Daftar Saham Syariah di ISSI 2019 (Indeks Saham Syariah Indonesia)

Daftar Saham Syariah Terbaru 2019 (ISSI)

EDUSAHAM.COM — Bagi mahasiswa atau peneliti yang mungkin ingin melakukan
penelitian dan mengambil sampel perusahaan yang masuk ke dalam daftar saham
syariah di ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia), di sini tim edusaham akan menyajikan data perusahaan yang terdaftar di ISSI
terbaru 2019. Sama seperti tahun sebelumnya, di tahun 2019 ini ISSI juga
mengalami koreksi atau revisi setiap dua kali setahun, yaitu periode Juni 2019 
 November 2019 dan periode Desember 2019 Mei 2020.
Meskipun begitu, daftar
ISSI terbaru 2019 terhitung hari ini belum diterbitkan. 
Jika
nantinya ada pembaharuan lagi, kami akan segera meng-update. Untuk melihat daftar emiten yang terdaftar di ISSI tahun
2019, Anda bisa melihat penerbitan periode Desember 2018  Mei 2019. Silakan klik “download” pada
data di bawah ini.

Periode Desember 2018 – Mei 2019

  • Daftar Saham Syariah ISSI Per
    18 Januari 2019 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per
    10 Januari 2019 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per
    8 Januari 2019 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per
    26 Desember 2018
    (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per
    12 Desember 2018 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per
    10 Desember 2018 (download)
  • Daftar Saham Syariah ISSI Per
    3 Desember 2018 (download)
Perlu Anda ketahui,
daftar saham syariah di ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia) selalu mengalami
revisi setiap dua kali setahun atau per semester. Untuk tahun 2019, semester satu yaitu periode Juni 2019 
 November 2019 dan semester dua yaitu periode Desember 2019  Mei 2020.
Nah, di dalam satu semester, baik
semester satu maupun dua, revisi terhadap ISSI bisa terjadi hingga puluhan
kali, seperti yang terjadi di tahun 2018 sebelumnya.
Hal ini mengindikasikan
bahwa memang adanya peraturan ketat terhadap ISSI. Emiten yang tidak lagi
dianggap memenuhi kriteria sebagai daftar saham syariah, maka akan ditendang ke
luar ISSI. Artinya, ini bisa menjadi perhatian penting bagi setiap emiten agar
terus konsisten dan tidak bisa bermain-main dengan aturan.
OJK (Otoritas Jasa Keuangan)
selaku pengawas pasar modal benar-benar mengatur secara ketat mekanisme yang
ada. Ini juga merupakan bagian dari komitmen semua pihak terkait untuk
menjadikan pasar modal sebagai wadah investasi yang aman dan terpercaya. Hal
ini berlaku bagi semua lembaga penunjang pasar modal.
Terkait dengan daftar
saham syariah di ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia), setiap emiten yang akan
masuk ke dalam ISSI, setidaknya mesti memenuhi beberapa kriteria, sebagai
berikut.

1. Menjalankan Kegiatan Bisnis yang Tidak
Bertentangan dengan Syariat

Jadi, siapa pun emiten
yang ingin terdaftar di ISSI, maka emiten tersebut mesti menjalankan kegiatan
bisnis yang tidak bertentangan dengan prinsip syariat. Misalnya, bisnis yang
dijalankan tidak boleh bergerak di industri produksi makanan dan minuman haram,
industri jasa seks komersial, atau mengandung unsur judi, bunga (riba), dan
ketidakjelasan. Inilah yang perlu diperhatikan oleh setiap emiten yang ingin
masuk ke dalam daftar saham syariah.

2. Rasio Keuangan Mesti Sesuai Ketentuan

Setiap emiten harus terus
berusaha untuk menjaga nilai rasio keuangannya agar bisa masuk dan tidak keluar
dari ISSI. Rasio keuangan seperti apa? Misalnya, rasio DER (Debt to Equity Ratio) yang tidak boleh
melebihi 45%. Kalau lebih dari ketentuan, maka emiten tidak layak masuk ke
dalam daftar saham syariah. Kemudian, rasio penghasilan bunga (yang bersifat “haram”)
juga tidak boleh melebihi 10% dari total pendapatan emiten secara menyeluruh.

3. Terdaftar sebagai DES (Daftar Efek
Syariah)

Sama seperti ISSI, DES
juga diterbitkan oleh OJK dalam dua kali setahun, tepatnya bulan Mei dan
November. Setidaknya, ada dua kriteria yang mesti dipenuhi suatu perusahaan
agar masuk ke dalam kriteria DES (Daftar Efek Syariah), yaitu sebagai berikut:
  1. Perusahaan yang memang berbasis syariah; dan
  2. Perusahaan yang secara terang-terangan tidak menyatakan berbasis
    syariah, tapi produk yang dihasilkan masuk ke dalam kategori syariah.
Seperti yang juga telah
disinggung sebelumnya, bahwa untuk masuk ke dalam daftar saham syariah di ISSI
(Indeks Saham Syariah Indonesia), ada mekanisme ketat yang harus dijalankan
oleh pihak terkait, dalam hal ini emiten (perusahaan).
Oleh karena itu, untuk
mencapai itu semua, dibutuhkan komitmen dan kerja keras agar bisa masuk ke
dalam ISSI. Ini menjadi penting, pasalnya sebagian investor akan menjadikan
ISSI sebagai wadah untuk membentuk portofolio, apalagi investor dengan
preferensi saham syariah.
Ingat, Indonesia
merupakan negara dengan penduduk Muslim di dunia. Artinya, sebagian besar
investor yang ada di bursa, pasti beragama Islam. Tentu saja, ada kecenderungan
bagi investor Muslim tersebut untuk berinvestasi secara halal, yaitu memilih
produk halal di tempat yang halal.
Artinya, emiten yang
tidak dikategorikan sebagai saham syariah, kemungkinan besar akan ditinggal
oleh investor Muslim. Meskipun hal ini sangat relatif, tapi kecenderungannya
tampak nyata. Apalagi di Bursa Efek Indonesia terdiri dari banyak perusahaan
yang berkinerja bagus dan tergolong ke dalam daftar saham syariah.
Tentu saja, investor
Muslim tidak akan ragu untuk memilih perusahaan yang berkinerja bagus dan juga
terdaftar di ISSI. Percaya atau tidak, pertumbuhan emiten berbasis syariah
begitu pesat. Per 18 Januari 2019, jumlah perusahaan yang terdaftar di ISSI
(Indeks Saham Syariah) sudah mencapai 403 perusahaan. Angka ini cukup besar
sehingga bisa menjadi alternatif utama dalam membentuk portofolio investasi
berbasis syariah.
Tidak bisa dipungkiri
bahwa ada nilai “plus” dari investor terhadap perusahaan yang mampu masuk ke
dalam ISSI. Kenapa? Karena ada sejumlah investor yang butuh kepastian terhadap
produk halal. Tentu saja, memilih perusahaan yang terdaftar sebagai saham
syariah sudah menjadi keharusan, dan tidak bisa ditawar. Inilah yang perlu
disikapi oleh emiten yang tidak terdaftar ke dalam ISSI.
Well, itulah penjelasan tentang daftar saham syariah di ISSI (Indeks Saham
Syariah Indonesia) terbaru tahun 2019. Semoga informasi ini dapat membantu
kepentingan Anda dan mohon bantuannya untuk share
artikel dari tim edusaham ini, ya.

One thought on “Daftar Saham Syariah di ISSI 2019 (Indeks Saham Syariah Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com