Mengenal Bitcoin (BTC) untuk Pemula 2022

Akibat dari terjadinya inflasi, mata uang tradisional atau fiat dianggap sudah tak lagi sehat. Pada kondisi mata uang tradisional yang dianggap mengalami kemunduran tersebut, hadirlah mata uang yang banyak dianggap sebagai penggantinya yakni mata uang kripto atau cryptocurrency. Adapun mata uang kripto pertama di dunia adalah Bitcoin atau BTC.

Bitcoin yang hadir dengan sistem desentralisasi informasi sedang dalam proses adopsi massal oleh sejumlah institusi dan perusahaan yang menerima Bitcoin untuk keperluan pembayaran. Bagi Anda yang sudah lama ingin beranjak dari pembayaran secara tradisional ke yang versi digital, maka Bitcoin merupakan pilihan yang tepat.

Sebegitu populernya Bitcoin ini, tentu membuat banyak orang penasaran bagaimana sejarah munculnya, hingga bagaimana cara untuk memilikinya. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh dan mendalam mengenai Bitcoin, bisa simak langsung saja ulasan atau review mengenai Bitcoin di bawah ini.

Apa Itu Bitcoin (BTC)?

mengenal apa itu bitcoin untuk pemula

Bitcoin bisa dibilang sebagai bentuk revolusi teknologi dan keuangan, di mana Anda bisa memilih untuk tidak menggunakan sistem yang terpusat dan punya kedaulatan finansial sendiri. Jaringan Bitcoin yang diluncurkan pada 3 Januari 2009 silam, memperkenalkan sistem baru mata uang terdesentralisasi, di mana tanpa adanya campur tangan otoritas pusat, bank, atau pun perantara lainnya.

Pada jaringan Bitcoin, unit mata uang yang digunakan adalah BTC, di mana jumlahnya terbatas, yakni sebanyak 21 jut BTC saja. Setiap BTC ini bisa dibagi menjadi 100 juta satoshi atau sat, yang merupakan unit terkecil dari Bitcoin, layaknya satuan sen terhadap dolar. BTC bisa Anda gunakan secara global untuk pembayaran, di tempat yang menerima pembayaran dalam bentuk BTC.

Cara Kerja Bitcoin (BTC)

Layaknya uang tunai, Bitcoin bisa Anda simpan dalam wallet atau dompet, namun kali ini versinya berupa digital. Dompet Bitcoin bisa juga digunakan sebagai rekening bank, di mana Anda bisa menyimpan dana, sekaligus melakukan pengiriman dan penerimaan dana dari dompet Bitcoin lainnya.

Pengiriman dana melalui Bitcoin dilakukan layaknya pengiriman pesan antar email. Proses pengirimannya ini dilindungi dengan sistem kriptografi kunci publik atau public key dan kunci pribadi atau private key. Public key merupakan alamat berupa karakter alfanumerik untuk menerima dana, sedangkan private key merupakan kata sandi untuk menandatangani setiap transaksi.

Setelah otorisasi dilakukan dengan menandatanganinya paka private key, maka proses tersebut akan disiarkan ke jaringan untuk diproses. Transaksi akan diverifikasi, untuk kemudian dikonfirmasi. Setelah sekitar 10 menit, maka transaksi itu akan dikonfirmasi dalam satu blok transaksi, yang kemudian secara bersama-sama blok tersebut membentuk blockchain Bitcoin.

Blockchain Bitcoin

Terobosan yang membuat Bitcoin tentu saja adalah sistem blockchain yang digunakannya. Sistem blockchain ini memungkinkan pengiriman Bitcoin dari satu dompet Bitcoin ke dompet Bitcoin lainnya secara langsung, baik itu di lingkup lokal atau global, tanpa adanya perantara. Metode transaksi seperti ini tentu saja sifatnya lebih terjaga kerahasiaannya, serta bisa hemat biaya.

Sistem blockchain bekerja layaknya ledger atau buku besar. Setiap node komputer di jaringan blockchain memiliki salinan identik dari buku besar Bitcoin yang secara publik mencatat semua transaksi secara terus-menerus. Salinan ini digunakan untuk memastikan semua transaksi cocok, karena bisa dipastikan jika ada kesalahan di satu block saja maka bisa langsung diketahui.

Sejarah Bitcoin

Munculnya Bitcoin tentu bukan terjadi dalam waktu singkat. Awal mula kemunculan Bitcoin terjadi di tahun 2006, di mana orang atau kelompok yang dikenal dengan nama samaran Satoshi Nakamoto menulis kode untuk sistem digital baru, yang kemudian berujung pada dirilisnya whitepaper pada tahun 2008 dan peluncuran jaringannya di tahun 2009.

Hingga sekarang, identitas asli Satoshi Nakamoto ini pun masih belum terkuak di tengah masyarakat luas. Meskipun dugaan masyarakat merujuk pada beberapa kriptografer tersohor dunia, seperti Adam Back, Nick Szabo, Wei Dai, serta Hal Finney, namun mereka semua membantah dugaan tersebut.

Satoshi Nakamoto sendiri sudah meninggalkan proyek Bitcoin ini sepenuhnya di tahun 2011. Namun sebelum itu, dirinya sudah menulis arsip email dan juga postingan di forum mengenai masa depan dari Bitcoin tersebut. Sejak saat itu hingga sekarang,  sudah ada ratusan pengembang yang turut berkontribusi pada Bitcoin.

Keunikan Bitcoin

Hadirnya Bitcoin yang berupa uang digital peer-to-peer merupakan salah satu inovasi dan warna baru di tengah penggunaan uang tradisional yang masih luas sekarang ini. Meskipun setelah Bitcoin muncul berbagai mata uang kripto baru yang berkaca pada kode Bitcoin tersebut, tetap saja tak ada yang berhasil menyerupai Bitcoin.

Bitcoin yang hadir dengan sistem desentralisasi pada perangkat lunak, memungkinkan siapa saja untuk memegang kendali penuh atas uang yang dimilikinya. Mereka tak membutuhkan pihak ketiga untuk bisa menggunakan atau mengirimkan uang tersebut, karena mereka bisa melakukannya sendiri dengan private key yang dimilikinya.

Meskipun saat ini masih ada negara atau wilayah yang melarang penggunaan Bitcoin ini, tetap saja Bitcoin bisa bertahan dan masih digunakan oleh banyak orang. Faktanya, pengguna Bitcoin pun makin lama makin bertambah. Loyalitas inilah yang kemudian memicu Bitcoin untuk memberi insentif lebih banyak bagi para penggunanya.

Value dari Bitcoin

Bitcoin tak hanya sekadar desentralisasi dan jaringan blockchain-nya saja. Lebih dari itu, Bitcoin memiliki karakteristik khusus yang membuat nilainya pun jadi bertambah. Dengan jumlah yang terbatas, yakni hanya sebanyak 21 juta BTC saja, membuat nilai atau value dari Bitcoin tetap bisa bertahan, bahkan bertambah seiring dengan berjalannya waktu.

Tak berhenti di situ saja, Bitcoin juga diterima sebagai alat transaksi di ribuan bisnis yang tersebar di seluruh dunia. Anda tak perlu lagi mengkonversi mata uang nasional ke mata uang negara tempat belanja, karena dengan Bitcoin, transaksi langsung bisa dilakukan. Bernilai tinggi dan praktis digunakan, tentu sulit untuk menolak menggunakan Bitcoin ini.

Data Teknikal Bitcoin

Jumlah maksimum pasokan Bitcoin adalah sebanyak 21 juta BTC, di mana hingga awal tahun 2022 ini, jumlah yang sudah beredar adalah sebanyak 18.918.931 BTC. Harga BTC pun mengalami peningkatan seiring dengan berjalannya waktu, di mana hingga saat ini harga tertinggi Bitcoin sepanjang masa berada di angka $69 ribu per kepingnya.

Pelepasan Bitcoin ke jaringan sendiri dilakukan dengan cara menambang. Pada saat penambangan dilakukan, node penambangan khusus di jaringan Bitcoin dihargai karena menyediakan kekuatan komputasi untuk memproses transaksi yang tertunda menjadi blok yang berhasil ditambahkan ke blockchain.

Pada awal peluncuran Bitcoin, penambang akan diberi hadiah berupa 50 Bitcoin per blok yang berhasil ditambangnya, di mana jumlah itu makin berkurang dari waktu ke waktu. Penambangan semua Bitcoin yang ada, yakni 21 juta Bitcoin diperkirakan akan berakhir di tahun 2140 mendatang.

Data Teknis Lainnya

Node memiliki peranan penting dalam transaksi Bitcoin. Node digunakan untuk menjalankan perangkat lunak Bitcoin Core. Node menyimpan salinan permanen dari transaksi masa lalu dan saldo alamat, memvalidasi semua transaksi dan blok Bitcoin, dan menyampaikan data tersebut ke node lengkap lainnya, sehingga transaksi bisa menyebar ke seluruh jaringan dengan cepat.

Node bisa dijalankan dengan menggunakan peralatan komputer sederhana, yang didukung dengan software Bitcoin Core. Anda perlu memastikan node berjalan 24/7 untuk tujuan keamanan dan menghindari penggunaan daya pemrosesan dan memori yang diperlukan oleh komputer utama. Node sendiri sebaiknya dibuat menggunakan Raspberry Pi atau komputasi cloud.

Penyebaran global node ini memungkinkan sifat jaringan yang benar-benar terdesentralisasi, di mana setiap peserta memegang dan mendistribusikan salinan catatan transaksi yang sama Dengan begini, risiko kecurangan di seluruh jaringan yang setidaknya memiliki 10.000 node mustahil untuk dilakukan.

Bitcoin Halving

The Bitcoin Halving adalah proses dimana hadiah blok penambang dikurangi dari waktu ke waktu. Setiap 210.000 blok yang ditambang atau kira-kira setiap empat tahun, hadiahnya untuk setiap blok yang ditambang akan dipotong setengah. Ini maknanya, pasokan Bitcoin harian baru yang ditambahkan ke jaringan setiap hari akan berkurang setengahnya.

Pada bulan Mei tahun 2022, saat halving terakhir dilakukan, total sudah separuh Bitcoin yang berhasil ditambang. Pada saat itu, hadiah untuk setiap blok yang ditambang dikurangi dari yang sebelumnya 12.5 Bitcoin per blok, menjadi 6.24 Bitcoin saja. Aktivitas halving selanjutnya sendiri diperkirakan akan berlangsung pada bulan Maret tahun 2024 nanti.

Bitcoin halving terakhir atau yang ke-32, diperkirakan akan berlangsung di tahun 2140. Pada saat itu terjadi, hadiah yang semula sebanyak 0,00000001 Bitcoin akan berkurang menjadi nol. Maknanya, tidak akan ada lagi Bitcoin yang bisa ditambang. Penambang akan bergantung pada biaya transaksi jaringan untuk mengimbangi kekuatan komputasinya.

Cara Jaringan Bitcoin Diamankan

Pengamanan jaringan Bitcoin dilakukan lewat penambangan atau mining. Mining adalah proses pengeluaran daya komputasi, yang tujuannya untuk mengamankan transaksi dari gangguan dan memperkenalkan Bitcoin baru pada sistem. Mekanisme penambangan ini berupa consensus proof-of-work, dengan berdasarkan pada algoritma hashing SHA-256.

Para penambang atau miner akan menggunakan node penambangan khusus untuk mengamankan jaringan Bitcoin tersebut. Nantinya, setiap penambang akan diberi insentif atas daya komputasi yang diperlukan untuk kebutuhan pengamanan jaringan. Insentif yang diberikan ini berupa blok dan biaya transaksi.

Daya komputasi merupakan modal bagi para penambang untuk bersaing menghasilkan blok. Dengan menggunakan daya komputasi ini, penambang berusaha menghasilkan blok dengan memecahkan perhitungan yang rumit, di mana tingkat kesulitannya bervariasi dan secara otomatis diatur oleh perangkat lunak Bitcoin.

Penyesuaian kesulitan dirancang berdasarkan kompleksitas perhitungan, yang mana kompleksitasnya ini akan bertambah atau berkurang setiap 2016 blok diselesaikan dalam kurun waktu lebih kurang 2 minggu. Cepat atau lambatnya waktu sendiri tergantung pada keseluruhan daya komputasi yang digunakan pada jaringan di saat penambangan.

Saat proses penghitungan diselesaikan oleh penambangan, maka penambang bisa menghasilkan blok berikutnya. Blok yang dihasilkan akan dipublikasikan sebagai bukti, yang disertai dengan transaksi tertunda yang valid, di mana itu digunakan sebagai tanda bahwa penambang telah menambahkan blok baru ke blockchain Bitcoin.

Saat terjadi penambahan blok, maka akan disiarkan ke node di seluruh jaringan, untuk memverifikasi kalau transaksi dalam blok adalah valid. Pada setiap blok yang berhasil diselesaikan nantinya, pada transaksi akan disertai dengan konfirmasi di jaringan, serta terlihat di perangkat lunak dompet Bitcoin dan juga penjelajah blok. Setiap blok pun akan meneruskan konfirmasi yang diterimanya tersebut.

Saat sudah mencapai total 6 buah konfirmasi, maka sudah bisa dikonfirmasi bahwa transaksi tidak bisa dirubah. Jika misalnya terjadi konflik terkait konfirmasi tersebut, node yang terdapat pada jaringan Bitcoin akan menganggap rantai terpanjang sebagai bukti dari kerja penambang, yang maknanya rantai atau chain itu benar dan valid adanya.

Kasus Penggunaan Bitcoin

Bitcoin bisa dimanfaatkan atau dipergunakan untuk beberapa kepentingan berbeda. Pertama, Bitcoin bisa dijadikan sebagai alat pembayaran alternatif yang sifatnya terdesentralisasi. Tak akan ada campur tangan otoritas pusat atau pun perantara terkait dengan penggunaan Bitcoin. Selama gerai menerima Bitcoin, maka transaksi jual beli bisa dilakukan dengan Bitcoin.

Penggunaan Bitcoin selanjutnya adalah sebagai aset investasi. Nilai Bitcoin yang mengalami peningkatan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir membuatnya unggul dibandingkan dengan aset investasi lainnya. Pasokan atau jumlah Bitcoin yang terbatas pun membuatnya bisa memiliki nilai lebih dalam jangka panjang, serta terhindar dari risiko penurunan nilai dan hilangnya daya beli.

Bitcoin juga merupakan solusi bagi Anda yang kerap mengeluhkan mahalnya biaya transfer antar negara atau internasional, serta membutuhkan waktu lama untuk diproses. Mengingat Bitcoin tak memerlukan campur tahan perantara, maka transaksi bisa dilakukan langsung antara pengirim dan penerima. Tak adanya perantara maknanya tak butuh waktu tambahan untuk verifikasi dan sebagainya.

Cara Beli Bitcoin

Apakah Anda tertarik untuk mulai investasi di Bitcoin? Simak berikut ini cara beli Bitcoin untuk pemula:

1. Pilih Broker Crypto Terbaik

Broker crypto merupakan istilah yang merujuk pada perusahaan crypto exchanges atau pertukaran mata uang kripto dan broker multiaset. Adapun perbedaannya terletak pada aset yang diperdagangkan. Crypto exchanges hanya memfasilitasi perdagangan mata uang kripto saja, sedangkan broker multiaset memfasilitasi perdagangan berbagai aset, termasuk saham dan lainnya.

Beberapa crypto exchanges terpopuler di dunia dan bisa jadi pilihan seperti Binance, Coinbase, FTX, KuCoin, Huobi, Kraken, dan lainnya. Sedangkan di Indonesia sendiri, ada 18 platform exchanges yang terdaftar secara resmi di Bappebti, seperti Tokocrypto, Nanovest, Luno, Pintu, Zipmex, Rekeningku, Indodax, dan lainnya.

Sedangkan untuk broker multiaset, ada beberapa contoh terbaiknya seperti Capital.com dan eToro. Selain sudah teregulasi secara internasional, platform perdagangan berbagai jenis aset ini juga memberikan kemudahan akses bagi investor di Indonesia, seperti minimal deposit terjangkau, menyediakan pembayaran online banking, dan lainnya.

Selain untuk berinvestasi dalam bentuk aset mata uang kripto, platform perdagangan ini juga bisa memfasilitasi Anda yang ingin melakukan investasi saham di luar negeri seperti Apple (APPL), Meta (FB), Amazon (AMZN), Tesla (TSLA), dan lainnya. Jadi, tak hanya terbatas pada investasi mata uang kripto saja.

2. Lakukan Pendaftaran untuk Buat Akun

Tahap berikutnya dari proses investasi mata uang kripto berupa Bitcoin adalah mendaftar di exchange atau broker crypto terbaik dan tepercaya yang Anda pilih. Pada kesempatan ini, platform perdagangan yang dipilih adalah platform Capital.com. Simak berikut ini ringkasan mengenai perusahaan multi aset tersebut.

  • Jenis : Broker multiaset dan CFD
  • Didirikan: Tahun 2016
  • Instrumen aset: Aset berupa mata uang kripto atau cryptocurrency, saham (stock), forex, CFDs, komoditas, dan indeks
  • Regulasi: Financial Conduct Authority (United Kingdom), Australian Securities and Investments Commission (Australia), National Bank of the Republic of Belarus (Belarusia), dan Cyprus Securities and Exchange Commission (Siprus)
  • Minimal deposit: $20 atau Rp300-ribuan
  • Jumlah pengguna terdaftar: Terdapat jutaan trader dan investor yang tersebar di seluruh dunia
  • Akses platform: website dan aplikasi mobile dengan sistem operasi iOS dan Android
  • Penghargaan: Most Innovative Tech 2021 (by Tradingview); Overall Client Satisfaction, mobile app/platform and education materials (by Investment Trends); dan lainnya.

Alasan penggunaan dan pemilihan broker Capital.com yaitu karena selain bisa melayani investasi di instrumen aset kripto,  namun juga bisa memungkinkan pengguna untuk membeli saham top dunia seperti Apple, Tesla, dan lainnya. Nah, berikut cara buat akun atau mendaftar secara online di platform Capital.com.

  1. Aktifkan VPN; atau lebih dianjurkan melakukan setting DNS Cloudflare, langkah-langkahnya seperti ini: silakan Anda masuk ke control panel > lalu pilih view network status and tasks > kemudian klik connections (koneksi internet Anda) > lalu pilih properties > kemudian pilih internet protocol version 4 (TCP/IPv4) > lalu pilih properties > kemudian pilih use the following DNS server addresses > setelah itu, lihat di bagian preferred DNS server, silakan Anda isi dengan 1.1.1.1 > klik ok.
  2. Kunjungi situs web Capital. Klik di Sini
  3. Masukkan alamat email aktif dan kata sandi (password). Klik Daftar.
  4. Silakan lakukan verifikasi email, periksa di kotak masuk (inbox) email Anda.
  5. Setelah itu, silakan siapkan dan upload dokumen identitas: KTP dan foto selfie.

3. Lakukan deposit dana

Setelah berhasil mendaftar dan memiliki akun, langkah berikutnya sebelum Anda bisa memulai investasi Bitcoin di Capital.com adalah dengan melakukan deposit, berikut caranya:

  1. Login ke akun.
  2. Pilih menu Setoran, atau pilih “setorkan dana ke akun”.
  3. Pilih metode pembayaran via perbankan online (online banking) agar proses lebih mudah dan cepat.
  4. Isi jumlah deposit, minimal $20. Kemudian, klik lanjutkan.
  5. Pada halaman Global Payment Solution, silakan klik bank transfer (virtual account) > lalu pilih bank CIMB Niaga > lalu klik proceed.
  6. Pada halaman IDR Deposit Virtual Account, Anda dapat melihat informasi lengkap seperti nomor referensi, nomor rekening, akun bank CIMB Niaga, dan nominal uang deposit dalam rupiah (pada saat itu, $20 setara Rp306.436).
  7. Anda dapat membayar melalui BCA, Gopay, atau OVO. Sebagai contoh, kami mentransfer melalui mobile banking BCA ke rekening Virtual Account CIMB Niaga yang tertera di sana dengan nominal Rp306.436.
  8. Setelah mentransfer, lakukan konfirmasi dengan klik “Saya Sudah Bayar.” Proses deposit selesai, dan uang deposit biasanya (sepengalaman kami) akan masuk ke akun Capital Anda maksimal dalam lima menit.

4. Lakukan transaksi

Ini merupakan langkah terakhir dari proses dan cara investasi kripto berupa Bitcoin, yaitu melakukan transaksi pembelian Bitcoin (buy). Berikut cara beli Bitcoin di Capital.com:

  1. Login ke akun.
  2. Pilih menu perdagangan.
  3. Anda bisa menemukan aset kripto terbaik yang akan dibeli pada menu pencarian, untuk kesempatan ini pilih Bitcoin.
  4. Setelah muncul crypto coin tersebut, misalnya pasangan Bitcoin/USD, lalu klik tombol beli. Namun, karena Capital ini merupakan sistem perdagangan CFD, Anda juga bisa klik Jual: artinya, Anda berharap harga BTC turun, dan dari penurunan itulah Anda menghasilkan cuan.
  5. Silakan isi berapa jumlah koin BTC yang diperdagangkan.
  6. Terakhir, lakukan konfirmasi.

Simpulan

Bitcoin merupakan proyek mata uang kripto atau cryptocurrency, yang bisa disebut sebagai bentuk revolusi dari moneter dan teknologi. Adanya Bitcoin memungkinkan setiap penggunanya untuk memegang kendali penuh atas Bitcoin yang dimilikinya, tanpa memerlukan bantuan perantara dalam hal seperti pengelolaan dan pengiriman Bitcoin tersebut.

Sejak teknologi blockchain hadir, ada banyak proyek mata uang kripto yang hadir untuk memenuhi berbagai kebutuhan. Ada yang dikembangkan dari proses modifikasi kode Bitcoin Core, serta ada juga yang dikembangkan dengan menggunakan konsep blockchain baru seperti Ethereum atau ETH. Hadirnya mata uang kripto tersebut tak terlepas dari pendahulunya, yakni Bitcoin.

Bitcoin hadir dengan sistem desentralisasi uang, yang mendukung transaksi dikirim secara aman secara peer-to-peer. Kehadirannya juga memungkinkan orang untuk memiliki aset yang tahan dengan risiko inflasi dan deflasi, tak seperti yang mudah menurun nilainya seperti nilai mata uang tradisional atau fiat. Kelangkaannya juga menjadikan nilainya semakin meningkat.

Prospek mata uang kripto pertama di dunia ini sendiri begitu menjanjikan, apalagi seiring dengan penggunaannya yang makin luas secara global. Harga koin kripto BTC sendiri akan tetap uptrend dalam jangka panjang. Mengenai prediksi harga Bitcoin sendiri di tahun 2022 ini akan bergantung pada sentimen pasar dan aspek teknikal lainnya.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com