Pengertian Pasiva, Komponen Pasiva, dan Jenis Pasiva

Pengertian Pasiva, Komponen Pasiva, dan Jenis Pasiva



EDUSAHAM.COM
Setelah sebelumnya tim edusaham
membahas tentang pengertian aktiva
beserta jenis dan contohnya, sekarang kami akan membahas sesuatu yang
berlawanan dengan aktiva, yaitu pasiva. Apa saja materi pasiva yang disajikan
di sini? Mulai dari pengertian pasiva, komponen pasiva perusahaan (bank dan non
bank), jenis atau pengelompokkan pasiva, rumus pasiva, dan pengaruh nilai pasiva
dalam keputusan investasi. Oleh karena itu, simak artikel ini dengan baik, ya.

Definisi Pasiva

Apa itu pasiva? Dalam akuntansi,
pengertian pasiva adalah suatu pengorbanan secara ekonomi yang dilakukan oleh
suatu perusahaan (entitas bisnis) dalam rangka menunjang kegiatan bisnis.
Dengan kata lain, pengorbanan ekonomi ini diharapkan akan menghasilkan value di masa depan.

Komponen Pasiva

Di dalam neraca keuangan, ada dua sisi
yang tergambar secara garis besar, yaitu aktiva (aset) dan pasiva. Nah, komponen dari pasiva yaitu terdiri
dari Utang (Liabilities) dan Modal
(Equity)
. Komponen pasiva ini
berlaku untuk semua jenis perusahaan, baik bank maupun non bank.

Jenis dan Pengelompokkan Pasiva

Setelah memahami pengertian pasiva dan
komponen pasiva, maka berikut ini kami akan menjelaskan bagaimana
pengelompokkan pasiva tersebut dan apa saja jenis-jenisnya.
1.
Utang (Liabilities)
Inilah komponen pasiva yang  pertama. Apa itu utang? Secara sederhana,
utang adalah segala hal yang menjadi kewajiban bayar bagi perusahaan kepada
pihak lain atas transaksi yang terjadi di masa lalu. Nah, secara umum, utang (liabilities)
terdiri dari beberapa jenis, yaitu utang jangka pendek atau disebut juga utang
lancar dan utang jangka panjang.
a.
Utang Jangka Pendek/Lancar (Current
Liabilities
)
Pengertian utang lancar adalah jenis
utang yang harus dibayar dalam jangka waktu dekat atau sesegera mungkin,
biasanya pembayaran dilakukan dalam periode kurang dari satu tahun. Nah, utang jangka pendek terdiri dari
berbagai jenis akun, yaitu sebagai berikut.
  • Utang Dagang (Account
    Payable
    )
    , yaitu utang yang muncul
    akibat adanya pembelian barang (baca: bahan baku) atau sejenisnya kepada
    pemasok (supplier) dalam rangka menunjang
    kegiatan operasional.
  • Utang Gaji (Salaries
    Payable
    )
    , yaitu suatu kewajiban
    yang harus dibayarkan oleh perusahaan kepada sejumlah karyawan atas hak
    yang seharusnya mereka terima.
  • Utang Wesel (Notes
    Payable
    )
    , yaitu suatu bentuk
    surat perintah yang mana perusahaan wajib membayar sejumlah uang atas
    pinjaman kepada pihak yang memberikan pinjaman. Umumnya, pembayaran
    terjadi dalam jangka waktu 30, 60, atau 90 hari.
  • Utang Dividen (Devidend Payable),
    yaitu bagian dari laba perusahaan yang kemudian diberikan kepada pemegang saham
    dalam bentuk dividen, namun proses pembayaran tersebut belum juga
    dilakukan saat neraca keuangan telah disusun.
  • Utang Pajak (Tax
    Payable
    )
    , yaitu suatu kewajiban
    yang harus dibayarkan oleh perusahaan atas pajak dari aset yang
    dimilikinya.
  • Beban Yang Masih Harus Dibayar atau (Accrued Interest Payable),
    yaitu suatu biaya yang masih belum dilunasi oleh perusahaan dalam periode
    akuntansi, sebagai contoh: biaya sewa, upah, gaji, dan biaya yang lain.
  • Penghasilan Yang Ditangguhkan atau (Differed Revenue), yaitu penghasilan
    yang belum seutuhnya menjadi hak perusahaan. Dengan kata lain, masih
    ditunda.
  • Pendapatan Diterima Di Muka atau (Unearned Revenue), yaitu bentuk
    kewajiban yang muncul akibat penerimaan pembayaran sebelum kewajiban atas
    barang/jasa direalisasikan.
b.
Utang Jangka Panjang (Long-Term
Liabilities
)
Pengertian utang jangka panjang adalah
jenis utang yang harus dibayar perusahaan dalam jangka waktu yang relatif lama,
biasanya pembayaran dilakukan dalam periode lebih dari satu tahun. Nah, utang jangka panjang juga terdiri
dari berbagai jenis akun, sebagai berikut.
  • Utang Bank (Bank
    Loan
    )
    , yaitu bentuk pinjaman
    modal kerja yang dilakukan oleh perusahaan terhadap bank. Biasanya, modal
    kerja ini digunakan dalam rangka pengembangan usaha (ekspansi) atau kepentingan
    strategis lainnya.
  • Utang Hipotek (Mortgages Payable),
    yaitu suatu jenis utang pinjaman bank yang menggunakan aset tetap
    perusahaan sebagai agunan.
  • Utang Obligasi (Bonds Payable),
    yaitu kewajiban yang muncul karena perusahaan menerbitkan obligasi dan
    menjualnya. Apa itu obligasi? Penjelasan lengkap bisa baca di artikel ini:
    Penjelasan Lengkap Obligasi
  • Kredit Noveltasi (Long-Term Loan),
    yaitu pinjaman jangka panjang yang didapatkan dari lembaga keuangan baik
    lembaga keuangan bank (LKB) maupun lembaga keuangan bukan bank (LKBB).
  • Utang Suberdiresi (Suberdinated Loan),
    yaitu suatu kewajiban dari para pemegang saham perusahaan induk yang
    bersifat tanpa bunga.
  • Utang Sewa Dana (Payable Leasme),
    yaitu utang yang didapatkan dari perusahaan asing atas pembelian berupa
    aset tetap yang biasanya dilakukan dalam bentuk cicilan (kredit) dan rentang
    waktu yang relatif panjang.
  • Utang Pemegang Saham (Holding Company Loan),
    yaitu suatu kewajiban yang pada umumnya diberikan oleh induk perusahaan kepada
    anak perusahaan (baca: perusahaan afiliasi) untuk kepentingan operasional perusahaan
    afiliasi tersebut.
  • Utang Sewa Jangka Panjang (Long Termen Lent Liabilities), yaitu jenis utang perusahaan yang masih harus
    dibayar kepada pihak peminjam dalam tempo atau jangka waktu yang relatif
    lama.
2.
Modal (Equity)
Inilah komponen pasiva selanjutnya. Apa
yang dimaksud dengan modal? Secara umum, modal (equity) adalah sumber daya ekonomi internal perusahaan yang
dijadikan sebagai bekal atau dasar untuk meningkatkan kekayaan. Modal atau capital ini juga menjadi cerminan
seberapa besar kekayaan perusahaan dalam melakukan kegiatan bisnis. Di dalam
neraca keuangan, modal bisa diperoleh dari hasil pengurangan antara aktiva
(aset) dan utang.

Modal
= Aset – Utang

Pasiva dan Pengaruhnya dalam Keputusan
Investasi

Setelah Anda memahami pengertian pasiva,
komponen, jenis & pengelompokkan, lalu apa pengaruh pasiva terhadap
keputusan investasi yang dilakukan oleh investor? Dalam sudut pandang investor,
pasiva bisa mencerminkan seberapa besar penggunaan utang dari perusahaan
terhadap modal yang dimiliki.
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa
untuk mendapatkan nilai pasiva, maka perlu dilakukan penjulamlahan antara utang
dan modal. Di sinilah tampak jelas berapa porsi modal perusahaan dan berapa
porsi utang. Banyak perusahaan yang porsi utangnya lebih besar dari modal yang
dimiliki.
Tentu saja, ini menjadi pertimbangan
bagi investor apa alasan perusahaan menggunakan utang yang begitu besar dan
seberapa kemampuan dalam menciptakan laba dari kegiatan pinjaman (utang)
tersebut.
Umumnya, investor akan melihat dari
rasio DER (Debt to Equity Ratio)
untuk menilai seberapa besar penggunaan utang perusahaan terhadap modal.
Perusahaan (emiten) dengan rasio DER yang tinggi, katakanlah di atas 1%, maka
itu mencerminkan bahwa utang perusahaan lebih besar dari modal yang dimilikinya.
Investor tentu akan berpikir kembali
untuk berinvestasi di perusahaan dengan nilai DER yang besar. Kenapa? Karena
ada kewajiban yang mesti dibayar oleh perusahaan dan ini dianggap berdampak
pada pembayaran dividen nantinya.
Logika sederhananya seperti ini, anggaplah
laba kotor perusahaan Rp 1,5 miliar dan utang Rp 500 juta, maka laba bersih
perusahaan Rp 1 miliar.
Perusahaan telah menentukan sebelumnya
bahwa 50% dari laba bersih akan dibayarkan kepada investor dan pemegang saham
dalam bentuk dividen. Dengan kata lain, jatah investor dan pemegang saham dari
laba bersih tersebut sebesar Rp 500 juta yang kemudian dibagikan sesuai dengan porsi
kepemilikan saham masing-masing.
Coba Anda bayangkan utang perusahaan
lebih kecil, anggaplah Rp 100 juta. Tentu saja, porsi laba yang dibagikan
perusahaan kepada investor dan pemegang saham bisa lebih besar.
Well, itulah pembahasan atau materi tentang pasiva, mulai
dari pengertian pasiva, komponen, jenis, dan seterusnya. Semoga informasi ini
ada manfaatnya dan bisa menambah ilmu serta wawasan Anda semua. Terima kasih
dan bantu share, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com