Lengkap! Pengertian Dividen Saham, Jenis, Keuntungan, dan Kebijakan

Pengertian Dividen Saham Menurut Para Ahli

EDUSAHAM.COM --- Dengan meningkatnya jumlah investor secara signifikan, ini bisa mengindikasikan Pasar Modal Indonesia sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Apa yang menarik dari investasi saham? Ya, return yang dihasilkan, salah satunya yaitu dividen saham. Apa pengertian dividen saham?

Definisi Dividen Saham

Pengertian dividen saham menurut para ahli sangat bervariasi, namun secara sederhana dividen saham adalah bagian dari laba (profit) perusahaan yang diberikan atau dibayarkan kepada investor atau pemegang saham (shareholders) dalam bentuk dividen. Ingat, dividen adalah bagian dari laba perusahaan.

Jadi, kalau perusahaan tidak membagikan dividen, apakah perusahaan tidak memiliki laba? Atau malah sedang mengalami kerugian? Untuk lebih jelas, berikut pembahasan kebijakan dalam pembagian dividen.

Kebijakan Dividen

Pembagian dividen kepada para pemegang saham (shareholders) merupakan bagian dari kebijakan perusahaan terhadap dividen. Begitu pun dengan tidak dibagikannya dividen, itu juga termasuk kebijakan perusahaan dalam pembagian dividen. Inilah pengertian kebijakan dividen saham secara sederhana. Jadi, setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda-beda, karena ini bersifat kondisional.

Mungkin Anda bertanya, apakah semua perusahaan yang profitable atau memiliki laba optimal selalu membagikan dividen? Bagaimana pula dengan perusahaan yang tidak membagikan dividen?

Perusahaan yang membagikan dividen bisa dianggap sebagai perusahaan yang profitable karena pasti memiliki laba yang optimal. Meskipun begitu, ada kalanya juga perusahaan yang profitable tidak membagikan dividen. Kenapa? Salah satu faktornya yaitu untuk melakukan ekspansi bisnis.

Maksudnya begini,

Dividen yang seharusnya dibagikan kepada investor atau pemegang saham itu digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan untuk masa mendatang. Dengan kata lain, perusahaan menunda pembagian dividen, bukan berarti tidak membagikan dividen. Itulah yang disebut sebagai laba ditahan (retained earnings). Nah, biasanya, perusahaan yang menahan laba tersebut akan menjanjikan laba yang lebih besar kepada pemegang saham di periode berikutnya. Sampai di sini paham?

Alasan Perusahaan Membagikan Dividen Saham

Jadi begini, dividen itu umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu dividen saham (stock dividend) dan dividen tunai (cash dividend). Singkatnya, dividen saham diberikan kepada pemegang saham berupa penambahan kepemilikan saham, sedangkan dividen tunai diberikan kepada pemegang saham dalam bentuk uang tunai (cash). Sudah paham pengertian dua elemen ini?

Umumnya, alasan perusahaan membayarkan dividen dalam bentuk saham (dividen saham) karena perusahaan tidak memiliki arus kas (cash flow) yang memadai. Alasan itulah yang membuat perusahaan membagikan laba berupa dividen saham, bukan dalam bentuk dividen tunai. Nah, dividen saham yang diberikan kepada pemegang saham harus proporsional atau sesuai dengan persentase kepemilikan jumlah saham.

Persyaratan dalam Membagikan Dividen Saham

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi perusahaan jika ingin membagikan dividen saham.

#Memiliki Saldo Laba Ditahan yang Memadai

Sama seperti halnya kebijakan pembagian dividen tunai, pembayaran dividen saham juga bersumber dari laba ditahan (retained earnings) perusahaan. Hanya saja, jika perusahaan membayarkan dalam bentuk dividen saham, maka perusahaan akan mengeluarkan uang tunai untuk dibayarkan kepada shareholders.

Sedangkan jika perusahaan membagikan dalam bentuk dividen tunai, maka perusahaan akan memakai kas, tetapi tetap tidak terjadi arus kas keluar. Dengan kata lain, pengeluaran kas untuk pembayaran dividen saham tersebut diambil dari saldo yang ada di akun laba ditahan (retained earnings). Itulah kenapa tidak terjadi pengeluaran kas namun hanya perpindahan akun saja, yaitu sejumlah saldo yang ada di akun laba ditahan berpindah secara proporsional ke saldo ekuitas saham.

#Harus Telah Disetujui oleh RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)

Dalam mengambil kebijakan pembayaran atau pembagian dividen, baik untuk dividen saham maupun dividen tunai, semuanya harus dapat persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPS.

Manfaat dan Keuntungan Kebijakan Dividen Saham

Sebelumnya kami telah membahas mengenai pengertian dividen saham. Nah, sekarang kami akan menjelaskan kepada Anda apa manfaat atas kebijakan dividen saham tersebut.

Memang, setiap keputusan atau kebijakan yang diambil oleh perusahaan sudah semestinya berorientasi pada keuntungan (profit) dan manfaat. Begitu juga dalam kebijakan pembagian dividen saham yang memiliki beberapa manfaat, baik untuk pemegang saham maupun untuk perusahaan itu sendiri.

Keuntungan yang Diperoleh Pemegang Saham

Ada beberapa manfaat yang akan diterima oleh pemegang saham atas kebijakan pembagian dividen saham, yaitu:

1. Bertambahnya jumlah kepemilikan saham di suatu perusahaan tanpa ada pengeluaran sedikit pun.

2. Penerimaan dividen saham dari perusahaan tidak dikenakan pajak.

Keuntungan yang Diperoleh Perusahaan

Ada beberapa manfaat yang akan diterima oleh perusahaan atas kebijakan pembagian dividen saham, yaitu:

1. Pengalihan Dana untuk Kegiatan Ekspansi

Dengan membagikan dividen saham, otomatis laba dan kas perusahaan tidak terpakai. Dengan demikian, perusahaan dapat menggunakan laba tersebut untuk kegiatan ekspansi, seperti membiayai kegiatan operasional, membayar utang yang akan jatuh tempo, dan sebagainya.

2. Arus Kas Tidak Terganggu dan Terjadinya Penguatan Struktur Modal

Ini yang seperti kami singgung sebelumnya bahwa pembagian dividen saham tidak akan menimbulkan pengeluaran kas tunai karena pembayaran dividen saham berasal dari saldo laba ditahan. Nah, dengan pemindahan saldo di akun laba ditahan ke akun ekuitas saham biasa, maka tentu saja itu akan meningkatkan jumlah ekuitas (modal disetor) perusahaan, dan ini juga berdampak pada penguatan struktur modal perusahaan.

3. Meningkatkan Likuiditas Perusahaan

Dengan melakukan pembagian dividen saham, maka jumlah saham beredar (listed shares) perusahaan akan bertambah. Secara teori, peningkatan jumlah saham beredar akan berdampak pada peningkatan likuiditas perusahaan. Dampak peningkatan jumlah listed shares ini hampir sama dengan dampak yang dihasilkan dari stock split.

Well, itulah informasi yang dapat kami jelaskan, mulai dari pengertian dividen saham, kebijakan dalam pembagian dividen, hingga keuntungan membagikan dividen saham. Dari apa yang kami sampaikan ini, kami berharap pengetahuan Anda tentang investasi saham semakin meningkat. Bagi Anda yang khususnya baru terjun dalam dunia saham, dan sedang belajar banyak, kami sangat berharap informasi yang kami sajikan di artikel edusaham ini hendaknya dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda dalam berinvestasi saham. Semoga sukses selalu!

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Lengkap! Pengertian Dividen Saham, Jenis, Keuntungan, dan Kebijakan"

Post a Comment