Laporan Keuangan + Rasio Keuangan Bank Syariah (2013 - 2017)

Auditor: Pengertian, Jenis, Tugas, Opini, & Rumus Reputasi Auditor

Gambar Pengertian Reputasi Auditor

EDUSAHAM.COM --- Selain reputasi underwriter, reputasi auditor juga dianggap sebagai salah satu faktor atau variabel yang memiliki pengaruh terhadap underpricing saham saat IPO (Initial Public Offering). Sebenarnya, apa itu reputasi auditor? Nah, sebelum masuk ke pembahasan reputasi auditor, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu penjelasan tentang auditor.

Pengertian Auditor

Apa itu auditor? Secara umum, pengertian auditor adalah suatu profesi penunjang di pasar modal yang memiliki tugas untuk melakukan pemeriksaan terhadap laporan keuangan (financial statement) suatu perusahaan yang akan IPO atau go public. Biasanya, ada beberapa hal yang menjadi titik fokus seorang auditor terhadap laporan keuangan, seperti kewajaran laporan secara material dan penerapan prinsip akuntansi yang benar.

Pengertian Auditor

Sedangkan menurut wikipedia, auditor adalah seseorang yang mempunyai kualifikasi keahlian tertentu dalam melakukan tugas audit atas laporan keuangan suatu organisasi atau perusahaan. Dalam konteks lainnya, auditor yang berkualitas akan berkaitan dengan reputasi auditor.

Bagaimana pengertian auditor menurut para ahli? Menurut Mulyadi, auditor adalah akuntan publik yang menyediakan jasa berupa auditing dengan tujuan untuk memeriksa laporan keuangan suatu perusahaan agar bebas dari kesalahan uji.

Nah, secara umum, ada dua sikap yang harus dimiliki oleh seorang auditor, yaitu kompeten dan independen. Dua sikap inilah yang wajib dimiliki oleh seorang auditor. Oleh karena itu, jika Anda bertanya syarat menjadi auditor, maka secara prinsip, auditor harus memiliki kompetensi dan independensi.

Apa yang dimaksud dengan kompeten dan independen? Maksud kompeten di sini adalah seorang auditor yang memiliki kecakapan atau keahlian dalam bidangnya. Sedangkan maksud kompeten di sini adalah seorang auditor yang memiliki kejujuran, kebebasan, dan tidak dikendalikan oleh pihak mana pun.

Untuk menjaga reputasi auditor, seorang auditor yang memiliki hubungan secara pribadi dengan auditee, baik hubungan teman, kerabat, atau keluarga, biasanya tidak akan ditugaskan untuk melakukan audit terhadap pihak entitas tersebut. Kenapa? Hal ini dikhawatirkan akan mengurangi objektivitas dari seorang auditor. Apa itu auditee? Jika diterjemahkan secara sederhana, auditee adalah pihak yang diaudit oleh auditor.

Jenis Auditor

Secara umum, ada dua jenis auditor, yaitu auditor internal dan auditor eksternal. Pengertian auditor internal adalah seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang auditing dan bekerja untuk perusahaan bersangkutan. Dengan kata lain, auditor internal merupakan karyawan perusahaan secara sah. Sedangkan auditor eksternal adalah seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang auditing dan bersifat independen, atau pihak luar perusahaan. Auditor eksternal disebut juga sebagai akuntan publik.

Tugas dan Tanggung Jawab Auditor

Reputasi Auditor beserta Tugas dan Tanggung Jawab

Secara umum, tanggung jawab dan tugas auditor adalah melakukan auditing atas laporan keuangan perusahaan. Namun, menurut The Auditing Practice Commite, ada beberapa ringkasan mengenai tugas dan tanggung jawab auditor, yaitu sebagai berikut:

1. Perencanaan, Pengendalian, dan Pencatatan

Auditor berperan untuk melakukan suatu perencanaan terhadap apa yang akan dikerjakannya, kemudian mengendalikan pekerjaan tersebut, dan mencatat semua hal yang berkaitan dengan hal itu.

2. Sistem Akuntansi

Auditor dituntut untuk memahami dengan baik dan pasti mengenai sistem pencatatan dan pemrosesan suatu transaksi, kemudian melakukan penilaian terhadap kecukupannya sebagai landasan dalam penyusunan laporan keuangan (financial statement).

3. Bukti Audit

Dalam memberikan suatu kesimpulan yang rasional, auditor akan mendapatkan bukti audit yang reliable dan relevan.

4. Pengendalian Intern

Ketika auditor mempunyai harapan untuk meletakkan kepercayaan pada sistem pengendalian internal, maka auditor hendaknya memastikan dan melakukan evaluasi terhadap pengendalian tersebut, serta melakukan compliance test.

5. Melakukan Peninjauan Ulang (Review) atas Laporan Keuangan yang Relevan

Auditor akan melakukan review terhadap laporan keuangan yang releven seperlunya. Hal ini berkaitan dengan pengambilan kesimpulan yang didasarkan pada bukti audit lainnya yang diperoleh. Selain itu, hal ini juga menjadi landasan dan dasar yang rasional dalam mengajukan pendapat atas laporan keuangan.

Opini Auditor

Gambar Opini Auditor dan Reputasi Auditor

Sebelum masuk ke bagian reputasi auditor, Anda perlu memahami apa itu opini audit. Secara sederhana, opini audit adalah suatu pengungkapan pendapat atas penilaian laporan keuangan suatu entitas. Umumnya, tujuan utama auditor independen atas laporan keuangan adalah untuk menyatakan opini/pendapat tentang kewajaran, posisi keuangan, perubahan ekuitas, arus kas, dan prinsip yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan.

Dalam melakukan auditing, auditor mesti mengumpulkan semua bukti kewajaran informasi yang terdapat di dalam perusahaan dengan cara melakukan pemeriksaan catatan akuntansi yang terkait dengan laporan tersebut. Biasanya, laporan audit diuraikan dalam bentuk, kata, kalimat, frasa, dan paragraf. Hal ini dipakai untuk mengungkapkan pendapatnya terhadap laporan keuangan hasil audit tersebut. Ada tiga (3) paragraf baku dari laporan auditor:

1. Paragraf Pengantar (Indroduction Paragraph)

Biasanya, paragraf ini berisi tentang pernyataan auditor mengenai laporan keuangan yang akan diaudit (objek audit), pernyataan bahwa manajemen memiliki tanggung jawab atas laporan keuangan, dan pernyataan bahwa auditor memiliki tanggung jawab atas pendapat di dalam laporan keuangan.

2. Paragraf Lingkup (Scope Paragraph)

Dalam paragraf ini, pihak auditor akan menyatakan tentang proses auditing atas laporan keuangan, dilakukan sesuai standar auditing yang telah ditetapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Kemudian, juga ada penjelasan ringkas mengenai standar auditing, dan pernyataan mengenai keyakinan auditor bahwa proses auditing yang dilakukan telah memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan tersebut.

3. Paragraf Pendapat (Opinion Paragraph)

Nah, inilah bagian paragraf terakhir yang isinya tentang pendapat auditor. Ada beberapa tipe dan jenis pendapat yang dinyatakan atas laporan keuangan auditan tersebut:
  • Pendapatan wajar tanpa pengecualian (qualified opinion);
  • Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan menggunakan bahasa penjelas (unqualified opinion with explanatory language);
  • Pendapat wajar dengan pengecualian (qualified opinion);
  • Pendapat tidak wajar (adverse opinion);
  • Tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion);

Reputasi Auditor

Gambar Reputasi Auditor

Seperti yang telah disinggung sebelumnya mengenai pengertian auditor, maka reputasi auditor menjadi salah satu faktor yang sangat penting terutama bagi perusahaan yang akan melakukan IPO atau go public. Banyak perusahaan yang cenderung menggunakan jasa akuntan publik atau Kantor Akuntan Publik (KAP) yang punya reputasi bagus. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh terhadap kualitas dan kredibilitas laporan keuangan.

Jika perusahaan yang akan go public memiliki laporan keuangan yang bagus, maka itu akan berguna bagi investor sebagai informasi penting khususnya dalam mengambil keputusan investasi. Investor akan merasa lebih yakin terhadap perusahaan yang menggunakan jasa KAP bereputasi tinggi karena hal ini menyangkut keyakinan dari investor bahwa KAP dengan reputasi tinggi akan mampu menyajikan informasi keuangan berkualitas dan terpercaya.

Selain itu, Kantor Akuntan Publik (KAP) yang berukuran lebih besar dianggap mampu menghasilkan kualitas auditing yang lebih bagus dari KAP berukuran kecil. KAP berukuran besar juga cenderung mampu dan mau mengungkapkan semua masalah yang ada pada perusahaan sehingga ini akan menjadi informasi penting bagi investor. Hal inilah yang membuat investor cenderung lebih percaya pada perusahaan yang mempertimbangkan reputasi auditor, yaitu dengan menggunakan jasa akuntan publik bereputasi tinggi.

Kantor Akuntan Publik (KAP) 4 Besar di Indonesia (The Big Four)

Gambar Kantor Akuntan Publik (KAP) The Big Four
kuncara.co.id

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa saja KAP yang tergolong ke dalam auditor dengan reputasi tinggi? Nah, ada empat perusahaan yang tergolong ke dalam auditor berkualitas, yang biasa dikenal dengan KAP “The Big Four”. Penggolongan empat besar tersebut didasarkan pada ukuran jumlah pendapat dan jumlah karyawan yang dihasilkan dari kegiatan audit. Lalu, apa saja KAP “The Big Four” tersebut?
  1. PricewaterhouseCoopers (PwC)
  2. Deloitte Touche Tohmatsu (Deloitte)
  3. Ernst & Young (EY)
  4. Kinsfield, Peat, Marwick, dan Goerdeller (KPMG)

Sebenarnya, empat KAP di atas adalah milik perusahaan asing. Jadi, empat (4) KAP tersebut tidak hanya terbaik di Indonesia, tetapi terbaik di dunia. Namun, ada empat (4) KAP Indonesia (lokal) yang berafiliasi dengan auditor The Big Four tersebut, yaitu sebagai berikut:
  1. KAP Purwanto, Suherman, dan Surja yang berafiliasi dengan Ernst & Young.
  2. KAP Osman Bing Satrio & Rekan yang berafiliasi dengan Deloitte Touche Tohmatsu.
  3. KAP Siddharta Widjaja yang berafiliasi dengan Kinsfield, Peat, Marwick, dan Goerdeller (KPMG).
  4. KAP Tanudireja, Wibisana, dan Rekan yang berafiliasi dengan PricewaterHouse Coopers (PWC).

Cara Mengukur dan Rumus Reputasi Auditor

Seperti yang dipahami pada bab pengertian reputasi auditor, bahwa auditor yang bereputasi memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dari publik atau masyarakat. Nah, dalam suatu penelitian terutama menguji pengaruh reputasi auditor terhadap underpricing saham saat IPO, alat ukur yang umumnya digunakan untuk mengukur reputasi auditor yaitu berdasarkan kapasitas dan nama besar yang disandang oleh auditor tersebut. Dalam hal ini adalah KAP The Big Four.

Jadi, untuk Kantor Akuntan Publik (KAP) yang tergolong ke dalam The Big Four, maka akan diberi nilai 1. Sedangkan Kantor Akuntan Publik (KAP) yang tidak masuk ke dalam The Big Four akan diberi nilai 0.

Contoh Kasus & Cara Melihat Reputasi Auditor di Laporan Keuangan Perusahaan

Sebagai contoh soal, Anda ingin mengukur reputasi auditor dari dua perusahaan, yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Sekar Laut Tbk (SKLT). Nah, untuk melihat siapa auditor yang digunakan oleh kedua perusahaan tersebut, Anda dapat melihat di dalam laporan keuangan tahunan (annual report). Tentu saja, Anda harus men-download laporan keuangan INDF dan SKLT terlebih dahulu. Untuk men-download, silakan kunjungi website IDX. Kalau belum tahu caranya, silakan baca di sini: Cara Download Laporan Keuangan di IDX.

Setelah di-download, maka lihat di bagian Laporan Auditor Independen. Berikut contoh Laporan Auditor Independen INDF.

Contoh Tanggal dan Laporan Auditor Independen

Bisa Anda lihat, INDF menggunakan jasa auditor KAP Purwanto, Suherman, dan Surja yang notabene berafiliasi dengan Ernst & Young. Dengan demikian, maka nilai variabel reputasi auditor INDF adalah 1.

Berikut laporan keuangan SKLT.

Contoh Tanggal dan Laporan Auditor Independen

Bisa Anda lihat, SKLT menggunakan jasa auditor KAP Paul Hadiwinata, Hidajat, dan Rekan atau disingkat (PKF) yang notabene bukan termasuk KAP The Big Four. Dengan demikian, maka nilai variabel reputasi auditor SKLT adalah 0.

Kesimpulan tentang Auditor

Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa secara prinsip, syarat menjadi auditor harus memiliki kompetensi dan independensi. Hal ini dikarenakan auditor memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar dan memang dituntut untuk kompeten dan independen. Kemudian, reputasi auditor juga sangat penting bagi perusahaan khususnya yang akan IPO atau go public. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan publik terhadap nama besar yang disandang oleh auditor (KAP).

Well, itulah penjelasan lengkap mengenai auditor, mulai dari definisi auditor, jenis, tugas dan tanggung jawab, hingga rumus dan cara mengukur reputasi auditor. Semoga artikel edusaham ini bisa menjadi informasi bermanfaat untuk Anda yang mungkin sedang membuat makalah atau penelitian. Apa pun itu, semoga aktivitas Anda berjalan dengan lancar dan tetaplah setia untuk membaca blog edusaham sebagai referensi tempat belajar online terbaik.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Auditor: Pengertian, Jenis, Tugas, Opini, & Rumus Reputasi Auditor"

Post a Comment