MATERI PASAR MODAL: Definisi, Jenis, Fungsi, Tujuan, Peran, dan Produk

Gambar Materi Pasar Modal
EDUSAHAM.COM --- Saat ini, pasar modal Indonesia sedang menunjukkan tren positif, perkembangan yang begitu pesat. Hal ini dapat ditandai dengan pertumbuhan jumlah investor yang cukup signifikan. Apa yang menarik dari pasar modal? Salah satunya yaitu return finansial atau materi yang dihasilkan. Nah, bagi Anda yang mungkin tertarik untuk menanamkan modal (investasi) di instrumen pasar modal Indonesia, maka itu adalah pilihan yang sangat bagus dan menjanjikan.

Apalagi dengan adanya gerakan atau kampanye “Yuk Nabung Saham” yang di inisiasi oleh stakeholders, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI), hingga Pemerintah. Ini semakin menguatkan sinyal bahwa prospek pasar modal di masa depan sangat cerah. Jadi, jika Anda tertarik, silakan memilih produk atau instrumen yang ada di pasar modal secara bebas, bisa instrumen saham, reksa dana, obligasi, atau lainnya.

Namun, tidak ada masalah juga jika Anda belum tertarik untuk saat ini, atau hanya sekadar ingin mengenal materi tentang pasar modal. Ya, mudah-mudahan, dengan memahami materi pasar modal, bisa meningkatkan hasrat Anda untuk segera melakukan investasi. Nah, di sini kami telah menyediakan penjelasan lengkap mengenai pasar modal, mulai dari pengertian, jenis, fungsi, tujuan, peran, produk, hingga contoh pasar modal. Pastikan Anda membaca secara tuntas, ya.

Pengertian atau Definisi Pasar Modal (Capital Market)

Pengertian Pasar Modal

Jika mengutip pengertian pasar modal menurut para ahli, maka menurut Husnan, pasar modal adalah sebuah wadah layaknya pasar yang di dalamnya terdapat berbagai jenis instrumen keuangan jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang (debt) maupun modal sendiri (equity), baik yang diterbitkan oleh pemerintah, perusahaan swasta, maupun public authorities.

Menurut Usman, surat-surat berharga yang diperdagangkan atau ditransaksikan di dalam pasar modal bisa dibedakan menjadi dua bagian, yaitu surat berharga berbentuk utang ( lebih dikenal sebagai obligasi) dan surat berharga berbentuk kepemilikan (lebih dikenal sebagai saham).

Berdasarkan pendapat menurut para ahli tentang pasar modal, maka dapat disimpulkan bahwa pasar modal adalah suatu wadah bertemunya antara para penjual (seller) dan para pembeli (buyer) yang memperdagangkan produk atau instrumen keuangan. Penjual dalam hal ini adalah perusahaan go public, atau dikenal sebagai emiten. Sedangkan pembeli dikenal sebagai investor.

Jenis-Jenis Pasar Modal (Capital Market)

Jenis-Jenis Pasar Modal
en.mercopress.com

Setelah memahami definisi pasar modal, berikut pembahasan mengenai jenis-jenis pasar modal. Secara umum, pasar modal dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pasar perdana dan pasar sekunder.

1. Pasar Perdana/Primer (Primary Market)

Di pasar modal, ada yang disebut sebagai pasar perdana. Apa itu pasar perdana? Pasar perdana adalah suatu wadah penawaran saham untuk pertama kali yang dilakukan oleh emiten kepada investor selama waktu yang telah ditentukan oleh pihak penerbit (issuer), biasanya dilakukan dalam enam hari kerja sebelum saham (stock) tersebut diperdagangkan di pasar sekunder (secondary market).

Dalam penentuan harga saham di pasar perdana, itu dilakukan oleh underwriter (penjamin emisi) dengan melibatkan perusahaan yang akan go public. Penjamin emisi akan melakukan analisis fundamental untuk menentukan harga saham emiten. Nah, proses transaksi di pasar perdana bersifat satu arah, yaitu investor sebagai pembeli saham dengan melakukan pemesanan melalui underwriter dan agen penjual. Dengan kata lain, transaksi di pasar perdana dilakukan oleh dua pihak, investor dengan emiten, bukan investor dengan investor.

Di pasar perdana tersebut, efek-efek yang diperjualbelikan masih belum tercatat di Bursa Efek Indonesia. Dengan kata lain, efek-efek yang diperdagangkan pertama kali ditawarkan oleh underwriter kepada investor melalui Perantara Pedagang Efek (Broker) sebagai agen penjual saham. Proses inilah yang juga dikenal sebagai IPO (Initial Public Offering).

2. Pasar Sekunder (Secondary Market)

Selain pasar perdana, di pasar modal juga terdapat pasar sekunder. Apa itu pasar sekunder? Pasar sekunder adalah kelanjutan dari pasar perdana, yaitu suatu wadah terjadinya transaksi jual beli berbagai macam efek di mana efek-efek tersebut telah melewati masa penawaran di pasar perdana sekurang-kurangnya 90 hari. Nah, setelah mendapatkan izin emisi, maka efek-efek tersebut tercatat di dalam Bursa Efek Indonesia.

Transaksi yang terjadi di pasar sekunder tidak lagi dilakukan oleh investor dengan emiten, melainkan dilakukan oleh investor dengan investor, di sanalah nantinya terjadi permintaan (demand) dan penawaran (supply). Proses demand-supply inilah yang akan menyebabkan terjadinya volatilitas harga saham. Di pasar sekunder tersebut, investor juga bebas membeli efek kapan pun dengan volume tertentu sesuai dengan kemampuan finansial.
Perlu Anda ketahui juga, di dalam pasar sekunder, terdapat dua jenis tempat perdagangan, yaitu bursa reguler dan bursa paralel. Untuk bursa reguler, sebenarnya tidak perlu lagi dibahas karena yang disebut bursa reguler yaitu bursa utama, seperti Bursa Efek Indonesia. Oleh karena itu, kami tinggal menjelaskan apa itu bursa paralel.

3. Bursa Paralel (Over The Counter Market) / Third Market

Secara garis besar, bursa paralel atau Over The Counter (OTC) Market adalah jenis pasar modal pelengkap atau tidak terdaftar pada Bursa Efek Utama. Di Indonesia, Bursa Efek Utama dikenal dengan Bursa Efek Indonesia (BEI). Jadi, transaksi jual beli efek dilakukan di luar Bursa Efek Indonesia dan juga dapat dilakukan di berbagai tempat atau tersebar di antara kantor broker atau dealer. OTC Market ini diselenggarakan oleh PPUE (Perserikatan Perdagangan Uang dan Efek-Efek), yang kemudian dibina dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Fungsi Pasar Modal (Capital Market)

Fungsi Pasar Modal
peoplematters.in

Kehadiran pasar modal tentu saja memiliki fungsi yang berorientasi pada manfaat. Nah, berikut ini beberapa contoh fungsi dari pasar modal, sebagai berikut:

1. Wadah untuk Menambah Modal Emiten

Seperti yang diketahui, pasar modal merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan sumber dana tambahan oleh perusahaan, yaitu melalui penanaman modal dari investor, baik melalui instrumen saham, obligasi, dan sebagainya. Dengan adanya dana segar tersebut, diharapkan perusahaan mampu memanfaatkan untuk  meningkatkan kapasitas produksi sehingga pendapatan pun meningkat. Dampak lebih jauhnya yaitu bisa terciptanya lapangan kerja baru.

2. Sarana Pemerataan Pendapatan

Selain keuntungan untuk emiten, pasar modal juga menjadi wadah untuk memperoleh pendapatan bagi masyarakat yang melakukan investasi. Keuntungan yang diperoleh baik berbentuk capital gain, dividen, kupon, dan sebagainya, dianggap mampu menjadi sarana pemerataan pendapatan. Ini akan menjadi maksimal jika pasar modal mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

3. Sarana Peningkatan Pendapatan Negara

Negara dalam hal ini Pemerintah pun juga mendapatkan keuntungan dengan adanya pasar modal, yaitu menjadi sumber pendapatan negara, terkhusus melalui pajak. Semakin tinggi transaksi yang terjadi di pasar modal, semakin besar penerimaan pajak negara melalui pasar modal. Selain itu, itu juga mengindikasikan bahwa kegiatan bisnis/usaha emiten berjalan dengan baik. Tentu saja, ini bisa menjadi salah satu indikator kesuksesan perekonomian suatu bangsa.

Tujuan Pasar Modal (Capital Market)

Tujuan Pasar Modal
abc.net.au

Ada beberapa tujuan utama dengan dibentuknya pasar modal, yaitu sebagai berikut:
  • Memberi kesempatan atau peluang kepada masyarakat untuk berperan dalam pertumbuhan ekonomi;
  • Memberi kesempatan atau peluang kepada masyarakat untuk menjadi bagian dari kepemilikan suatu perusahaan sehingga bisa menikmati profit (laba) dari sana;
  • Memberi kesempatan atau peluang kepada pelaku bisnis (perusahaan) untuk mendapatkan sumber modal dalam rangka melakukan ekspansi.

Manfaat Pasar Modal (Capital Market)

Secara umum, ada beberapa keuntungan dan manfaat pasar modal bagi berbagai macam pihak, mulai dari manfaat pasar modal bagi emiten (perusahaan), bagi investor, bagi pemerintah, hingga manfaatnya berdampak bagi masyarakat.

Nah, untuk bab manfaat pasar modal ini, kami telah menyediakan di tempat terpisah, karena penjelasannya yang sangat dalam dan lengkap sehingga terlalu banyak jika ditulis kembali di artikel ini. Anda bisa membacanya di artikel kami yang lain, di sini: MANFAAT PASAR MODAL bagi Pihak-Pihak Terkait.

Peran Pasar Modal (Capital Market)

Tentu saja, pasar modal memiliki peran penting terutama dalam perekonomian suatu negara. Seperti apa peran pasar modal untuk bangsa? Berikut penjelasannya.
  • Pasar modal berperan sebagai lembaga perantara (intermediasi) keuangan selain dari perbankan;
  • Pasar modal berperan dalam berjalannya aktivitas bisnis (investasi);
  • Pasar modal berperan dalam memberikan kesempatan kepada pelaku bisnis untuk memperoleh sumber pembiayaan selain dari perbankan;
  • Pasar modal berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui investasi.

Produk dan Instrumen Pasar Modal (Capital Market)

Produk dan Instrumen Pasar Modal
hindustantimes.com

Nah, apa saja produk dan instrumen investasi yang ada di pasar modal? Secara garis besar, ada empat instrumen investasi di pasar modal, yaitu saham, reksa dana, obligasi, dan derivatif. Dari beberapa instrumen atau produk tersebut, yang paling terkenal dan mungkin sering didengar yaitu saham.

Memang, saham dianggap sebagai instrumen yang sangat menarik. Kenapa? Ya, karena investasi saham bisa memberikan rate of return yang tinggi. Meskipun begitu, saham juga dianggap sebagai produk dengan rate of risk yang tinggi juga. Untuk membahas lebih lengkap, berikut penjelasan mengenai saham, reksa dana, obligasi, dan derivatif.

1. Instrumen Saham

Inilah salah satu produk dari pasar modal. Apa itu saham? Secara umum, saham adalah surat berharga yang dapat dijadikan sebagai bukti kepemilikan seseorang (investor) terhadap suatu emiten. Dengan kata lain, jika Anda memiliki saham emiten dengan jumlah tertentu, maka Anda sudah dianggap menjadi bagian dari pemilik perusahaan.

Sesederhana itu? Ya! Jika Anda biasanya menjadi consumer dengan membeli produk dari suatu perusahaan, kini Anda bisa menjadi pemilik perusahaan tersebut melalui investasi saham. Perlu Anda ketahui juga, saham sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu saham biasa dan saham preferen.

Contoh Saham Perusahaan (Emiten)
gettyimages.com

Pembahasan mengenai saham secara lengkap telah dibahas di artikel terpisah, Anda dapat membacanya di sini: Penjelasan Lengkap tentang Saham

2. Instrumen Obligasi

Apa itu obligasi? Secara sederhana, obligasi adalah suatu bukti pernyataan utang yang diterbitkan oleh pihak yang berutang (penerbit obligasi) kepada pihak yang memberi utang (pemegang obligasi). Umumnya, di dalam bukti pernyataan utang tersebut berisi jumlah kupon (bunga) serta tanggal jatuh tempo pembayaran. Tenor atau jangka waktu obligasi di Indonesia rata-rata 1 tahun s.d. 10 tahun. Obligasi termasuk produk dengan tingkat risiko yang relatif rendah.

Pembahasan tentang obligasi telah dibahas secara lengkap di artikel terpisah, Anda bisa membacanya di sini: Obligasi: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Membeli

3. Instrumen Reksa Dana

Apa itu reksa dana? Secara umum, reksa dana adalah suatu wadah atau sarana untuk menghimpun dana dari investor (pemodal) di mana dana/modal tersebut akan dikelola oleh manajer investasi selaku profesional di bidangnya.

Jadi, Anda tidak perlu repot-repot menyediakan waktu untuk belajar memahami pasar modal secara mendalam. Cukup dengan menyediakan modal saja, kemudian dana/modal tersebut akan dikelola oleh manajer investasi. Tingkat risiko investasi di reksa dana bisa dikatakan lebih kecil dari investasi di produk saham.

Penjelasan lengkap tentang reksadana telah ditulis di artikel sebelumnya, silakan baca di sini: Pengertian, Keuntungan, dan Cara Investasi Reksa Dana Saham

4. Instrumen Derivatif

Inilah produk pasar modal yang terakhir, yaitu derivatif. Secara sederhana, derivatif adalah aset finansial (efek) turunan, yang diturunkan dari saham dan obligasi. Memang, instrumen derivatif ini bisa dikatakan paling asing dan jarang didengar oleh masyarakat. Derivatif juga dianggap sebagai instrumen investasi yang paling tinggi risikonya di pasar modal. Nah, turunan dari derivatif terdiri dari Opsi, Right, dan Warrant.

Risiko Pasar Modal

1. Opsi

Apa itu opsi pada instrumen derivatif? Secara umum, opsi merupakan salah satu jenis derivatif yang berisi bukti pernyataan yang diterbitkan oleh suatu pihak (perorangan/lembaga) yang memberikan hak kepada para pemegangnya untuk melakukan jual beli saham dengan harga yang sudah ditentukan sebelumnya.

2. Right

Apa itu right pada derivatif? Right adalah suatu wewenang (hak) saham baru yang diterbitkan oleh emiten di mana emiten harus menawarkan right tersebut terlebih dahulu kepada para pemegang saham lama. Dengan kata lain, pemegang saham lama lebih diprioritaskan. Jika seseorang/lembaga yang mempunyai right tersebut tidak memanfaatkannya, maka itu dapat dijual kepada pihak lain.

3. Warrant

Apa itu warrant pada derivatif? Warrant adalah surat berharga yang diterbitkan atau dikeluarkan oleh suatu perusahaan dengan memberikan hak kepada para pemegangnya untuk membeli saham suatu perusahaan. Biasanya, persyaratannya berkaitan dengan jumlah, harga, dan masa berlakunya. Warrant dapat dijual bersamaan dengan surat berharga lainnya, seperti saham dan obligasi.

Tujuan utama penerbitan warrant ini secara umum yaitu untuk menarik investor agar mau membeli saham dan obligasi yang juga diterbitkan oleh emiten. Penerbitan warrant yang dilakukan emiten, juga mengharuskan emiten untuk menyediakan sejumlah saham dan obligasi. Nah, jika tidak mau mempergunakan warrant tersebut, pemilik warrant dapat menjualnya ke pasar modal.

Contoh Pasar Modal

Contoh Pasar Modal
wfdd.org

Di Indonesia, contoh pasar modal yaitu Bursa Efek Indonesia (BEI) atau juga disebut Indonesia Stock Exchange (IDX). BEI/IDX merupakan hasil dari penggabungan antara Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Bagi Anda yang pengin tahu contoh pasar modal di negara lain, berikut kami berikan 10 Bursa Efek Terbesar di Dunia jika dilihat dari nilai kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) per tahun 2015. Sumber data kapitalisasi pasar ini berasal dari worldatlas.com.

1. New York Stock Exchange (NYSE)

NYSE adalah salah satu bursa efek yang dimiliki oleh Amerika Serikat, dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 19,223 triliun.

2. NASDAQ Stock Exchange

NASDAQ juga merupakan salah satu bursa efek Amerika Serikat dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 6,187 triliun.

3. London Stock Exchange (LSE)

LSE adalah bursa efek milik negara Inggris dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 19,233 triliun.

4. Japan Stock Exchange Group (JPX)

JPX adalah bursa efek milik negara Jepang dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 4,485 triliun.

5. Shanghai Stock Exchange (SSE)

SSE adalah bursa efek milik negara China dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 3,986 triliun.

6. Hongkong Stock Exchange (HKSE)

HKSE adalah bursa efek milik negara China dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 3,325 triliun.

7. EURONEX

Contoh Pasar Modal
wsj.com

EURONEX adalah bursa efek gabungan dari beberapa negara, seperti Belanda, Belgia, Prancis, Portugis, dan Inggris dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 3,321 triliun.

8. Shenzen Stock Exchange (SZSE)

SZSE adalah bursa efek milik negara China dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 2,285 triliun.

9. Toronto Stock Exchange Group (TMX)

TMX adalah bursa efek milik negara Kanada dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 1,939 triliun.

10. Deutsche Borse AG (DAX)

DAX adalah bursa efek milik negara Jerman dengan nilai kapitalisasi pasar (market cap) US$ 1,762 triliun.

Well, itulah materi pasar modal yang secara lengkap kami persembahkan untuk Anda semua. Semoga, informasi ini bisa menambah dan menggugah Anda untuk terus menggali informasi tentang dunia pasar modal. Kami berharap Anda terus mengikuti artikel kami yang pastinya membahas secara lengkap dan terstruktur sehingga mudah dibaca dan dipahami. Jika info materi pasar modal ini bermanfaat, jangan pelit untuk share ke teman-teman yang lain, ya. Mari kita saling berbagi dan menebar kebaikan. Sukses selalu!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "MATERI PASAR MODAL: Definisi, Jenis, Fungsi, Tujuan, Peran, dan Produk"

Post a Comment