11 Cara Bermain Saham yang Baik Menurut Warren Buffet

EDUSAHAM.COM — Sudah kenal dengan Warren Buffet, belum? Ya, Buffet merupakan salah satu investor saham paling sukses di dunia. Tak ayal, itu menjadikan milarder asal Omaha, Nebraska, USA ini sebagai inspirator oleh para pelaku di bursa saham. Warren Buffet memang memiliki keunikan tersendiri dalam berinvestasi, khususnya cara bermain saham.

Baca juga: Beli Saham dengan Modal 100 Ribu

Keunikan dalam berinvestasi itulah yang mengantarkannya menjadi salah satu orang terkaya di dunia! Kamu mungkin penasaran, bagaimana sih cara Warren Buffet bermain saham? Jangan khawatir, tim edusaham sudah merangkum dengan lengkap dan jelas mengenai itu semua. Nah, berikut ada sebelas (11) strategi dan wejangan dari Warren Buffet dalam bermain saham. Pastikan kamu baca sampai akhir, ya. Jangan lupa dicatat juga!

1. Berinvestasi seperti Menanam Benih

Invest, don’t speculate.” Inilah salah satu nasehat dari Warrant Buffet. Ya, sejatinya investasi itu seperti menanam benih. Biarkan ia bertumbuh dan berkembang. Tunggu ketika ia berbuah. Bagi Buffet sendiri, beli saham hari ini dan berharap besok harga saham akan naik, itu adalah spekulasi. Sejatinya saham sulit diramal dalam jangka waktu pendek. Itulah alasan kenapa Buffet melakukan investasi jangka panjang. Buffet meyakini akan ada pengembalian (return) yang lebih besar dalam jangka panjang.

Menurut Buffet, berinvestasi artinya menanam dana dalam jangka waktu panjang. Jika saham perusahaan diibaratkan seperti benih, maka pilih benih berkualitas. Pertanyaannya, bagaimana cara mengecek kualitas suatu perusahaan? Nah, kamu sangat disarankan untuk belajar menggunakan analisis fundamental saham. Analisis ini paling umum dipakai oleh pelaku saham untuk melihat kinerja financial suatu perusahaan.

2. Membuat Kriteria Tertentu dalam Memilih Saham

Inilah salah satu cara bermain saham yang menjadi pilihan Warren Buffet. Menentukan kriteria atau membentuk indikator tertentu dalam memilih saham sangat penting. Di sinilah kamu bisa membuat lists saham perusahaan seperti apa yang kamu cari. Apakah saham perusahaan yang bergerak di industri tertentu? Apakah perusahaan yang membagikan dividen dengan besaran tertentu? Apakah perusahaan yang memiliki petumbuhan laba tertentu? Nah, ini penting untuk kamu perhatikan.

Dengan membentuk berbagai indikator, kamu akan lebih mudah dalam memilih dan memilah saham terbaik. Jika sebagian saham perusahaan memiliki kriteria yang sama, maka pilih yang paling unggul. Nah, setiap investor tentu saja memiliki preferensi tersendiri terhadap suatu perusahaan. Ibarat mencari pasangan, “selera” bukan suatu hal yang pantas diperdebatkan. Begitu pun dalam memilih saham perusahaan. Yang terpenting, kamu menetapkan kriteria yang paling baik menurut kamu. Sangat subjektif.

3. Memilih Perusahaan yang Dikenal Baik

“Membeli saham artinya membeli perusahaan!” Itulah yang diungkapkan Warren Buffet. Maksudnya, jangan sekadar membeli “harga saham”. Lebih dari itu, kamu semestinya membeli “value” perusahaan tersebut. Nah, bagaimana sih cara melihat value perusahaan? Yang paling sederhana yaitu dengan melihat produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Apa contohnya? Kamu bisa melihat produk apa yang kamu pakai dalam aktivtas sehari-hari. Kamu bisa cek, siapa perusahaan yang memproduksi produk tersebut.

Selain itu, kamu juga bisa melihat reputasi perusahaan dari histori perusahaan. Apakah pernah tersandung kasus tertentu? Apakah memiliki prestasi tertentu? Kamu juga bisa melihat siapa saja yang mengisi jajaran manajemen perusahaan. Apakah orang-orang berkompeten atau malah sebaliknya? Sejauh itu kah melihatnya? Ya, tentu saja kamu harus mengenal apa yang kamu beli. Apakah kamu rela modal kamu ditempatkan di perusahaan yang memiliki reputasi buruk? Enggak, kan?

4. Memilih Saham atas Dasar Keyakinan Sendiri

Investasi ala Warren Buffet
Forbes

Inilah cara bermain saham yang baik menurut Warren Buffet. “Jangan dengarkan apa yang orang lain katakan karena mereka tidak benar-benar tahu apa yang terjadi.” Itulah yang pernah diungkapkan Warren Buffet. Sebenarnya ini bukan bentuk kesombongan. Ini merupakan bentuk penghargaan Buffet kepada dirinya sendiri. Mendengarkan “apa kata orang” bukanlah cara yang tepat dalam memilih saham. Bahkan, Buffet sendiri tidak suka mendengar pendapat analis, ekonom, atau pengamat.

Ya, Buffet merasa terganggu dengan orang-orang yang merasa mampu meramal kondisi keuangan di masa depan. Baginya, itu enggak banget karena tidak seorang pun benar-benar paham tentang “market”. Pasar itu tidak rasional. Nah, dari sini kita bisa lihat bahwa Buffet ingin secara jernih melihat kondisi pasar dengan pandangannya sendiri. Benar, terlalu sering mendengarkan ramalan orang lain sedikit banyaknya akan memengaruhi cara kita berpikir.

5. Pantau Pergerakan Bisnis Perusahaan yang akan Dipilih

Secara berkala, Buffet menyarankan agar investor memantau pergerakan bisnis perusahaan yang dipilih. Tentu saja, ini bertujuan agar investor memahami bagaimana prospek bisnis perusahaan ke depan. Apakah berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan? Buffet juga menyarankan agar tidak terlalu banyak memilih saham perusahaan. Terlalu banyak membeli saham perusahaan akan menyulitkan investor dalam memantau pergerakan bisnis perusahaan.

Warren Buffet memang pernah mengatakan “you don’t have to diversify”. Ini bukan berarti kamu dilarang melakukan diversifikasi portofolio. Maksud pernyataan tersebut lebih mengarah pada pemilihan perusahaan. Kamu boleh melakukan diversifikasi asalkan kamu memilih saham yang memiliki fundamental baik. Kamu tidak disarankan melakukan diversifikasi jika hanya ingin membeli banyak saham tanpa memahami fundamentalnya.

6. Investasi untuk Jangka Panjang

Seperti yang sempat dijelaskan di awal, investasi itu selayaknya menanam benih. Warren Buffet juga menegaskan bahwa cara bermain saham yang baik yaitu dengan investasi jangka panjang. Dengan kata lain, trading bukan jalan yang ditempuh Buffet. Menurut Buffet, investor yang baik selalu bermain peran yang panjang.

Buffet juga menegaskan bahwa investor yang membeli dan menjual saham secara cepat dan terus-menerus adalah bentuk kekeliruan. Buffet lebih menyarankan agar investor menahan investasi mereka, bersabar, dan menunggu waktu yang tepat untuk dijual. Dengan kata lain, mengambil keuntungan jangka pendek bukan menjadi pilihan yang disukai Buffet.

7. Ketika Pasar Bergejolak, Abaikan!

Menurut Buffet, cara bermain saham yang aman yaitu dengan investasi jangka panjang. Kenapa demikian? Buffet menyadari dalam jangka pendek, pasar saham akan berfluktuasi dengan tingkat volatilitas tertentu. Faktor itulah yang membuat pasar saham sering bergejolak dalam rentang waktu pendek. Hal ini tentu saja meningkatkan risiko. Buffet lebih menyarankan agar investor tidak marah dengan fluktuasi harga saham dan bersikap bodoh dengan mengambil keputusan salah.

Buffet menegaskan bahwa ketika pasar bergejolak, maka abaikan. Dengan kata lain, investor dituntut untuk melakukan investasi jangka panjang. Buffet juga mengakui bahwa dia tidak tahu apa yang terjadi pada pasar dalam jangka pendek. Buffet hanya memahami bahwa dalam jangka panjang, pasar akan tetap naik. Strategi cara bermain saham seperti inilah yang cocok untuk pemula karena relatif rendah risiko.

8. Beli dan Jual Saham pada Waktu Terbaik

Timing is everything. Dalam melakukan transaksi saham, waktu adalah yang paling menentukan. Ketika kamu membeli dan menjual di harga yang tepat, maka profit adalah hadiahnya. Warren Buffet merupakan tipikal investor yang percaya dengan perusahaan pilihannya. Itulah sebabnya Buffet tetap menahan sahamnya meskipun terdapat isu atau kabar yang bergejolak di pasar. Namun, bukan berarti Buffet tidak akan menjual sahamnya.

Buffet hanya akan menjual (baca: melepas) saham ketika dia merasa “tidak ada alasan lagi untuk mempertahankan”. Jadi, waktu terbaik untuk menjual saham sebenarnya tergantung preferensi investor sendiri. Jika suatu kondisi sudah menyakiti, kenapa harus dipertahankan. Lepaskanlah, meskipun perlahan. Asseekk. Udah kayak hubungan aja, yak. Hehehe. Jadi intinya gitu, waktu adalah segalanya.

9. Jika Dibutuhkan, Bersiaplah untuk Melanggar Aturan Awal

Inilah salah satu cara bermain saham yang bijak dari Warren Buffet. Ya, tak seorang pun tahu apakah rencana awal akan berjalan baik atau tidak. Makanya, Buffet tak segan mengatakan untuk “melabrak” aturan (baca: rencana) awal jika memang dibutuhkan. Jika untuk hasil yang lebih baik, kenapa tidak? Bertahan dengan sesuatu yang salah juga tidak baik. Perencanaan awal tetap harus dipersiapkan dengan baik. Kemudian, dipantau dan dikawal untuk memastikan bahwa semuanya berjalan baik-baik saja. Jika ada yang melenceng, jangan segan untuk memperbaikinya segera.

10. Tenang dan Sabar

Investor harus memahami bahwa bermain saham mesti dilakukan dengan tenang dan sabar. Dalam hidup, ketidakpastian merupakan suatu keniscayaan. Begitu pun dalam pasar saham. Namun, jika investor tetap tenang dan percaya dengan portofolio yang dipersiapkan, biarkan waktu yang menjawab. Sabar, bahwa keuntungan selalu butuh proses yang tidak singkat. Warren Buffet juga menegaskan bahwa investasi saham bukan jalan yang “cepat” menjadi kaya. Melainkan, investasi saham merupakan jalan yang terencana untuk menjadi kaya.

11. Money is Not Everything!

Sebenarnya, ini sudah menjadi prinsip bagi hampir semua orang. Ya, uang bukanlah segalanya. Semua orang sepakat, meskipun beberapa orang membuat guyonan bahwa segalanya butuh uang. Itu bukan masalah. Kenyataannya memang uang sudah menjadi “Tuhan” bagi sebagian orang. Berbeda dengan Warren Buffet, justru dia malah mendermakan sebagian besar dari kekayaannya. Ternyata, itulah tujuan Buffet memiliki banyak uang.

Tidak hanya itu, Buffet juga memilih jalan hidup yang sederhana. Dia tak segan menggunakan barang-barang “pasaran”. Mungkin bagi Buffet, hidup ini yang penting enjoy. Setiap orang punya jalan sendiri-sendiri dalam menikmati hidup. Kamu bagaimana?

Simpulan

Tips Investasi Saham ala Warrent Buffet

Nah, ada banyak pelajaran dan nasehat yang dapat dipetik dari prinsip dan strategi Warren Buffet. Cara bermain saham ala Warren Buffet memang tidak selalu cocok dengan semua orang. Bagi investor jangka panjang, cara yang dilakukan Buffet mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Namun, secara eksplisit, cara yang dilakukan Buffet tentu bertentangan dengan prinsip para trader. Trader lebih tertarik dengan aktivitas jual beli saham jangka pendek, dan berfokus pada capital gain.

Terlepas dari segala perbedatan. Ada satu hal yang penting untuk digarisbawahi. Apa itu? Ya, mereka (investor dan trader) sama-sama sepakat bahwa saham adalah instrumen investasi yang tepat untuk menambah kekayaan. Baik dilakukan dengan cara trading maupun investasi, pada dasarnya it depends on our own preferences. Yang terpenting, sebelas (11) wejangan dari Warren Buffet sudah selayaknya dijadikan pertimbangan. Jika baik, maka ambil. Jika kurang cocok, tak perlu mencela. Semoga informasi cara bermain saham ala Warren Buffet ini ada manfaatnya. Salam sukes, ya!

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com