Pengertian LEASING: Jenis, Fungsi, Produk, Suku Bunga, & Cara Kredit

Gambar Pengertian LEASING

EDUSAHAM.COM
Hi, sobat. Pada kesempatan kali ini, tim edusaham akan membahas semua
materi leasing. Mulai dari pengertian leasing,
jenis leasing, fungsi leasing, produk leasing, proses dan cara kerja leasing,
suku bunga leasing, contoh perusahaan
leasing, cara mengajukan kredit di leasing hingga contoh simulasi kredit. Dijamin
lengkap! Tanpa panjang lebar, berikut penjelasannya.

Definisi (Arti) Leasing

Apa itu leasing? Arti leasing secara harfiah adalah menyewakan (lease), atau bisa juga disebut sewa guna usaha. Secara umum,
pengertian leasing adalah suatu
aktivitas pembiayaan (biasanya) dalam bentuk penyediaan barang-barang modal
yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
Pengertian leasing juga tercatat dalam Surat
Keputusan Menteri Keuangan (No. 1169/K.MK.01/1991). Definisi singkatnya seperti
ini, leasing adalah proses pembiayaan
berbentuk pengadaan barang modal, baik dalam bentuk finance lease (sewa guna usaha berupa hak opsi), maupun dalam
bentuk operating lease (sewa guna usaha
tanpa hak opsi), yang kemudian digunakan oleh penyewa barang (lessee) dalam jangka waktu tertentu.
Menurut investopedia,
pengertian leasing adalah suatu kontrak
yang menguraikan ketentuan-ketentuan di mana satu pihak setuju untuk menyewa
barang/properti yang dimiliki oleh pihak lain.
Proses ini akan menjamin
semua elemen, mulai dari penyewa, pihak lessor,
pemilik property (barang), penggunaan
aset, hingga pembayaran rutin untuk periode tertentu sebagai imbalan.
Penyewa (lessee) dan perusahaan leasing (lessor) menghadapi konsekuensi yang sama ketika mereka gagal dalam menegakkan
ketentuan kontrak. Ini adalah bentuk incorporeal
rights (i.e. suatu hak yang tidak
terlihat, tapi dapat ditegakkan secara hukum).
Secara umum, proses
pembiayaan leasing setidaknya melibatkan
empat pihak:
1. Lessor (Perusahaan Leasing)
2. Lessee (Nasabah/Konsumen/Penyewa)
3. Supplier atau Vendor (Penyedia Barang)
4. Perusahaan Asuransi
Nah, dari penjelasan di
atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian leasing adalah suatu mekanisme pembiayaan yang diajukan oleh Lessee terhadap Lessor untuk mendapatkan barang yang disediakan oleh Supplier, dan dilakukan dalam jangka
waktu tertentu.
Dalam proses
pembiayaan ini, pihak Asuransi hampir selalu dilibatkan untuk mengasuransikan
barang (modal) yang disewakan. Biasanya, nasabah (lessee) yang akan menanggung biaya asuransi tersebut. Nah, nasabah bebas memilih jenis asuransi yang dibutuhkan,
ada All Risk, TLO, dan Kombinasi. Setiap jenis asuransi memiliki biaya yang
berbeda-beda.
Lessee bisa berupa
perorangan, perusahaan, organisasi, atau kelompok tertentu. Sedangkan supplier atau vendor biasanya berbentuk
badan usaha (CV, PT, dll) yang menyediakan berbagai jenis barang, seperti
kendaraan (mobil atau motor), mesin pabrik, peralatan kantor, barang elektronik,
dan lainnya.

Istilah dan Elemen dalam Leasing

Untuk memudahkan sobat
dalam memahami materi leasing, berikut
ini ada beberapa istilah atau elemen-elemen yang terdapat dalam dunia leasing. Apa saja?
1. Lessor
= perusahaan leasing
2. Lessee
= nasabah atau customer
3. Vendor atau Supplier = penyedia atau penjual barang
4. Lease
Term
= jangka waktu sewa yang sesuai dengan kesepakatan
5. Residual
Value
= nilai sisa dari aset (barang) yang disewakan
6. Security
Deposit
(SD) = jaminan uang
(kas) dari lessee yang diberikan
kepada lessor sebagai syarat awal
untuk kelancaran pembayaran barang yang disewakan (leased asset).

Jenis-Jenis Leasing

Pengertian LEASING: Jenis, Fungsi, Produk, Suku Bunga, & Cara Kredit



Sudah paham kan pengertian leasing? Nah, sobat tahu
gak ternyata leasing terdiri dari
berbagai jenis. Apa saja? Berikut jenis-jenis leasing secara umum.

1. Capital Lease (Sewa Modal)

Apa
itu capital lease? Pengertian capital lease adalah perusahaan
(lembaga) keuangan yang memberikan fasilitas keuangan kepada nasabah untuk
mendapatkan barang (modal) yang dibutuhkan.
Cara
kerja leasing jenis ini singkatnya
begini: nasahah (lessee) mencari
barang yang dibutuhkan dengan spesifikasi tertentu ke supplier. Setelah nasabah mendapatkan barang dari supplier, lessor akan membayarkan sejumlah uang kepada supplier atas barang yang dibutuhkan nasabah.
Setelah
lessor selesai membeli barang dari supplier, nasabah harus membayarkan
sejumlah uang modal (DP) kepada lessor
sebagai bagian dari proses perjanjian yang telah disepakati. Nasabah pun diwajibkan
untuk melunasi sisa utang dalam periode tertentu, sesuai dengan perjanjian
kontrak.
Sedangkan
menurut investopedia, pengertian capital
lease
adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada penyewa (lessee) untuk menggunakan aset secara
sementara, dan memperoleh manfaat ekonomis dari kepemilikan aset tersebut,
untuk tujuan akuntansi.
Pada
intinya, sewa modal (capital lease) dianggap
sebagai pembelian aset, sedangkan sewa operasi (capital lease) diperlakukan sebagai sewa yang sesungguhnya
berdasarkan GAAP/Generally Accepted Accounting Principles.

2. Operating Lease (Sewa Operasi)

Inilah
jenis leasing selanjutnya. Apa itu operating lease? Pengertian operating lease adalah perusahaan pembiayaan
yang menyediakan jasa sewa barang kepada nasabah dalam jangka waktu tertentu.
Biasanya, nasabah hanya fokus membayar biaya sewa (rental) barang saja,
sedangkan harga barang dan BLL (biaya lain-lain) dibayarkan oleh lessor.
Menurut
investopedia, pengertian operating lease adalah suatu kontrak
yang memungkinkan penggunaan suatu aset tetapi tidak sampai pada kepemilikan hak
atas aset tersebut.
Sewa
operasi dihitung sebagai pembiayaan di luar neraca — yang berarti bahwa aset
sewaan dan kewajiban terkait pembayaran sewa di masa depan tidak masuk ke dalam
neraca perusahaan, untuk menjaga rasio utang terhadap ekuitas rendah.
Secara
historis, sewa operasi telah memungkinkan perusahaan-perusahaan Amerika untuk
menjaga miliaran dolar aset dan liabilitas agar tidak dicatat di neraca mereka.

3. Leveraged Lease (Sewa Guna Usaha)

Apa
itu leveraged lease? Menurut investopedia, pengertian leveraged lease adalah suatu proses perjanjian
leasing yang dibiayai melalui lessor dengan bantuan dari lembaga
keuangan pihak ketiga (misalnya: bank). Dalam leveraged leasing, suatu aset disewa dengan bantuan dana pinjaman.
Sewa
dengan leverage biasanya digunakan
dalam penyewaan aset yang direncanakan untuk penggunaan jangka pendek. Aset
seperti mobil, truk, kendaraan konstruksi, dan peralatan bisnis biasanya
tersedia melalui opsi leveraged leasing.
Sewa dapat dilakukan oleh perusahaan atau individu yang akan menyewa aset.

4. Sales-Type Lease (Sewa Tipe
Penjualan/Penjualan Sewa)

Menurut
xplaind,
pengertian sales-type lease (penjualan
sewa) adalah jenis sewa modal di mana nilai sekarang dari pembayaran sewa
minimum
(i.e. piutang sewa guna usaha lessor)
lebih tinggi dari jumlah aset sewaan tercatat.
Dalam
tipe penjualan sewa, lessor mencatat
laba operasi sama dengan perbedaan antara pembayaran sewa minimum dan jumlah aset
sewaan tercatat. Selain itu, lessor
juga mencatat pendapatan bunga selama masa sewa.
Sewa
tipe penjualan biasanya relevan untuk dealer
dan manufacturer lessor yang juga
menghasilkan laba kotor pada awal sewa bersamaan dengan pendapatan bunga
berkala.
Sewa
jenis penjualan hanya relevan untuk lessor
dan tidak memiliki implikasi akuntansi untuk penyewa. Ini dapat dikontraskan
dengan sewa pembiayaan langsung di mana tidak ada laba operasi yang diakui pada
awal sewa.

Fungsi Leasing

Setelah memahami
pengertian leasing beserta
jenis-jenisnya, lalu apa sih
sebenarnya fungsi leasing itu? Jadi,
fungsi leasing sebenarnya tidak jauh
berbeda dari fungsi bank, yaitu menyediakan produk pembiayaan jangka menengah
(mulai dari tenor 1 tahun hingga 5 tahun).
Lalu, apa yang
perbedaan leasing dengan bank? Secara
umum, bank hanya memberikan pinjaman dalam bentuk uang/dana/cash, sedangkan leasing dapat menyediakan produk pinjaman dalam bentuk barang yang
kemudian barang tersebut dicicil secara kredit.
Misalnya, dalam
pembelian mobil. Tanpa adanya leasing,
mungkin sobat harus membeli mobil secara tunai (cash). Pasti sangat berat. Uang dari mana? Terlebih jika sobat
hanya karyawan biasa: butuh bertahun-tahun mengumpulkan uang.
Di sinilah fungsi leasing, yaitu membuka kesempatan kepada
sobat untuk memiliki mobil tanpa harus menyediakan uang tunai 100%. Biasanya, sobat
hanya perlu menyediakan down payment
(DP) sebagai kesepakatan awal. Besaran DP minimal 25% dari harga mobil. Nah, sisa kekurangannya dapat sobat
angsur/cicil secara kredit selama jangka waktu tertentu.

Tujuan Leasing

Apa sih tujuan leasing? Secara umum, tujuan leasing
adalah untuk memberikan akses atau kemudahan kepada masyarakat terutama dalam
memiliki barang modal, sekali pun harga barang tersebut terbilang tinggi. Kok
bisa?
Seperti yang telah
dijelaskan pada pengertian leasing
sebelumnya, bahwasannya leasing
memungkinkan sobat untuk memiliki barang modal tanpa harus membayar barang
tersebut secara tunai full di awal.
Dengan kata lain, sobat dapat membayarnya secara kredit (sistem angsuran).
Selain itu, yang
pasti, tujuan perusahaan pembiayaan (leasing)
menjalankan bisnis ini yaitu untuk mencari keuntungan yang diperoleh melalui
bunga kredit. Jadi, jika harga barang yang diinginkan debitur normalnya Rp 100
juta, debitur akan membayar barang tersebut kepada leasing dengan harga yang lebih besar dari harga real barang karena adanya bunga kredit.

Produk Leasing

Pengertian LEASING: Jenis, Fungsi, Produk, Suku Bunga, & Cara Kredit



Berbicara mengenai
produk leasing, setiap perusahaan leasing, khususnya yang ada di Indonesia,
pastinya menawarkan beragam produk. Namun, secara umum, ada dua produk familiar
yang terdapat pada perusahaan leasing
di Indonesia.

Pertama, sewa
barang modal
. Singkatnya begini, perusahaan leasing
(lessor) membeli tunai suatu barang yang
dibutuhkan konsumen kepada supplier.
Kemudian, barang tersebut disewakan kepada konsumen.
Dalam hal ini,
konsumen wajib membayar (melunasi) barang modal tersebut secara kredit. Dengan
kata lain, sebelum konsumen melunasi cicilan atas barang tersebut, maka barang
tersebut adalah milik lessor. Bukti
kepemilikan barang tersebut biasanya dipegang/disimpan oleh lessor sebagai jaminan, misalnya BPKB,
dll.
Kedua, fasilitas
pinjam dana
. Di sini, konsumen dapat meminjam sejumlah dana kepada leasing untuk berbagai keperluan, bisa
untuk pendidikan, renovasi rumah, biaya pernikahan, bisnis/usaha, dan untuk
keperluan konsumtif apa pun. Namun, konsumen mesti menyediakan jaminan (agunan)
kepada leasing, bisa berupa
sertifikat rumah, bpkb, dll.

Tingkat Suku Bunga Kredit Leasing

Berapa sih tingkat suku bunga kredit di perusahaan
leasing? Setiap perusahaan leasing sudah menetapkan tingkat suku
bunga tersendiri. Contoh pada suku bunga kredit mobil, BCA Finance menetapkan
suku bunga 6.75% per tahun. Adira Finance menetapkan suku bunga 12% per tahun.
Sedangkan suku bunga di Sinarmas Multifinance 15% per tahun.

Proses dan Cara Kerja Leasing

Seperti yang telah
dijelaskan pada bagian produk leasing,
untuk proses dan cara kerja leasing,
tentunya tergantung jenis pembiayaan yang dipilih. Namun, secara garis besar,
proses kredit di leasing hampir sama
dengan kredit di bank, seperti adanya agunan, down payment (DP), tenor (jangka waktu) kredit, besaran cicilan,
dan adanya biaya-biaya terkait.
Mau kredit di leasing? Berikut ada beberapa hal yang
mesti sobat perhatikan.
1. Persyaratan
pengajuan kredit;
2. Down Payment/DP (Uang Muka);
3. Suku bunga kredit;
4. Jangka waktu
(tenor)
5. Jumlah angsuran per
bulan;
6. Biaya-biaya terkait
(provisi, administrasi, asuransi, dll);
7. Biaya denda
keterlambatan; dan
8. Biaya pelunasan
dipercepat.

Kontroversi Cara Kerja Leasing di Indonesia

Coba sobat ingat
kembali apa definisi atau pengertian leasing.
Ya, singkatnya leasing adalah proses pembiayaan
dalam bentuk sewa guna usaha. Di sana ada arti sewa. Di dalam proses perjanjian
sewa, seharusnya tidak melibatkan DP/uang muka. Namun, pada faktanya,
perusahaan leasing di Indonesia
justru menetapkan DP.
Selain itu, di dalam
sistem sewa, lessee seharusnya juga
tidak dibebani sejumlah biaya yang melekat pada barang sewaan tersebut. Dengan
kata lain, pemilik barang lah yang menanggung semua biaya tersebut. Namun,
sistem sewa pada leasing di Indonesia
justru sebaliknya.

Proses dan Cara Mengajukan Kredit di Leasing

Prosedur, Syarat, dan Cara Kredit di Leasing



Berikut ini tim
edusaham berikan gambaran singkat mengenai proses pengajuan atau cara kredit di
leasing, khususnya leasing mobil bekas.

1. Konsumen mendatangi
dealer/showroom untuk memilih mobil
yang diinginkan.
2. Pihak showroom akan menghubungi CMO (Credit Marketing Officer) untuk
memproses pengajuan kredit konsumen.
3. CMO akan meminta konsumen
untuk mempersiapkan berkas dan dokumen persyaratan.
4. CMO akan melakukan
survei ke rumah konsumen, sekaligus menjelaskan semua tentang pengajuan kredit:
DP, angsuran, tenor, dan biaya-biaya yang melekat.
5. Jika berkas sudah
lengkap, CMO akan menaikkan data/berkas konsumen tersebut.
6. Credit Analyst akan melakukan analisis
terhadap kelayakan kredit konsumen.
7. Jika konsumen
memenuhi persyaratan, konsumen akan diminta untuk menyediakan DP/uang muka yang
telah ditetapkan, membayar sejumlah biaya-biaya, dan menandatangi perjanjian
kontrak.
8. Setelah itu,
konsumen berhak membawa pulang unit (mobil), dengan catatan: konsumen mesti
membayar angsuran sampai lunas. Jika kredit macet, maka unit akan ditarik oleh leasing.

Contoh Simulasi Kredit di Leasing

Simulasi Kredit Mobil di Leasing



Pak Joko berniat ingin
membeli mobil bekas di showroom/dealer
yang mana mobil tersebut berharga Rp150 juta. Karena Pak Joko tidak punya uang
sebesar Rp150 juta, pihak showroom
membantu Pak Joko agar tetap bisa memiliki mobil, yaitu dengan menghubungi
pihak leasing.

Pihak leasing mau membantu Pak Joko, asalkan Pak
Joko mengikuti cara main leasing.
Pertama, Pak Joko dikenai bunga 11% per tahun. Kedua, Pak Joko wajib
menyediakan DP minimal 25% dari harga mobil. Ketiga, maksimal jangka waktu
kredit (tenor) hanya 4 tahun. Pak Joko pun setuju. Lalu, bagaimana
perhitungannya?
Uang Muka (Net) = 25% x Rp150.000.000 = Rp37.500.000
Pokok Hutang (SPH) =
Rp150.000.000 – Rp37.500.000 = Rp112.500.000
Beban Bunga/tahun =
11% x Rp112.500.000 = Rp12.375.000
Beban Bunga selama 4
tahun = Rp12.375.000 x 4 = Rp49.500.000
Total Utang Pak Joko
plus Bunga = Rp112.500.000 + Rp49.500.000 = Rp162.000.000
Cicilan per bulan = Rp162.000.000
/ 48 bulan = Rp3.375.000
Jumlah uang
yang harus dibayarkan Pak Joko di awal:
Biaya Provisi 1% dari
total pinjaman = 1% x Rp112.500.000 = Rp1.125.000
Biaya Asuransi (2% per
tahun) = 2% x 4 tahun x Rp112.500.000 = Rp9.000.000
Biaya Administrasi = Rp850.000
Total DP (Gross) = DP Net + Biaya Provisi + Biaya Asuransi + Biaya Administrasi + Cicilan
bulan ke-1
Total DP (Gross) = Rp25.000.000 + Rp1.125.000 + Rp9.000.000
+ Rp850.000 + Rp3.375.000 = Rp39.350.000
Jadi, total uang yang
mesti dibayarkan oleh Pak Joko di awal pengajuan kredit adalah sebesar Rp39.350.000.

Contoh Perusahaan Leasing
di Indonesia

Contoh Logo Perusahaan Leasing



Di sini, tim edusaham
akan memberikan beberapa contoh perusahaan leasing
yang terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kenapa? Ya, perusahaan yang
sudah terdaftar di OJK merupakan perusahaan yang telah memenuhi standar untuk menjalankan
kegiatan operasional. Jadi, konsumen bisa terhindar dari yang namanya
perusahaan bodong.

Contoh Perusahaan Pembiayaan (Leasing) yang Terdaftar di OJK

1. PT JTrust Olympindo
Multifinance (JTO Finance)
2. PT BCA Finance
3. PT BFI Finance Tbk
4. PT BNI Multifinance
5. PT Buana Finance
6. PT Bussan Auto
Finance (BAF)
7. PT CIMB Niaga Auto
Finance
8. PT Dipo Star
Finance
9. PT Finansia
Multifinance (Kredit Plus)
10. PT Home Credit
Indonesia (HCI)
11. PT Mandala
Multifinance
12. PT Mandiri Utama
Finance (MUF)
13. PT Mandiri Tunas
Finance (MTF)
14. PT Mega Centra
Finance (MCF)
15. PT Mega Auto
Finance (MAF)
16. PT MNC Finance
17. PT Batavia
Prosperindo Finance Tbk
18. PT Radana Bhaskara
Finance Tbk (Radana Finance)
19. PT Sinar Mas
Multifinance
20. PT Summit Oto
Finance (OTO Finance)
21. PT Suzuki Finance
Indonesia
22. PT Toyota Astra
Financial Services
23. PT U Finance
24. PT Verena
Multifinance
25. PT Adira Dinamika
Multifinance (Adira Finance)
26. PT Wahana
Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance)
27. PT Clipan Finance
Indonesia
28. PT Maybank
Indonesia Finance

Contoh Perusahaan Pembiayaan (Leasing) yang Terdaftar di BEI

Sebenarnya, masih
banyak perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK. Namun, tim edusaham hanya
memberikan 28 contoh perusahaan leasing
saja, yang mungkin dianggap paling familiar di masyarakat. Nah, bagaimana dengan perusahaan leasing yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?
                                   
Perlu sobat ketahui, perusahaan pembiayaan yang terdaftar di BEI
merupakan perusahaan yang sudah go public
(berstatus terbuka/Tbk). Dengan kata lain, kepemilikan saham dari perusahaan
tersebut bisa dimiliki oleh masyarakat.
Nah, dari 28 contoh
perusahaan leasing di atas, ada empat
(4) perusahaan pembiayaan yang sudah go
public
, yaitu PT BFI Finance Tbk, PT Batavia Prosperindo Finance Tbk, PT
Radana Bhaskara Finance Tbk, dan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk.
Well, itulah penjelasan dan
materi lengkap tentang leasing, mulai
dari pengertian leasing, fungsi leasing, jenis leasing, produk leasing, suku
bunga leasing, proses dan cara kerja leasing, cara kredit di leasing/contoh simulasi kredit hingga contoh
perusahaan leasing yang terdaftar di OJK dan BEI. Sekian informasi dari kami,
semoga bermanfaat, dan bantu share,
ya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *