Daftar Saham Syariah yang Terdaftar di ISSI (SEMUA PERUSAHAAN)

Daftar Saham Syariah Terbaru (ISSI)

EDUSAHAM.COM — Kebutuhan terhadap sumber pembiayaan
halal begitu tinggi apalagi di negara yang sebagian besar penduduknya adalah
Muslim. Tentu saja, sebagai umat yang taat Agama, produk halal tidak bisa lagi ditawar,
dan sudah menjadi keharusan. Indeks
Saham Syariah Indonesia (ISSI) merupakan salah satu Indeks Saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sebagaimana yang diketahui, pasar modal Indonesia saat ini sudah ada yang berbasis
syariah. Hal ini tentu saja bisa menjawab kebutuhan akan wadah investasi
berbasis syariah.
Apa itu pasar modal syariah? Secara umum, pasar modal syariah merupakan
wadah untuk mempertemukan pembeli (pemodal) dan penjual (yang membutuhkan
modal) dengan memperdagangkan efek (surat berharga) jangka panjang dengan
mengaplikasikan sistem/operasional yang sesuai dengan prinsip syariat Islam. Penjelasan
lebih lengkap mengenai pasar modal syariah bisa dibaca di sini: Mengenal Lebih Dekat Pasar Modal Syariah
Nah, di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada yang dikenal
sebagai Indeks Saham atau Indeks Harga Saham. Apa itu? Itu merupakan suatu
ukuran statistik yang mencerminkan pergerakan harga saham dari daftar yang
terpilih yang sesuai dengan kriteria atau karakteristik tertentu, kemudian
dipakai sebagai wadah untuk berinvestasi.
Jadi begini, Indeks Saham ini terdiri dari pengelompokkan daftar saham
yang masing-masingnya memiliki ciri-ciri atau karakteristik tersendiri yang
sesuai dengan pengukuran statistik. Dengan kata lain, daftar saham yang satu dengan
yang lainnya memiliki ukuran yang berbeda.
Perlu Anda ketahui juga, terhitung Maret 2019, ada 22 jenis Indeks
Saham
yang terdapat di BEI, salah satunya yaitu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI). Seperti yang dijelaskan
sebelumnya, bahwa setiap kelompok Indeks Saham memiliki karakteristik
masing-masing. Begitu juga dengan ISSI yang memiliki kriteria atau
karakteristik sendiri, yaitu merupakan indeks yang mengukur kinerja seluruh
harga saham yang ditetapkan sebagai saham syariah, sesuai dengan DES (Daftar Efek Syariah) yang ditentukan
oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).
Jadi, di dalam Indeks Saham
Syariah Indonesia (ISSI) ini terdapat semua jenis saham yang telah
ditetapkan sebagai saham syariah. Dengan kata lain, itulah yang disebut sebagai
daftar saham syariah. Bagi investor
yang ingin mencari saham syariah sebagai wadah investasi, maka investor bisa
melihat daftar saham syariah di ISSI.

Kategori Saham
Syariah

Apa itu saham syariah? Secara umum, saham syariah adalah efek (surat
berharga) yang berbentuk saham
dan tidak bertentangan dengan prinsip atau syariat Islam di pasar modal.
Konteks saham syariah di sini merujuk pada definisi saham secara umum
yang telah di atur baik dalam undang-undang maupun peraturan OJK.
Apa definisi saham secara umum? Saham adalah efek (surat berharga)
sebagai bukti penyertaan modal terhadap suatu emiten. Jadi, kalau Anda memiliki
saham suatu emiten, dengan kuantitas berapa pun, maka Anda sudah dianggap sebagai
pemilik modal atau pemilik perusahaan tersebut.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa perusahaan yang masuk ke
dalam daftar Indeks Saham Syariah
Indonesia (ISSI) disebut sebagai saham syariah. Artinya, kalau Anda
investasi di saham syariah, maka Anda akan terhindar dari produk haram.
Seperti apa saham yang dikategorikan syariah? Secara umum, saham syariah
dapat dikategorikan ke dalam dua hal:
1.     Saham yang diterbitkan oleh
perusahaan publik berbasis syariah yang sesuai dengan peraturan OJK No.
17/POJK.04/2015.
2.     Saham yang dari awal memang sudah
dikategorikan sebagai saham syariah. Dengan kata lain, saham tersebut telah
memenuhi kriteria sebagai saham syariah yang sesuai dengan peraturan OJK No. II.
K. 1 tentang penerbitan DES (Daftar Efek Syariah).
Sampai di sini sudah jelas kan
mengenai saham syariah yang masuk ke dalam daftar
Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)? Mungkin Anda bertanya-tanya, apa
saja kategori yang mesti dipenuhi oleh suatu perusahaan agar bisa masuk ke dalam
kategori saham syariah? Setidaknya, ada tiga (3) hal yang mesti dipenuhi oleh
suatu perusahaan agar dapat masuk ke dalam daftar saham syariah.

1. Kegiatan Bisnis
Harus Sesuai dengan Prinsip Syariat Islam

Bagi emiten
yang ingin masuk ke dalam daftar
saham syariah, maka kegiatan bisnis yang dilakukan mesti sesuai dengan syariat
Islam. Konteks aktivitas bisnis di sini mencakup kegiatan produksi, distribusi,
hingga promosi. Jadi, perusahaan yang bergerak di bidang perjudian, produksi
minuman dan makanan haram, jasa seks komersial, dan sejenisnya, jangan pernah
berharap bisa masuk Indeks Saham Syariah
Indonesia (ISSI).

2. Rasio Keuangan Harus
Sesuai dengan Aturan

Inilah
syarat lainnya yang mesti dipenuhi emiten yang ingin masuk ke dalam daftar
saham syariah. Jadi, rasio keuangan perusahaan, seperti rasio perbandingan
utang dan aset (Debt to Equity Ratio)
tidak boleh lebih dari 45%. Kemudian, rasio pendapatan bunga (interest income) dan pemasukan yang
bersifat “tidak halal”, tidak boleh melebihi 10% dari total pendapatan (revenue) perusahaan secara keseluruhan.

3. Masuk ke dalam DES
(Daftar Efek Syariah)

OJK menerbitkan
DES (Daftar Efek Syariah) secara periodik yaitu dua kali setahun, umumnya
diterbitkan pada akhir Mei dan November. Pertanyaannya, apa itu Daftar Efek
Syariah (DES)? Jadi, Daftar Efek Syariah adalah kumpulan efek (saham) yang
sesuai dengan prinsip syariat Islam dan sesuai dengan ketetapan OJK selaku
pihak yang menerbitkannya.
Kategori efek
(saham) yang terdaftar ke dalam DES sama seperti yang dijelaskan sebelumnya
mengenai kategori saham syariah, yaitu (1) perusahaan yang secara eksplisit
memang berbasis syariah, dan (2) perusahaan yang tidak mengungkapkan secara
eksplisit berbasis syariah, tetapi produknya sesuai dengan kriteria syariah.

Mengenal Lebih Dekat
ISSI

Perlu Anda
ketahui, Indeks Saham Syariah Indonesia
(ISSI) diluncurkan pada 12 Mei 2011, yang merupakan indeks komposit saham
syariah terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. ISSI dijadikan sebagai indikator terhadap kinerja pasar saham
syariah. Konstituen ISSI adalah semua saham syariah yang terdaftar di BEI dan juga
masuk kategori DES yang diterbitkan OJK. Dengan kata lain, BEI tidak menyeleksi
saham syariah yang terdaftar di ISSI.
Sama seperti
DES, konstituen ISSI juga diseleksi ulang sebanyak dua kali setahun, tepatnya
pada bulan Mei dan November. Itulah kenapa ada sejumlah saham yang keluar masuk
menjadi konstituen Indeks Saham Syariah
Indonesia (ISSI). Hal ini tentu saja menjadi penting sebagai kepastian bagi
investor mengedepankan investasi halal.
Nah,
untuk metode perhitungan ISSI, hampir sama dengan metode perhitungan yang
digunakan untuk semua Indeks Saham di BEI, yaitu menggunakan rata-rata
tertimbang dari kapitalisasi pasar (market
capitalization
) dengan memakai Desember 2007 sebagai tahun dasar
perhitungan.

Daftar Saham Syariah
(Indeks Saham Syariah Indonesia)

Bagi Anda
yang mungkin sedang membuat skripsi, jurnal, atau penelitian ilmiah, dan pengin
mengambil sampel perusahaan yang terdaftar sebagai saham syariah atau Indeks Saham Syariah Indonesia (Indonesia Sharia Stock Index), maka
berikut ini tim edusaham berikan daftar perusahaan yang masuk ke dalam
ISSI terbaru.
Demikianlah
penjelasan dari tim edusaham mengenai daftar
saham syariah atau Indeks Saham Syariah
Indonesia (ISSI). Semoga penjelasan ini bisa menambah wawasan Anda. Jika
nantinya ada daftar ISSI terbaru, maka nanti akan kami update segera. Terima kasih atas perhatiannya dan bantu share artikel ini, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com