Laporan Keuangan + Rasio Keuangan Bank Syariah (2013 - 2017)

Pengertian Saham: Jenis, Manfaat, Keuntungan, Risiko, dan Contoh

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

EDUSAHAM --- Saham merupakan salah satu instrumen investasi di pasar modal yang dianggap terbaik. Kenapa? Keuntungan tanpa batas! Ya, Anda bisa memperoleh profit secara maksimal dan tanpa batas. Faktor inilah yang membuat investor kaya raya. Belum tahu apa pengertian saham? Jangan khawatir, bagi Anda yang saat ini sedang melirik saham sebagai wadah investasi, tim edusaham telah menyediakan materi tentang saham. Seperti biasa, tim edusaham selalu memberikan informasi secara lengkap dan ditulis secara terstruktur. So, jangan lupa dicatat, ya!

Pengertian Saham secara Umum

Apa itu saham? Secara umum, saham adalah surat berharga sebagai tanda bukti kepemilikan seseorang/lembaga/korporasi terhadap suatu emiten. Jadi, kalau Anda memiliki saham emiten dengan jumlah lembar saham tertentu, baik sedikit maupun banyak, maka Anda sudah bisa dikatakan sebagai pemegang saham atau pemilik perusahaan tersebut. Hebat, bukan? Di saat orang-orang bekerja untuk perusahaan tersebut, Anda justru menjadi pemiliknya. Inilah pengertian saham secara umum.

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Nah, bagaimana pula pengertian saham menurut para ahli? Berikut penjelasannya.

1. Definisi Saham Menurut Riyanto

Pengertian saham menurut Riyanto yaitu suatu tanda bukti bahwa peserta (pemegang saham) telah menjadi bagian dari perseroan terbatas. Peserta tersebut bisa kapan saja menjual dan mempertahankan sahamnya selama masih hidup. Nah, maksud dari Riyanto ini adalah bahwa seseorang yang menanamkan modal di saham suatu perusahaan berhak mempertahankan dan menjual saham yang dimilikinya kapan pun.

2. Definisi Saham Menurut Sunariyah

Menurut Sunariyah, saham adalah surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT), yang kemudian perusahaan disebut sebagai emiten. Kepemilikan saham juga mengindikasikan bahwa para pemilik/pemegang saham merupakan bagian dari perusahaan tersebut.

Dari pengertian saham secara umum dan menurut para ahli tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa saham adalah surat berharga sebagai bukti bahwa seseorang atau badan usaha merupakan bagian dari pemilik suatu perusahaan (emiten). Dengan demikian, seseorang atau badan usaha tersebut berhak atas imbal hasil (return) yang dihasilkan oleh emiten dengan porsi tertentu.

Jenis-Jenis Saham

Gambar Pengertian Saham dan Jenisnya
businessleadersformichigan.com

Selain pengertian saham, Anda juga perlu memahami macam atau jenis-jenis saham. Secara umum, ada tiga jenis saham yang penting diketahui, yaitu saham biasa, saham preferen, dan saham treasury. Berikut penjabaran dari ketiga jenis saham tersebut.

1. Saham Biasa (Common Stock)

Apa itu saham biasa? Secara umum, saham biasa atau common stock adalah surat berharga yang dimiliki/dipegang/dikuasi oleh pemilik sebenarnya. Dengan kata lain, pemilik saham biasa menanggung semua keuntungan dan risiko yang terjadi pada saham tersebut. Jika perusahaan mengalami depresi, sehingga mengalami kerugian, hingga bangkrut, maka pemegang saham biasa hanya menerima risiko sebesar nilai investasi yang dikeluarkan untuk saham tersebut, tidak sampai ke harta pribadi.

Sebaliknya, jika perusahaan mengalami keuntungan, maka pemegang saham berhak atas pendapatan berupa dividen. Selain itu, para pemegang saham biasa juga mempunyai hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan ikut terlibat dalam menentukan kebijakan perusahaan. Berikut contoh karakteristik saham biasa:
  • Memiliki Hak Suara; bisa menentukan/memilih dewan komisaris.
  • Memiliki Hak untuk Didahulukan; jika ada penerbitan saham baru (right issues).
  • Memiliki Tanggung Jawab Terbatas; sesuai dengan porsi.

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Inilah jenis saham selanjutnya, yaitu saham preferen. Apa itu saham preferen? Secara umum, pengertian saham preferen (preferred stock) merupakan bagian dari saham tetapi memiliki hak lebih (istimewa) dari saham biasa. Saham ini biasanya disukai oleh berbagai investor terutama yang menyukai pendapatan tetap. Nah, saham preferen terdiri dari beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Saham Preferen Partisipasi (Participating Preference Stock)

Ini merupakan jenis saham preferen yang membagikan dividen kepada para pemegang saham. Pemilik saham jenis ini memiliki hak untuk membagikan profit berupa dividen kepada para pemegang saham biasa.

2. Saham Preferen Nonkumulatif (Noncummulative Preference Stock)

Ini merupakan jenis saham preferen yang tidak memiliki hak untuk mendapatkan dividen khususnya dividen yang belum diberikan atau dibayarkan pada tahun-tahun sebelumnya secara kumulatif.

3. Saham Treasury (Treasury Stock)

Apa pengertian saham treasury? Secara umum, treasury stock adalah jenis saham suatu emiten yang dibeli kembali dari peredarannya untuk waktu tertentu. Dengan kata lain, saham ini dibeli ketika sudah saham sudah beredar. Inilah yang menjadi perbedaan antara saham yang dibeli sebelum beredar dan dibeli ketika sudah beredar. Ada beberapa sebab atau alasan kenapa perusahaan membeli kembali saham yang telah beredar tersebut, yaitu sebagai berikut:
  • Untuk meningkatkan nilai atau harga saham;
  • Untuk dijual kembali;
  • Untuk dibagikan sebagai dividen;
  • Untuk dijadikan sebagai alat tukar terhadap surat-surat berharga perusahaan lain.

Nah, saham treasury yang dijual kembali dapat dikelompokkan ke dalam modal saham beredar. Ada kalanya saham ini didapatkan dari hadiah, sumbangan, atau pelunasan utang.

Manfaat Saham

Gambar Pengertian Saham dan Manfaatnya
gettingmoneywise.com

Jika dijabarkan secara ringkas dan umum, maka manfaat saham dapat dirasakan oleh berbagai pihak, misalnya investor, emiten, dan masyarakat. Ketiga pihak inilah yang dianggap paling signifikan merasakan manfaat dari adanya saham. Untuk lebih jelas, berikut penjelasan manfaat saham bagi investor, emiten, dan masyarakat.

1. Manfaat Saham bagi Investor

Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menawarkan high return. Dengan demikian, keberadaan produk saham ini bisa dimanfaatkan oleh investor sebagai wadah untuk mengeruk pendapatan sebesar-besarnya. Sudah banyak orang-orang yang sukses menjadi investor saham, bahkan di antara mereka saat ini sudah menjadi miliarder. Bisnis saham memang sangat menjanjikan, asalkan Anda tahu “cara bisnis saham yang benar dan menguntungkan”.

2. Manfaat Saham bagi Emiten

Selain investor, manfaat saham juga dirasakan oleh perusahaan. Secara umum, produk atau instrumen saham ini bisa dimanfaatkan perusahaan sebagai sumber pembiayaan lain selain perbankan. Ini sangat efektif. Caranya, perusahaan bisa melakukan IPO (Initial Public Offering) sehingga perusahaan yang sebelumnya adalah perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka/go public. Nah, dengan melakukan penerbitan saham, perusahaan bisa mendapatkan modal/dana segar dari pemodal (investor).

3. Manfaat Saham bagi Masyarakat

Pernah dengan kampanye “Yuk Nabung Saham”? Nah, itu merupakan kampanye yang dimotori oleh Bursa Efek Indonesia bersama pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah, yang bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mau menabung saham. Kenapa menggunakan istilah “nabung”, kenapa bukan “investasi”? Tujuannya yaitu untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa saham juga bisa dijadikan sebagai tempat menabung, selain dari bank.

Bahkan, keuntungan dan manfaat menabung di instrumen saham terlihat lebih menjanjikan daripada menabung di bank. Kenapa? Kalau Anda menabung di bank, uang Anda tidak bertambah. Sedangkan jika Anda menabung di saham, potensi peningkatan aset/uang Anda sangat besar dan sudah terbukti nyata. Konsep menabung saham ini sangat simpel/sederhana, Anda tinggal menyetorkan dana secara rutin ke saham-saham perusahaan yang profitable. Dalam jangka panjang, aset Anda akan meningkat. Bahkan, saham juga bisa menjadi solusi terhadap inflasi.

So, tidakkah Anda tertarik dengan saham? Bagi kami, sangat disayangkan jika Anda tidak memanfaatkan saham sebagai wadah untuk menabung atau investasi. Untuk menggali informasi lebih banyak mengenai investasi saham atau pasar modal, silakan Anda lihat daftar isi blog edusaham ini. Temukan informasi sebanyak-banyaknya hanya di sini. Informasi yang mungkin Anda butuhkan: 5 Alasan Kenapa Investasi di Pasar Modal Sangat Menggiurkan

Keuntungan Saham

Sebelumnya Anda sudah membaca pengertian hingga manfaat saham bagi berbagai pihak. Nah, Anda juga perlu tahu, nih, keuntungan yang dihasilkan dari investasi saham. Apa saja? Berikut penjelasannya.

1. Capital Gain

Gambar Pengertian Saham dan Keuntungannya
blogspot.com

Inilah jenis keuntungan investasi saham yang pertama. Secara umum, pengertian capital gain adalah selisih plus (+) antara harga jual saham dengan harga beli saham. Maksudnya, capital gain merupakan kondisi di mana Anda menjual saham di harga yang lebih tinggi dari harga belinya.
Capital Gain = Harga Jual Saham > Harga Beli Saham

Berikut contoh ilustrasi mekanisme memperoleh capital gain. Andreas membeli saham WTON dengan harga Rp 500 per lembar sebanyak 20 lot. Lalu, Andreas menjual saham WTON sebanyak 20 lot dengan harga Rp 700 per lembar. Dengan demikian, profit atau keuntungan yang diperoleh Andreas yaitu sebesar Rp 400.000.

Rp 1.400.000 - Rp 1.000.000 = Rp 400.000

Notes:
  • 1 lot = 100 lembar saham
  • Rp 1.000.000 = harga beli saham dalam rupiah (Rp) yang diperoleh dari 20 lot x 500
  • Rp 1.400.000 = harga jual saham dalam rupiah (Rp) yang diperoleh dari 20 lot x 700

2. Dividen

Selain capital gain, keuntungan saham lainnya yaitu Anda bisa mendapatkan dividen. Apa pengertian dividen? Secara sederhana, dividen adalah laba (profit) yang dihasilkan perusahaan yang kemudian diberikan (dibayarkan) kepada investor atau pemegang saham (shareholders). Secara umum, ada dua jenis dividen yang dapat diberikan oleh emiten, yaitu dividen saham dan dividen tunai.

Dividen saham (stock dividend) merupakan laba yang diberikan oleh emiten kepada pemegang saham berupa saham. Sedangkan dividen tunai (cash dividend) merupakan laba yang diberikan oleh emiten kepada pemegang saham berupa uang tunai (cash).

Apa alasan perusahaan membagikan dividen saham atau dividen tunai? Jawabannya selengkapnya bisa Anda temukan di artikel kami sebelumnya, di sini.

Risiko Saham

Risiko Saham
investopedia.com

Tidak ada investasi yang benar-benar bebas dari risiko. Catat, itu! Kenapa kami mengatakan seperti itu, karena masih ada oknum yang mengelabui masyarakat dengan menawarkan produk investasi tanpa risiko. Kalau Anda menemukan hal seperti itu, jauhi segera! Mereka bohong, karena tidak ada investasi yang tidak memiliki risiko. Hidup ini penuh dengan risiko, ketika Anda berjalan satu langkah ke depan, potensi risiko pasti timbul; apakah risiko terpijak duri, paku, atau risiko terpeleset. Inilah hal yang perlu Anda sadari bahwa investasi saham juga memiliki risiko. Apa risiko saham?

Jika dijelaskan risiko investasi secara umum, maka ada dua risiko dalam investasi saham, yaitu risiko sistematis (systematic risk) dan risiko tidak sistematis (unsystematic risk). Apa pengertian dua risiko tersebut? Secara sederhana, risiko sistematis adalah risiko investasi yang tidak bisa dihindari oleh investor. Dengan kata lain, investor mau tidak mau harus menghadapi risiko tersebut.

Sedangkan risiko tidak sistematis adalah risiko yang bisa dihindari oleh investor. Seperti apa contohnya? Nah, kebetulan kami telah membahas mengenai dua jenis risiko ini di artikel sebelumnya. Untuk lebih jelas dan lengkap, Anda bisa baca di sini: Mengenal Risiko Sistematis dan Risiko Tidak Sistematis

Contoh Saham Perusahaan dari Berbagai Sektor

Contoh Saham Perbankan
blogspot.com

Nah, bagi pemula yang pengin berinvestasi saham, Anda perlu tahu contoh saham emiten. Untuk lebih mudah, Anda dapat melihat saham dari berbagai sektor. Apa saja sektor saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI)? Berikut semua sektor saham di BEI berdasarkan klasifikasi industri, atau dikenal dengan JASICA (Jakarta Stock Exchange Industrial Classification).
  1. Saham Sektor Pertanian
  2. Saham Sektor Keuangan
  3. Saham Sektor Barang Konsumsi
  4. Saham Sektor Pertambangan
  5. Saham Sektor Aneka Industri
  6. Saham Sektor Property, Real Estat, dan Konstruksi
  7. Saham Sektor Perdagangan, Pelayanan, dan Investasi
  8. Saham Sektor Infrastruktur, Utilitas, dan Transportasi
  9. Saham Sektor Industri Dasar dan Kimia

Nah, sembilan (9) sektor saham di atas dikelompokkan sesuai klasifikasi industri. Masing-masing sektor industri juga terdapat sub sektornya. Misalnya, Sektor Keuangan, terdiri dari sub sektor Perbankan, Lembaga Pembiayaan, Asuransi, Perusahaan Efek, dan seterusnya.

Pentingnya Investasi Saham sejak Dini

Ya, investasi saham begitu menjanjikan jika dimulai sesegera mungkin atau sejak dini. Hal ini bertujuan agar imbal hasil atau keuntungan (return) yang diperoleh di masa depan bisa terakumulasi secara masif. Sesuai dengan pengertian dan konsepnya, investasi saham adalah proses penanaman modal berbentuk saham dalam periode jangka panjang. Jadi, memang sudah semestinya dimulai dari sekarang, sehingga Anda bisa memperoleh hasil yang signifikan di masa depan.

Membeli saham emiten, sama dengan ikut serta memiliki perusahaan tersebut. Menurut Mc Kinsey dalam pandangan dan analisisnya, bahwa Indonesia diprediksi akan menjadi bagian dari tujuh (7) negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di 2030. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika Anda tidak segera memulai investasi saham sejak dini.

Cara Memulai Investasi Saham dengan Mudah

Pengertian dan Cara Memulai Investasi Saham
earnonlineinvestment.com

Sudah paham kan pengertian saham? Nah, bagi Anda yang tertarik dengan investasi saham, kemudian berencana ingin berinvestasi, berikut gambaran ringkas dan singkat mengenai cara memulai investasi saham dengan mudah.
  1. Kunjungi Perusahaan Sekuritas. Diharapkan sebelumnya Anda sudah melakukan analisis perusahaan sekuritas apa yang menurut Anda bagus. Setelah menentukan pilihan, silakan datangi kantor perusahaan sekuritas tersebut.
  2. Membuka Rekening Efek. Nanti, di kantor perusahaan sekuritas tersebut Anda akan membuka rekening efek. Tentu saja, Anda mesti melengkapi persyaratan administrasi yang diminta.
  3. Setor Uang (Deposit). Setelah membuka rekening efek, Anda bisa langsung melakukan deposit atau menyetor sejumlah dana sebagai modal investasi saham. Saat ini, dengan uang/modal Rp 100 ribu, Anda sudah bisa berinvestasi saham.
  4. Happy Investing! Ya, Anda sudah bisa melakukan investasi. Untuk berinvestasi, biasanya nanti Anda diminta untuk men-download aplikasi (software) dari sekuritas tersebut. Nah, melalui aplikasi itulah Anda bisa melakukan transaksi jual beli saham. Tidak susah, kok, untuk memahami daftar menu yang ada di aplikasi tersebut. Yang penting, ada kemauan untuk belajar dan mencari tahu.
Gambar Bermain Saham Menggunakan Aplikasi di Smatrphone
express.co.uk

Bagi pemula yang pengin mendapatkan keuntungan maksimal dan tidak ingin mengalami kerugian dalam investasi saham, sangat disarankan untuk membaca artikel ini: Tips Investasi Saham yang Menguntungkan untuk Pemula

Nah, itulah penjelasan dan materi tentang saham yang dibahas secara lengkap dan terstruktur. Mulai dari pengertian saham, jenis-jenis saham, manfaat dan keuntungan saham, risiko dalam saham, hingga cara memulai investasi saham dengan mudah. Tim edusaham selalu mempersembahkan artikel-artikel dengan sepenuh hati dan cinta. Tentu saja, itu hanya untuk Anda semua. Semoga Anda terus mendukung kami dengan men-share setiap artikel yang dibaca. Dengan demikian, semakin banyak pula orang yang mendapatkan manfaat. Mari kita saling menebar kebaikan. Semoga sukses, ya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengertian Saham: Jenis, Manfaat, Keuntungan, Risiko, dan Contoh"

Post a Comment