Mengenal Chainlink (LINK) untuk Pemula 2022

Makin hari, makin banyak mata uang kripto atau cryptocurrency yang muncul, salah satunya adalah Chainlink atau LINK. Chainlink memiliki komitmen untuk memberikan insentif pada jaringan oracle global terdesentralisasi yang jumlahnya tak terhitung. Dengan begini, maka akan tersedia data dunia nyata yang andal ke smart contract, yang berbasiskan teknologi blockchain.

Ketika oracle yang telah terdesentralisasi tersebut mengikuti aturan perangkat lunak dan memberikan data yang akurat, maka akan dihadiahkan untuknya token ERC-20 dari jaringan Chainlink. Penasaran dengan mata uang kripto satu ini? Yuk simak ulasan lebih menyeluruh mengenai Chainlink di bawah ini.

Apa Itu Chainlink (LINK)?

Chainlink merupakan jaringan oracle terdesentralisasi yang pertama kali dibuat pada tahun 2017 silam. Visi utama dari pembuatan Chainlink ini sendiri adalah untuk menyediakan data eksternal yang akurat ke blockchain. Oracle sendiri merupakan penyedia data eksternal yang berbagi pekerjaan di jaringan tersebut.

Adanya oracle memungkinkan smart contract Chainlink untuk menerima data secara akurat dari sumber eksternal, yakni teknologi non blockchain. Jaringan Chainlink ini memiliki tokennya sendiri, yakni LINK. LINK merupakan token ERC-20 yang bisa dijadikan sebagai alat pembayaran dan alat untuk memastikan keakuratan layanan oracle di jaringan Chainlink.

Meskipun Chainlink dibangun di jaringan Ethereum (ETH), namun Chainlink dirancang khusus untuk tetap bisa bekerja di semua jaringan blockchain lain yang punya fungsi smart contract. Perlu diketahui bahwa Chainlink tak bisa mengoperasikan blockchain yang dimilikinya, namun dapat dioperasikan di banyak blockchain berbeda secara bersamaan.

Sejarah Chainlink

Kehadiran Chainlink tak bisa dipisahkan dari startup teknologi yang bernama Smart Contract. Startup teknologi yang berdiri pada tahun 2014 ini merupakan startup yang fokus pada pemanfaatan blockchain untuk membuat perjanjian kontrak yang bisa digunakan oleh semua peserta di industri, tanpa membedakannya sesuai dengan tingkat keahlian yang dimilikinya.

Berbekal dukungan dana dari Data Collective, sebuah grup investasi yang berbasis di San Fransisco, Smart Contract yang dikepalai oleh Sergey Nazarov ini pun mulai mewujudkan visinya. Sergey Nazarov sendiri bukanlah sosok asing di bidang ini, di mana sebelumnya dia merupakan pendiri dari Secure Asset Exchange, yang memfasilitasi pertukaran mata uang kripto.

Adapun Initial Coin Offering (ICO) yang diadakan oleh Chainlink pada September, 2017 silam, berhasil mengumpulkan dana sebanyak $32 juta USD, dengan total pasokan 1 miliar token LINK. Setelah ICO ini dilakukan, 35 persen token LINK pun dikirim ke operator node untuk memulai insentif jaringan oracle terdesentralisasi dan 30 persen lainnya disimpan oleh tim Chainlink.

Cara Kerja Chainlink

Kinerja Chainlink bergantung sepenuhnya pada komunikasi antara kontrak pintar atau smart contract berbasiskan blockchain yang dilayaninya, serta sumber data eksternal. Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Chainlink pun melakukan tiga langkah inovatif. Simak langkah kerja Chainlink tersebut di bawah ini.

1. Melakukan Seleksi Oracle

Langkah kerja pertama yang dilakukan Chainlink adalah melakukan seleksi oracle. Pada tahapan ini, para pengguna Chainlink akan menyusun Perjanjian Tingkat Layanan atau disebut juga  Service Level Agreement (SLA), yang nantinya digunakan untuk menetapkan serangkaian persyaratan data tertentu.

Kemudian, perangkat lunak Chainlink akan menggunakan SLA tersebut untuk menentukan pengguna dengan oracle yang paling tepat untuk menyediakan data. Jika parameter sudah ditetapkan, maka pengguna akan mengirimkan SLA dan menyimpan LINK miliknya dalam kontrak Pencocokan Pesanan yang menerima tawaran dari oracle.

2. Melakukan Pelaporan Data

Langkah selanjutnya adalah melakukan pelaporan data atau data reporting. Pada tahapan ini, oracle yang telah terhubung dengan sumber data eksternal akan mendapatkan data dunia nyata yang diminta di Chainlink SLA. Data yang diperoleh tersebut kemudian diproses oleh oracle, kemudian dikirimkan kembali ke kontrak menggunakan layanan Chainlink.

3. Melakukan Agregasi Hasil

Langkah kerja terakhir adalah agregasi hasil atau result aggregation. Pada langkah ini, akan dilakukan penghitungan hasil data yang dikumpulkan oleh oracle dan melakukan pengembalian data pada kontrak agregasi. Kontrak agregasi ini akan mengambil poin data, menilai validitasnya, serta memberikan skor dengan menggunakan semua data yang diterimanya.

Setiap proses kerja yang dilakukan Chainlink ini sudah teruji keakuratannya. Chainlink sendiri dikenal dengan sistem reputasi internalnya, di mana sistem tersebut memiliki tingkat akurasi yang relatif tinggi terkait dengan sumber mana yang dapat dipercaya. Dengan begini, maka tingkat akurasi hasilnya pun terjamin, serta bisa melindungi smart contract dari berbagai jenis serangan.

Keunikan Chainlink

Tak lengkap rasanya ulasan ini jika tak membicarakan tentang keunikan Chainlink. Salah satu keunikan Chainlink terletak pada arsitektur off-chain Chainlink. Arsitektur off-chain ini berperan penting dalam menghubungkan semua node secara bersama-sama. Data pada off-chain tersebut kemudian diterjemahkan dengan menggunakan perangkat lunak yang disebut Chainlink Core.

Semua node yang ada tersebut nantinya akan dihubungkan ke cadangan melalui API untuk mengumpulkan tanggapan dari setiap kontrak menggunakan layanan Chainlink. Node Chainlink ini pun memiliki adaptor eksternal yang memungkin perluasan koneksi ke hampir semua titip akhir API pihak ketiga.

Keberadaan adaptor eksternal ini sangatlah penting untuk memungkinkan jalannya kinerja pada arsitektur off-chain Chainlink tersebut. Adanya adaptor eksternal ini memungkinkan hubungan antara blockchain dengan aplikasi di dunia nyata. Adaptor ini sendiri ditulis dalam skema Chainlink, untuk memastikan interoperabilitas yang lengkap.

Value dari Chainlink

Pembayaran untuk setiap penawaran ke pembeli data, serta pemberian informasi pada kontrak yang membuat permintaan dilakukan dengan menggunakan token LINK. Dengan begini, maka operator node akan terus mengumpulkan LINK. Alhasil, semakin banyak token LINK yang dimiliki, maka akan semakin besar akses ke kontrak data, serta akan makin bermanfaat.

Adapun nilai dan permintaan token LINK sebagian besar akan bergantung pada jumlah operator yang bekerja untuk mengamankan jaringan Chainlink. Selain itu, nilai token LINK juga didasarkan atas bentuk penggunaan lain dari jaringan oracle terdesentralisasi. Jika bentuk penggunaan di platform Chainlink makin banyak, maka token LINK akan makin bernilai.

Data Teknikal Chainlink

Persediaan maksimum Chainlink adalah sebanyak 1 miliar token LINK. Dari 1 miliar token LINK tersebut, sebanyak 35 persen sudah dijual saat ICO, tepatnya di tahun 2017. Sisa dari token tersebut kemudian dialokasikan ke tim Chainlink, untuk digunakan di kemudian hari demi keperluan pengembangan jaringan ini.

Mengenai token LINK yang beredar pada saat ini sendiri diperkirakan ada sebanyak 467 juta LINK. Dengan jumlah token sebanyak itu, Chainlink memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar $10.7 miliar USD di awal tahun, di mana nilainya tersebut menempatkannya di peringkat ke 20 dari semua proyek kripto yang ada. Nilainya tersebut pun fluktuatif, layaknya mata uang kripto lainnya.

Data Teknis Lainnya

Pengembangan kontrak LINK berbasiskan pengimplementasian token ERC20, memungkinkan LINK digunakan dalam operasi standar seperti transfer, agreement, dan transferFrom. Pengimplementasian antarmuka ERC67 pada LINK ini juga memungkinkan pembayaran dan permintaan dilakukan dengan satu transaksi.

Pengamanan Jaringan Chainlink

Pengamanan jaringan Chainlink dilakukan dengan mengaplikasikan konsep yang mirip dengan Proof of Stake (Pos). Pada konsep pengamanan tersebut, node validator memasang LINK untuk mendapatkan kontrak data dan dihargai oleh jaringan. Sistem penghargaan berinsentif akan menghalangi node jaringan dari perilaku jahat yang tak diinginkan, misalnya seperti kehilangan LINK.

Diketahui ada tiga jenis smart contract yang digunakan untuk mengamankan jaringan oracle tredesentralisasi ini dari hal yang tak diinginkan tersebut. Tiga smart contract itu meliputi kontrak agregasi (aggregation contract), kontrak pencocokan pesanan (order-matching contract), dan kontrak reputasi (reputation contract).

Secara rinci, kontrak agregasi berguna untuk mengumpulkan data dari oracle, lalu mencocokkannya dengan smart contract yang membutuhkan. Selanjutnya, kontrak pencocokan pesanan akan mencocokkan oracle terbaik dengan kebutuhan SLA smart contract. Terakhir, kontrak reputasi akan memverifikasi integritas oracle dengan memeriksa statistiknya.

Kasus Penggunaan Chainlink

LINK merupakan token ERC-20 yang dijadikan sebagai alat pembayaran di jaringan Chainlink. Pemegang kontrak akan menggunakan LINK untuk membayar operator node, di mana harganya atau jumlah LINK yang akan dibayarkan pada operator node tersebut akan disesuaikan dengan jumlah data yang dibutuhkan.

Selain untuk membayar operator node, LINK juga digunakan oleh operator node sebagai saham miliknya di jaringan Chainlink tersebut. Jika misalnya ada pelanggaran atau tindakan berbahaya yang dilakukan oleh operator node, maka LINK yang dimilikinya sebagai saham tersebut akan dipertaruhkan alias bisa saja dihilangkan.

Cara Beli LINK

Apakah Anda tertarik untuk mulai investasi di LINK? Simak berikut ini cara beli LINK untuk pemula:

1. Pilih Broker Crypto Terbaik

Broker crypto merupakan istilah yang merujuk pada perusahaan crypto exchanges atau pertukaran mata uang kripto dan broker multiaset. Adapun perbedaannya terletak pada aset yang diperdagangkan. Crypto exchanges hanya memfasilitasi perdagangan mata uang kripto saja, sedangkan broker multiaset memfasilitasi perdagangan berbagai aset, termasuk saham dan lainnya.

Beberapa crypto exchanges terpopuler di dunia dan bisa jadi pilihan seperti Binance, Coinbase, FTX, KuCoin, Huobi, Kraken, dan lainnya. Sedangkan di Indonesia, ada 18 platform exchanges yang telah terdaftar secara legal dan resmi di Bappebti, seperti Rekeningku, Indodax, Zipmex, Tokocrypto, Nanovest, Luno, Pintu, dan lainnya.

Sedangkan untuk broker multiaset, ada beberapa contoh terbaiknya seperti Capital.com dan eToro. Selain sudah teregulasi secara internasional, platform perdagangan berbagai jenis aset ini juga memberikan kemudahan akses bagi investor di Indonesia, seperti minimal deposit terjangkau, menyediakan pembayaran online banking, dan lainnya.

Selain untuk berinvestasi dalam bentuk aset mata uang kripto, platform perdagangan ini juga bisa memfasilitasi Anda yang ingin melakukan investasi saham di luar negeri seperti Apple (APPL), Meta (FB), Amazon (AMZN), Tesla (TSLA), dan lainnya. Jadi, tak hanya terbatas pada investasi mata uang kripto saja.

2. Lakukan Pendaftaran untuk Buat Akun

Tahap berikutnya dari proses investasi mata uang kripto berupa LINK adalah mendaftar di exchange atau broker crypto terbaik dan tepercaya yang Anda pilih. Pada penjelasan kali ini, platform perdagangan yang dipilih adalah Capital.com. Simak berikut ini ringkasan mengenai perusahaan multiaset tersebut.

  • Jenis : Broker multiaset dan CFD
  • Didirikan: Tahun 2016
  • Instrumen aset: Aset berupa cryptocurrency atau mata uang kripto, saham (stock), forex, indeks, komoditas, dan CFDs
  • Regulasi: Financial Conduct Authority (United Kingdom), Australian Securities dan Investments Commission (Australia), National Bank of the Republic of Belarus (Belarusia), dan Cyprus Securities dan Exchange Commission (Siprus)
  • Minimal deposit: $20 atau Rp300-ribuan
  • Jumlah pengguna terdaftar: Ada jutaan trader dan investor yang berasal dari berbagai negara di dunia
  • Akses platform: website dan aplikasi mobile dengan sistem operasi iOS dan Android
  • Penghargaan: Most Innovative Tech 2021 (by Tradingview); Overall Client Satisfaction, mobile app/platform and education materials (by Investment Trends); dan lainnya.

Alasan penggunaan dan pemilihan broker Capital.com yaitu karena selain bisa melayani investasi di instrumen aset kripto,  namun juga bisa memungkinkan pengguna untuk membeli saham top dunia seperti Apple, Tesla, dan lainnya. Nah, berikut cara buat akun atau mendaftar secara online di platform Capital.com.

  1. Aktifkan VPN; atau lebih dianjurkan melakukan pengaturan DNS Cloudflare, langkah-langkahnya seperti ini: silakan masuk ke control panel, lalu pilih view network status and tasks, kemudian klik connections (koneksi internet Anda). Selanjutnya, pilih properties, kemudian pilih internet protocol version 4 (TCP/IPv4), lalu pilih properties, kemudian pilih use the following DNS server addresses, setelah itu, lihat di bagian preferred DNS server, silakan isi dengan 1.1.1.1, lalu klik ok.
  2. Kunjungi situs web Capital. Klik di Sini
  3. Masukkan alamat email aktif dan kata sandi (password). Klik Daftar.
  4. Silakan lakukan verifikasi email, periksa di kotak masuk (inbox) email Anda.
  5. Setelah itu, silakan siapkan dan upload dokumen identitas: KTP dan foto selfie.

3. Lakukan deposit dana

Setelah berhasil mendaftar dan memiliki akun, langkah berikutnya sebelum Anda bisa memulai investasi LINK di Capital.com adalah dengan melakukan deposit, berikut caranya:

  1. Login ke akun.
  2. Pilih menu Setoran, atau pilih “setorkan dana ke akun”.
  3. Pilih metode pembayaran via perbankan online (online banking) agar proses lebih mudah dan cepat.
  4. Isi jumlah deposit, minimal $20. Kemudian, klik lanjutkan.
  5. Pada halaman Global Payment Solution, silakan klik bank transfer (virtual account) > lalu pilih bank CIMB Niaga > lalu klik proceed.
  6. Pada halaman IDR Deposit Virtual Account, Anda dapat melihat informasi lengkap seperti nomor referensi, nomor rekening, akun bank CIMB Niaga, dan nominal uang deposit dalam rupiah (pada saat itu, $20 setara Rp306.436).
  7. Anda dapat membayar melalui BCA, Gopay, atau OVO. Sebagai contoh, kami mentransfer melalui mobile banking BCA ke rekening Virtual Account CIMB Niaga yang tertera di sana dengan nominal Rp306.436.
  8. Setelah mentransfer, lakukan konfirmasi dengan klik “Saya Sudah Bayar.” Proses deposit selesai, dan uang deposit biasanya (sepengalaman kami) akan masuk ke akun Capital Anda maksimal dalam lima menit.

4. Lakukan transaksi

Ini merupakan langkah terakhir dari proses dan cara investasi kripto berupa LINK, yaitu melakukan transaksi pembelian LINK (buy). Berikut cara beli LINK di Capital.com:

  1. Login ke akun.
  2. Pilih menu perdagangan.
  3. Anda bisa menemukan aset kripto terbaik yang akan dibeli pada menu pencarian, untuk kesempatan ini pilih LINK.
  4. Setelah muncul crypto coin tersebut, misalnya pasangan LINK/USD, lalu klik tombol beli.
  5. Silakan isi berapa jumlah koin LINK yang dibeli.
  6. Terakhir, konfirmasi dengan klik Beli.

Beli LINK di Capital

Simpulan

Chainlink merupakan jaringan oracle terdesentralisasi yang memiliki Chainlink coin yang disebut LINK sebagai token resminya. Jaringan mata uang kripto yang berdiri sejak tahun 2017 silam ini memiliki tujuan untuk menghadirkan data eksternal yang akurat ke blockchain. Layaknya mata uang kripto lain, nilai LINK yang makin menanjak membuatnya bisa jadi aset investasi baru Anda.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com