Laporan Keuangan + Rasio Keuangan Bank Syariah (2013 - 2017)

Daftar Saham Syariah di ISSI 2019 (Indeks Saham Syariah Indonesia)

Daftar Saham Syariah Terbaru 2019 (ISSI)

EDUSAHAM.COM --- Bagi mahasiswa atau peneliti yang mungkin ingin melakukan penelitian dan mengambil sampel perusahaan yang masuk ke dalam daftar saham syariah di ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia), di sini tim edusaham akan menyajikan data perusahaan yang terdaftar di ISSI terbaru 2019. Sama seperti tahun sebelumnya, di tahun 2019 ini ISSI juga mengalami koreksi atau revisi setiap dua kali setahun, yaitu periode Juni 2019 - November 2019 dan periode Desember 2019 - Mei 2020.

Meskipun begitu, daftar ISSI terbaru 2019 terhitung hari ini belum diterbitkan. Jika nantinya ada pembaharuan lagi, kami akan segera meng-update. Untuk melihat daftar emiten yang terdaftar di ISSI tahun 2019, Anda bisa melihat penerbitan periode Desember 2018 - Mei 2019. Silakan klik “download” pada data di bawah ini.

Periode Desember 2018 - Mei 2019

  • Daftar Saham Syariah ISSI Per 18 Januari 2019 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per 10 Januari 2019 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per 8 Januari 2019 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per 26 Desember 2018 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per 12 Desember 2018 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per 10 Desember 2018 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per 3 Desember 2018 (download)

Perlu Anda ketahui, daftar saham syariah di ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) selalu mengalami revisi setiap dua kali setahun atau per semester. Untuk tahun 2019, semester satu yaitu periode Juni 2019 - November 2019 dan semester dua yaitu periode Desember 2019 - Mei 2020. Nah, di dalam satu semester, baik semester satu maupun dua, revisi terhadap ISSI bisa terjadi hingga puluhan kali, seperti yang terjadi di tahun 2018 sebelumnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa memang adanya peraturan ketat terhadap ISSI. Emiten yang tidak lagi dianggap memenuhi kriteria sebagai daftar saham syariah, maka akan ditendang ke luar ISSI. Artinya, ini bisa menjadi perhatian penting bagi setiap emiten agar terus konsisten dan tidak bisa bermain-main dengan aturan.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) selaku pengawas pasar modal benar-benar mengatur secara ketat mekanisme yang ada. Ini juga merupakan bagian dari komitmen semua pihak terkait untuk menjadikan pasar modal sebagai wadah investasi yang aman dan terpercaya. Hal ini berlaku bagi semua lembaga penunjang pasar modal.

Terkait dengan daftar saham syariah di ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia), setiap emiten yang akan masuk ke dalam ISSI, setidaknya mesti memenuhi beberapa kriteria, sebagai berikut.

1. Menjalankan Kegiatan Bisnis yang Tidak Bertentangan dengan Syariat

Jadi, siapa pun emiten yang ingin terdaftar di ISSI, maka emiten tersebut mesti menjalankan kegiatan bisnis yang tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Misalnya, bisnis yang dijalankan tidak boleh bergerak di industri produksi makanan dan minuman haram, industri jasa seks komersial, atau mengandung unsur judi, bunga (riba), dan ketidakjelasan. Inilah yang perlu diperhatikan oleh setiap emiten yang ingin masuk ke dalam daftar saham syariah.

2. Rasio Keuangan Mesti Sesuai Ketentuan

Setiap emiten harus terus berusaha untuk menjaga nilai rasio keuangannya agar bisa masuk dan tidak keluar dari ISSI. Rasio keuangan seperti apa? Misalnya, rasio DER (Debt to Equity Ratio) yang tidak boleh melebihi 45%. Kalau lebih dari ketentuan, maka emiten tidak layak masuk ke dalam daftar saham syariah. Kemudian, rasio penghasilan bunga (yang bersifat “haram”) juga tidak boleh melebihi 10% dari total pendapatan emiten secara menyeluruh.

3. Terdaftar sebagai DES (Daftar Efek Syariah)

Sama seperti ISSI, DES juga diterbitkan oleh OJK dalam dua kali setahun, tepatnya bulan Mei dan November. Setidaknya, ada dua kriteria yang mesti dipenuhi suatu perusahaan agar masuk ke dalam kriteria DES (Daftar Efek Syariah), yaitu sebagai berikut:
  1. Perusahaan yang memang berbasis syariah; dan
  2. Perusahaan yang secara terang-terangan tidak menyatakan berbasis syariah, tapi produk yang dihasilkan masuk ke dalam kategori syariah.

Seperti yang juga telah disinggung sebelumnya, bahwa untuk masuk ke dalam daftar saham syariah di ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia), ada mekanisme ketat yang harus dijalankan oleh pihak terkait, dalam hal ini emiten (perusahaan).

Oleh karena itu, untuk mencapai itu semua, dibutuhkan komitmen dan kerja keras agar bisa masuk ke dalam ISSI. Ini menjadi penting, pasalnya sebagian investor akan menjadikan ISSI sebagai wadah untuk membentuk portofolio, apalagi investor dengan preferensi saham syariah.

Ingat, Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim di dunia. Artinya, sebagian besar investor yang ada di bursa, pasti beragama Islam. Tentu saja, ada kecenderungan bagi investor Muslim tersebut untuk berinvestasi secara halal, yaitu memilih produk halal di tempat yang halal.

Artinya, emiten yang tidak dikategorikan sebagai saham syariah, kemungkinan besar akan ditinggal oleh investor Muslim. Meskipun hal ini sangat relatif, tapi kecenderungannya tampak nyata. Apalagi di Bursa Efek Indonesia terdiri dari banyak perusahaan yang berkinerja bagus dan tergolong ke dalam daftar saham syariah.

Tentu saja, investor Muslim tidak akan ragu untuk memilih perusahaan yang berkinerja bagus dan juga terdaftar di ISSI. Percaya atau tidak, pertumbuhan emiten berbasis syariah begitu pesat. Per 18 Januari 2019, jumlah perusahaan yang terdaftar di ISSI (Indeks Saham Syariah) sudah mencapai 403 perusahaan. Angka ini cukup besar sehingga bisa menjadi alternatif utama dalam membentuk portofolio investasi berbasis syariah.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada nilai “plus” dari investor terhadap perusahaan yang mampu masuk ke dalam ISSI. Kenapa? Karena ada sejumlah investor yang butuh kepastian terhadap produk halal. Tentu saja, memilih perusahaan yang terdaftar sebagai saham syariah sudah menjadi keharusan, dan tidak bisa ditawar. Inilah yang perlu disikapi oleh emiten yang tidak terdaftar ke dalam ISSI.

Well, itulah penjelasan tentang daftar saham syariah di ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) terbaru tahun 2019. Semoga informasi ini dapat membantu kepentingan Anda dan mohon bantuannya untuk share artikel dari tim edusaham ini, ya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Daftar Saham Syariah di ISSI 2019 (Indeks Saham Syariah Indonesia)"

Post a Comment