkasan dan penjelasan secara lengkap dan terstruktur mengenai intellectual capital (IC).

Apa itu Intellectual Capital (IC)?

Intellectual capital (IC) atau juga disebut sebagai modal intelektual merupakan sumber daya berbentuk aset tak berwujud (berupa: ilmu pengetahuan, pengalaman, sumber informasi, dan lainnya) yang mampu menciptakan daya saing sehingga berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan. Intellectual capital umumnya digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan profit (laba) maksimal. Nanti akan diberikan suguhan cara menghitung intellectual capital.

Definisi dan Pengertian Intellectual Capital Menurut Para Ahli

Nah, berikut ini kami sajikan berbagai pandangan, definisi, dan pengertian intellectual capital menurut para ahli.

1. Definisi Intellectual Capital Menurut Stewart

Stewart berpendapat bahwa intellectual capital (IC) adalah materi intelektual berupa pengetahuan, informasi, inovasi, dan pengalaman intelektual yang dimanfaatkan sebagai aset untuk menciptakan nilai tambah dan kemampuan bersaing bagi perusahaan.

2. Definisi Intellectual Capital Menurut Puspitasari

Menurut Puspitasari, intellectual capital (modal intelektual) adalah ilmu pengetahuan (daya pikir) yang tidak memiliki bentuk fisik, dan berfungsi untuk mendapatkan tambahan laba atau kemapanan proses bisnis sehingga perusahaan memperoleh nilai lebih dibandingkan perusahaan lain (kompetitor). Sedangkan proses dan cara menghitung intellectual capital, setidaknya ada lima (5) tahapan yang perlu dilakukan.

3. Definisi Intellectual Capital Menurut Arfan Ikhsan

Arfan Ikhsan mengungkapkan bahwa intellectual capital adalah nilai total dari perusahaan yang mendeskripsikan aset tak berwujud (intangible assets) yang bersumber dari tiga komponen, yaitu modal manusia (human capital/HC), struktural (structural capital/SC), dan pelanggan (customer capital/CC).

Komponen Intellectual Capital

Secara umum, para ahli dan peneliti berpendapat bahwa setidaknya ada tiga (3) komponen intellectual capital, yaitu human capital (HC), structural capital (SC), dan customer capital (CC). Selengkapnya, berikut penjelasan mengenai tiga komponen tersebut.

1. Human Capital (HC)

Modal manusia (human capital) merupakan sumber daya utama yang dapat menghasilkan ilmu pengetahuan, kompetensi, loyalitas, dan komitmen terhadap perusahaan. HC juga mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjangkau sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas sehingga mampu memberi dampak besar terhadap performa perusahaan.

Kualitas HC akan meningkat jika perusahaan memberikan fasilitas, seperti training dan learning programs, recruitment mentoring, individual potential and personality, experiences, dan competence.

2. Structural Capital (SC)

Berbeda dengan komponen intellectual capital sebelumnya, SC lebih menekankan pada modal intelektual yang berasal dari selain manusia. Misalnya, bisa berbentuk budaya organisasi, konsep manajemen dan sistem operasional perusahaan, dan sejenisnya.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa karyawan terbaik akan terlihat buruk karena terperangkap dengan sistem manajemen organisasi yang buruk. Dengan kata lain, sistem tata kelola organisasi sangat memengaruhi kinerja karyawan.

3. Customer Capital (CC)

Nah, komponen intellectual capital ini cenderung diperoleh dari proses bisnis. Komponen inilah yang dapat memberikan value kepada perusahaan dengan jelas dan dapat diukur. CC merupakan bentuk hubungan atau jaringan yang dimiliki perusahaan terhadap mitra bisnisnya. Intinya, customer capital adalah sumber value bagi perusahaan yang diperoleh melalui eksternal perusahaan.

Model dan Metode Pengukuran Intellectual Capital

Bagaimana cara menghitung intellectual capital? Apa saja alat ukur dan cara mengukur modal intelektual? Nah, metode yang paling sering digunakan yaitu metode Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). Metode VAIC dirancang untuk memberikan informasi tentang value creation efficiency baik dari aset berwujud (tangible assets) maupun aset tak berwujud (intangible assets) yang dimiliki perusahaan.

Metode VAIC cenderung mudah untuk dihitung dan diukur karena sumber informasinya bisa didapatkan melalui laporan keuangan perusahaan. Nah, metode pengukuran intellectual capital ini dapat dimulai dari kemampuan perusahaan untuk memperoleh value added (VA).

Value added (VA) merupakan indikator yang objektif untuk melakukan penilaian terhadap keberhasilan bisnis suatu perusahaan. Dengan kata lain, seberapa besar rasio kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai bisnis (value creation). Bagaimana rumus dan cara menghitung value added (VA)? Sangat sederhana, VA dapat dihitung dengan menyelisihkan antara output (OUT) dan input (IN).
VA = OUT - IN
Output (OUT) dapat diukur dengan melihat pendapatan (revenue) perusahaan termasuk di dalamnya produk dan jasa yang ditransaksikan (dijual) di pasar. Sedangkan input (IN) dapat diukur dengan melihat beban (cost) perusahaan yang digunakan untuk memperoleh revenue. Meskipun begitu, tidak semua biaya bisa dimasukkan ke dalam input (IN). Ada biaya/beban yang tidak dapat dimasukkan ke dalam IN, yaitu beban karyawan (labour expenses).

Kenapa demikian? Menurut Pulic, itu disebabkan karena karyawan atau tenaga kerja dibutuhkan perannya dalam proses penciptaan nilai (value creation). Oleh karena itulah labours tidak diperlakukan sebagai beban/biaya, tetapi diperlakukan sebagai entitas untuk menciptakan nilai (value creating entity).

Cara Menghitung dan Rumus Intellectual Capital (IC)

Nah, sebelumnya Anda telah dijelaskan mengenai komponen intellectual capital, yaitu HC, SC, dan CC. Kemudan juga telah dibahas mengenai value added (VA) atau proses penciptaan nilai (value creation). Nah, perlu Anda ketahui bahwa proses value creation atau disebut juga proses VA, itu dipengaruhi oleh HC dan SC. Ada satu variabel tambahan yang bisa memengaruhi VA, yaitu capital employed (CE). Berikut cara menghitung intellectual capital secara lengkap.

1. Value Added of Capital Employed (VACA)

VACA merupakan suatu bentuk ikatan yang baik antara perusahaan dengan mitra bisnis. Menurut Pulic, jika i unit dari CE mampu memperoleh higher return dari perusahaan lain, maka itu menandakan perusahaan sangat baik dalam memaksimalkan CE yang dimilikinya. Lalu, bagaimana formulasi, rumus dan cara menghitung intellectual capital VACA ini?
VACA = Value Added (VA) / Capital Employed (CE)

2. Value Added Human Capital (VAHU)

VAHU mengindikasikan seberapa besar kuantitas VA yang dihasilkan melalui dana/biaya yang dikeluarkan untuk karyawan. Hubungan atau korelasi antara VA dan HC menunjukkan kemampuan HC dalam menciptakan value di dalam perusahaan. Lalu, bagaimana formulasi, rumus dan cara menghitung intellectual capital VAHU ini?
VAHU = Value Added (VA) / Human Capital (HC)

3. Structural Capital Value Added (STVA)

STVA menunjukkan seberapa besar kontribusi SC dalam menghasilkan value creation. STVA mengukur seberapa banyak SC yang diperlukan untuk menghasilkan Rp 1 dari VA. Dengan begitu, ini bisa dijadikan sebagai alat ukur keberhasilan SC dalam penciptaan nilai. Berikut formulasi, rumus dan cara menghitung intellectual capital STVA ini?
STVA = Structural Capital (SC) / Value Added (VA)

4. Value Added Intellectual Coefficient (VAIC)

Nah, setelah mendapatkan nilai dari VACA, VAHU, dan STVA, kini saatnya Anda menghitung rasio VAIC atau kemampuan intelektual perusahaan. Caranya yaitu dengan menjumlahkan koefisien-koefisien yang sudah dihitung sebelumnya, yaitu VACA, VAHU, dan STVA. Berikut rumus dan cara menghitung intellectual capital VAIC.
VAIC = VACA + VAHU + STVA

Pada prinsipnya, VAIC mengukur seberapa banyak kuantitas nilai baru yang berhasil diciptakan dari masing-masing unit dalam sumber daya. Semakin tinggi nilai VAIC, maka semakin tinggi pula nilai tambah (value added) yang diperoleh.

Kesimpulannya, untuk mencari nilai VAIC, maka setidaknya dibutuhkan lima (5) proses dan tahapan. Nah, bagi mahasiswa yang mungkin sedang melakukan penelitian jurnal atau skripsi, apakah ingin menguji pengaruh intellectual capital terhadap nilai perusahaan atau menguji pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan, maka perlu dicatat bahwa ada lima (5) tahapan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan nilai VAIC.

Tahap 1. Mencari dan menghitung nilai VA
Tahap 2. Mencari dan menghitung nilai VACA
Tahap 3. Mencari dan menghitung nilai VAHU
Tahap 4. Mencari dan menghitung nilai STVA
Tahap 5. Mencari dan menghitung nilai VAIC

Nah, itulah ringkasan dari penjelasan mengenai pengertian intellectual capital, pengukuran intellectual capital, dan cara menghitung intellectual capital. Bagi sobat mahasiswa yang ingin melakukan penelitian mengenai intellectual capital, sobat bisa mencari sebanyak-banyaknya penelitian terdahulu tentang intellectual capital. Cukup banyak jurnal intellectual capital atau jurnal model intelektual yang bisa Anda ambil sebagai referensi. Sekian pembahasan ini, semoga artikel ini bermanfaat dan bisa dijadikan sumber referensi terbaik.

Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "Pengertian, Pengukuran, dan Cara Menghitung Intellectual Capital "