Materi Belajar: Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan Lengkap

Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan

EDUSAHAM.COM --- Bagi Anda yang mungkin pengin dan tertarik belajar ilmu akuntansi, maka wajib bagi Anda untuk memahami apa saja dasar-dasar akuntansi keuangan. Ini merupakan salah satu materi yang sangat penting dan menjadi landasan. Nah, berikut ini tim edusaham akan menyajikan info lengkap tentang materi dasar akuntansi keuangan.

Apa Itu Akuntansi Keuangan Dasar?

Secara umum, dasar-dasar akuntansi keuangan atau akuntansi keuangan dasar adalah suatu proses atau tahapan utama dalam kegiatan akuntansi dan ini mesti dipahami sebagai langkah untuk menguasai akuntansi.

1. Nama dan Nomor Akun

Akun adalah suatu kata serapan dari bahasa Inggris yaitu “account”, yang artinya tempat untuk menampung suatu catatan atau aktivitas yang disusun secara kronologis berdasarkan sistem yang urut dan terstruktur (umumnya berdasarkan tanggal transaksi).

Sedangkan untuk kode akun adalah suatu simbol atau nomor tertentu yang terikat pada setiap akun. Nah, kode akun inilah yang digunakan untuk memudahkan dalam pengelompokkan akun yang tercatat pada suatu jurnal yang kemudian dimasukkan ke dalam buku besar.

Memang, keberadaan akun tersebut sangat diperlukan. Tentu saja, ini terkait dengan data dan informasi keuangan yang berbentuk laporan keuangan yang mesti mudah dipahami oleh pengguna. Oleh karena itu, laporan keuangan sudah seharusnya disajikan secara sistematis. Tidak hanya sistematis, tetapi juga logis dan mudah dianalisis. Inilah fungsi utama dari akun.

Dengan demikian, maka informasi keuangan tersebut harus tersusun sedemikian rupa dan harus sesuai dengan jenis serta karakter bisnis masing-masing korporasi atau perusahaan.
Banyak sekali akun dalam akuntansi. Akun yang terdapat di dalam laporan keuangan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar (utama), yaitu sebagai berikut:

1. Akun Temporal (Temporary Accounts).
Akun temporal merupakan kelompok akun di mana nilai saldonya bersifat sementara (temporary). Dengan kata lain, nilai saldo dari akun-akun kelompok temporary ini hanya terdapat pada satu periode saja. Kenapa demikian? Karena akun-akun tersebut nantinya akan ditutup pada akhir periode akuntansi (buku).

Kelompok akun ini juga sering disebut sebagai Akun Nominal (Nominal Accounts). Jadi, akun-akun yang masuk ke dalam kelompok akun nominal ini tersaji di dalam Lap. Laba Rugi, yaitu Pendapatan (Revenue) dan Biaya (Costs).

2. Akun Permanen (Permanent Accounts)
Akun permanen merupakan suatu akun yang nilai saldonya bersifat permanen (tetap). Dengan kata lain, nilai saldo pada akun ini tidak akan ditutup pada satu periode tertentu karena nilai saldonya akan selalu tersedia selama perusahaan menjalankan kegiatan operasional.

Kelompok akun ini juga sering disebut sebagai Akun Riil (Real Accounts). Akun-akun yang masuk ke dalam kelompok akun riil ini tersaji di dalam Neraca, yaitu Aset Lancar, Aset Tetap, Utang, dan Modal.

2. Konsep Debit dan Kredit

Inilah salah satu poin dari dasar-dasar akuntansi keuangan. Ya, mungkin Anda tidak asing lagi mendengar istilah debit dan kredit. Nah, secara konsep, debit dan kredit merupakan dua hal yang berlawanan. Dalam akuntansi, debit dan kredit pada akhirnya harus dalam posisi yang seimbang.

Debit adalah posisi akun bersaldo normal untuk akun aset dan biaya. Di dalam jurnal, debit diletakkan di sebelah kiri. Maksudnya, jika terjadi penambahan, maka aset dan biaya akan diposisikan di debit, dan jika terjadi pengurangan, maka aset dan biaya akan diletakkan di sebelah kanan (kredit).

Kredit adalah posisi akun bersaldo normal untuk akun pendapatan, utang, dan modal yang mana akan diposisikan di sebelah kanan pada jurnal. Maksudnya, jika terjadi penambahan pada akun pendapatan, utang, dan modal, maka harus diletakkan di posisi kredit, dan akan diletakkan di posisi debit jika terjadi pengurangan.

Konsep dari debit dan kredit sudah semestinya dipahami dengan baik karena ini akan menjadi penting ketika Anda melakukan pencatatan transaksi (jurnal).

3. Jurnal

Apa itu jurnal? Secara umum, jurnal adalah lembar kerja yang dipakai untuk pencatatan berbagai transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan. Ada beberapa jenis jurnal yang perlu Anda ketahui, yaitu sebagai berikut.

  1. Jurnal Umum. Biasanya dipakai untuk mencatat seluruh transaksi yang terjadi secara rinci.
  2. Jurnal Khusus. Biasanya dipakai untuk mencatat seluruh transaksi khusus terkait pembelian dan penjualan yang dilakukan perusahaan.
  3. Jurnal Penerimaan & Pengeluaran Kas. Biasanya dipakai untuk mencatat semua transaksi pengeluaran dan pemasukan kas perusahaan.
  4. Jurnal Penutup. Biasanya dipakai untuk menutup akun-akun yang ada di Lap. Laba Rugi (ex: Pendapatan dan Biaya).
  5. Jurnal Pembalik. Biasanya dipakai pada awal periode akuntansi baru yang bertujuan untuk membalikkan akun jurnal penyesuaian. Jurnal pembalik akan dibuat sebelum perusahaan melakukan pencatatan transaksi untuk periode buku baru.

4. Posting Jurnal ke Buku Besar

Inilah poin dasar-dasar akuntansi keuangan selanjutnya. Apa yang dimaksud dengan posting ke buku besar? Perlu Anda ketahui terlebih dahulu bahwa buku besar adalah kumpulan dari transaksi-transaksi suatu akun. Proses teknis untuk posting (pemindahan) jurnal ke buku besar dilakukan setelah seluruh transaksi dicatat ke dalam jurnal yang selanjutnya akan dilakukan posting ke dalam buku besar sesuai dengan masing-masing nama akun.

Ingat, satu nama akun = satu buku besar. Dengan demikian, transaksi yang berkaitan dengan satu jenis akun, maka akan masuk ke dalam satu buku besar. Sebagai contoh, transaksi-transaksi kas akan dimasukkan ke dalam buku besar Kas. Begitu seterusnya hingga semua transaksi tersebut di-posting ke buku besar.

5. Membuat Neraca Percobaan

Neraca percobaan ini serupa dengan neraca biasa. Hal ini penting dilakukan dalam rangka mengetahui apakah suatu pencatatan telah benar sesuai dengan posisi yang sebenarnya (debit dan kredit). Jika sudah sesuai, maka nilai nominal di sisi debit akan sama (balance) dengan nilai nominal di sisi kredit.

Inilah alasan kenapa neraca juga disebut sebagai Balance Sheet. Bagaimana jika sisi kredit dan debit tidak balance? Itu menandakan adanya kesalahan dalam pencatatan. Contohnya, salah memasukkan nominal, salah jenis akun, atau salah masuk buku besar.

6. Penyajian Laporan Keuangan

Inilah tahapan terakhir yang menjadi bagian dari dasar-dasar akuntansi keuangan. Nah, penyajian laporan keuangan adalah salah satu fungsi utama dari akuntansi. Setelah Anda membuat neraca percobaan dengan hasil yang balance, maka Anda dapat menyajikan laporan keuangan.

Apa itu laporan keuangan? Laporan keuangan merupakan catatan berupa informasi keuangan dari perusahaan untuk satu periode tertentu yang mendeskripsikan aktivitas dan kinerja suatu perusahaan yang disajikan dalam mata uang tertentu.

Apa saja yang termasuk ke dalam laporan keuangan? Jadi, laporan keuangan umumnya terdiri dari:
  • Neraca (Balance Sheet). Laporan yang berbentuk penyajian posisi keuangan (aset) suatu perusahaan untuk periode tertentu.
  • Laporan Laba Rugi. Laporan yang berbentuk penyajian atas perhitungan keuntungan atau kerugian yang dialami perusahaan, yang mana terdiri dari seluruh pendapatan yang dihasilkan perusahaan kemudian dikurangi dengan seluruh biaya yang terjadi.
  • Laporan Perubahan Modal (Ekuitas). Laporan berbentuk penyajian penambahan atau pengurangan nilai investasi dari pemodal perusahaan, kemudian ditambah dengan laba serta dikurangi kerugian. Pada akhirnya, akan diketahui berapa total modal perusahaan di akhir periode.
  • Laporan Arus Kas (Cash Flow). Laporan berbentuk penyajian penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dalam satu periode tertentu.

Well, itulah materi dasar-dasar akuntansi keuangan yang penting untuk dipahami oleh siapa pun yang pengin menguasai ilmu akuntansi. Enam hal di atas merupakan elemen yang penting dan satu kesatuan, jadi tidak bisa dipisahkan atau diabaikan salah satunya. Oleh karena itu, pastikan Anda memahami keenam elemen tersebut secara komprehensif. Sekian informasi dari tim edusaham, semoga bermanfaat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Materi Belajar: Dasar-Dasar Akuntansi Keuangan Lengkap"

Post a Comment