Laporan Keuangan + Rasio Keuangan Bank Syariah (2013 - 2017)

Saham Undervalued: Cara Menentukan Harga Saham Murah atau Mahal

Gambar Saham Undervalued

EDUSAHAM.COM --- Dalam dunia investasi, ada satu istilah yang disebut sebagai undervalued. Nah, dalam konteks saham, apa yang dimaksud dengan saham undervalued? Sebelum tim edusaham membahas lebih lanjut mengenai saham undervalued, perlu Anda ketahui juga bahwa ada satu istilah lain yang menjadi “lawan” dari saham undervalued, yaitu saham overvalued. Namun, di sini kami hanya akan membahas lebih dalam mengenai undervalued.

Pengertian Saham Undervalued

Apa itu saham undervalued? Jika Anda adalah seorang investor saham, pasti Anda pernah mendengar istilah undervalued. Secara sederhana, undervalued bisa dikaitkan dengan angka atau harga yang bernilai murah. Dengan kata lain, undervalued menujukkan suatu nilai yang berada di bawah harga wajarnya (fairly valued). Begitu juga dalam konteks saham, maka saham undervalued adalah saham yang murah atau berada di bawah harga wajarnya.

Siapa sih yang tidak mau membeli barang dengan harga di bawah harga standarnya? Begitu juga dengan saham, tentu saja investor akan mencari saham mana yang masih memiliki harga di bawah harga wajarnya (baca: potensial). Seperti halnya Warren Buffet, salah satu tokoh investor sukses, yang mana dia cenderung mencari saham undervalued. Tujuannya tidak lain untuk memaksimalkan keuntungan investasi dan meminimalkan risiko investasi.

Cara Mencari Saham Undervalued dengan Perbandingan Sektor

Jika Anda adalah seorang value investor, maka sudah semestinya memburu saham undervalued. Nah, salah satu cara paling umum yang bisa Anda pakai untuk mencari saham undervalued yaitu dengan melakukan perbandingan di masing-masing sektor.

Misalnya sektor pertanian, di dalamnya kan terdapat banyak perusahaan. Coba Anda bandingkan setiap saham perusahaan di sektor pertanian tersebut. Kemudian, pilih saham mana yang paling potensial dan masih memiliki harga di bawah harga wajarnya.

Lakukan juga cara seperti itu untuk sektor lainnya. Membuat daftar saham undervalue untuk setiap sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memudahkan Anda dalam memilih saham potensial. Jangan membandingkan perusahaan sektor pertanian dengan sektor keuangan, itu cenderung tidak relevan dan kurang efektif. Jadi, bandingkanlah di sektor yang sama. Ini hanya salah satu alternatif, Anda juga bisa mencari alternatif lain.

Rumus dan Cara Menentukan Saham Undervalued

Cara Menentukan Harga Saham Murah atau Mahal

Pasti ada indikator atau parameter tertentu untuk menentukan bahwa suatu saham disebut undervalued atau overvalued. Jika tidak ada indikator atau standar ukuran, maka sangat mustahil bisa menentukan saham overvalued dan undervalued. Oleh karena itu, ada beberapa parameter yang umum dipakai untuk menentukan suatu saham terindikasi undervalued, yaitu berupa rasio keuangan, salah satunya rasio Price to Book Value (PBV)

Rumus atau cara menghitung nilai rasio PBV yaitu dengan membandingkan harga saham (stock price) dengan nilai buku (book value) suatu perusahaan. Secara teoretis, suatu saham akan dianggap undervalued jika nilai PBV kecil dari satu (< 1).
Rumus PBV = Harga Saham / Nilai Buku

Sebagai contoh, Anda pengin melihat saham mana yang masih undervalued di sektor pertanian. Anda bisa lihat masing-masing rasio PBV perusahaan di sektor tersebut. Anggaplah ada sekitar 21 saham perusahaan di sektor pertanian. 19  saham di antaranya ternyata memiliki rasio PBV di atas 1 (1 >), dan sisanya, dua saham, memiliki nilai rasio PBV di bawah 1 (< 1). Ternyata, kedua saham tersebut, sebutlah PT AAA dan PT BBB memiliki nilai rasio PBV yang sama, yaitu 0,6. 

Lalu, bagaimana cara memilih salah satu yang paling potensial?

Nah, untuk memilih satu di antara dua (2) saham dengan nilai PBV terendah tersebut, Anda bisa mempertimbangkan parameter lain. Salah satu indikator lain (baca: selain PBV) untuk menentukan saham undervalued yaitu dengan menggunakan rasio Price to Earnings Ratio (PER). Untuk mencari nilai PER, Anda bisa membandingkan harga saham (stock price) dengan laba per lembar saham (earnings per share).
Rumus PER = Harga Saham / Laba Per Lembar Saham

Setelah dicari nilai rasio PER dari kedua perusahaan tersebut, ternyata PT BBB memiliki nilai rasio PER yang lebih kecil dari PT AAA di mana PT BBB memiliki nilai PER 10 dan PT AAA memiliki nilai PER 12. Perlu Anda ketahui, rasio PBV dan PER secara prinsip memiliki makna yang hampir sama, di mana semakin kecil nilai rasio tersebut, semakin murah harga sahamnya (undervalued).

Prinsip Saham Undervalued

Ada satu pandangan dari salah seorang pakar investasi, Fabozzi (1999) menyatakan bahwa suatu saham undervalued cenderung akan bergerak menuju nilai intrinsiknya. Maksud dari nilai intrinsik di sini adalah nilai wajar (fairvalue) dari suatu saham. Dengan karakteristik seperti itu, maka investor akan berusaha untuk mencari saham undervalued sebagai aset produktif terbaik. Kenapa produktif? Ya, jika saham undervalued mendekati harga wajarnya, maka potensi kenaikan nilai saham jauh lebih besar.

Kesimpulan tentang Saham Undervalued

Memang, saham undervalued memiliki potensi yang besar untuk mendekati nilai wajarnya. Inilah salah satu alasan kenapa seorang value investor mengincar jenis saham ini. Meskipun begitu, ada juga saham undervalued yang dianggap kurang menarik oleh investor. Tentu saja, pasti ada faktor lain yang menyebabkan hal tersebut terjadi.

Misalnya, saham undervalued tersebut ternyata kurang likuid, atau secara fundamental kurang baik, dan mungkin juga tidak memiliki prospek bisnis yang menarik di masa depan. Perlu Anda ketahui juga, meskipun saham undervalued di satu sisi dianggap potensial, di sisi lain itu mengindikasikan bahwa pasar (market) tidak menaruh kepercayaan terhadap saham tersebut, makanya nilai pasar sahamnya di bawah nilai wajar.

Jadi, dalam mengambil keputusan investasi, sudah semestinya Anda selaku investor menggunakan berbagai pertimbangan sehingga bisa menghasilkan keputusan terbaik. Ingat, perusahaan dengan nilai PER dan PBV yang relatif kecil, tidak serta-merta potensial. Anda perlu meninjau lebih jauh tentang perusahaan tersebut. Barang kali, seperti yang disampaikan sebelumnya, ada faktor lain yang memengaruhi.

Nah, itulah informasi yang dapat kami sampaikan. Apakah Anda sudah dapat mengambil kesimpulan mengenai saham undervalued? Bagaimana pun juga, keputusan investasi ada sepenuhnya di tangan Anda. Pastikan Anda menggali informasi lebih banyak sebelum menentukan pilihan. Ingat, semakin besar pengetahuan, semakin baik keputusan. Apakah artikel ini bermanfaat? Jika, ya, tolong di-share, ya. Bantu blog edusaham berkembang sehingga terus konsisten menghasilkan artikel yang edukatif dan bermanfaat. Terima kasih.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Saham Undervalued: Cara Menentukan Harga Saham Murah atau Mahal"

Post a Comment