8 Tips Bermain Saham untuk Mencapai Financial Freedom

EDUSAHAM.COM — Financial freedom! Itulah ungkapan sekaligus harapan semua orang yang ingin merdeka secara finansial. Apa bisa? Nothing is impossible! Sekarang, kamu bisa mewujudkannya dengan bermain saham! Kenapa harus saham? Karena sudah banyak orang yang membuktikannya! Kamu bisa searching kisah-kisah orang terkaya di dunia. Salah satunya Warren Buffet, investor terkenal yang sukses karena investasi saham.

Jika kamu mau seperti Warren Buffet, bersegeralah melirik saham. Bagaimana cara memulainya? Nah, tim edusaham sudah mempersipkan segalanya untuk kamu. Ya, untuk kamu. Berikut 8 tips bermain saham untuk mencapai financial freedom. Dibaca sampai akhir, ya!

1. Pahami Apa itu Saham

Apa itu saham? Singkatnya begini, saham adalah efek (surat berharga) sebagai bukti kepemilikan suatu pihak terhadap sebuah perusahaan. Saham diterbitkan oleh perusahaan. Tujuan penerbitan saham yaitu untuk mendapatkan dana segar (baca: modal tambahan). Dana segar itulah yang nantinya digunakan perusahaan untuk mendukung kegiatan operasionalnya.

Si pembeli saham disebut juga pemodal/investor. Perlu dicatat, jika kamu membeli saham suatu perusahaan, itu artinya kamu membeli perusahaan tersebut! Dengan kata lain, kamu sah menjadi salah satu pemilik perusahaan. Kamu juga berhak atas segala keuntungan (laba) yang diperoleh perusahaan.

#a. Keuntungan dan Risiko Beli Saham

Secara umum, ada dua jenis keuntungan yang akan kamu dapatkan dari membeli saham, yaitu capital gain dan dividen. Capital gain adalah keuntungan dari kenaikan harga saham (baca: selisih plus). Dengan kata lain, capital gain terjadi ketika harga jual saham lebih tinggi dari harga beli.

Sedangkan dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Besaran dividen biasanya sudah ditetapkan oleh perusahaan. Nah, pemegang saham akan mendapatkan dividen sesuai dengan kuantitas kepemilikan sahamnya di perusahaan tersebut.

Tidak ada produk investasi tanpa risiko, tak terkecuali saham. Risiko dalam saham secara umum ada dua, yaitu capital loss dan risiko likuidasi. Capital loss merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu kerugian dari penurunan harga saham (baca: selisih minus). Dengan kata lain, capital loss terjadi ketika harga jual saham lebih rendah dari harga beli. Sedangkan likuidasi adalah risiko ketika perusahaan mengalami kebangkrutan.

#b. Saham dan Pasar Modal

Saham merupakan salah satu produk/instrumen investasi jangka panjang yang ada di pasar modal Indonesia. Yang mengawasi jalannya pasar modal adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan yang menyelenggarakan perdagangan efek (saham, obligasi, reksadana, dll) adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa efek disebut Perusahaan Tercatat atau emiten.

#c. Istilah dalam Saham

Aplikasi Saham Online

Sebelum bermain saham, pahami dulu ya istilah dalam saham agar nantinya kamu gak bingung. Sebenarnya, banyak sekali istilah dalam saham, namun ada beberapa istilah yang paling sering ditemukan.

  1. Kode Saham, setiap perusahaan memiliki kode saham tersendiri dan umumnya memiliki empat huruf. Sebagai contoh, kode saham Bank BCA yaitu BBCA. Kode saham Telkomsel yaitu TLKM, dan kode saham BRI yaitu BBRI.
  2. Price, harga saham suatu perusahaan. Harga saham yang ditampilkan di perdagangan bursa yaitu harga saham per lembar.
  3. Lot, satuan jumlah yang digunakan dalam perdagangan saham. Satu (1) lot saham setara dengan seratus (100) lembar saham. Nah, dalam perdagangan bursa, kamu tidak bisa membeli satu lembar saham. Kamu harus membeli minimal satu (1) lot saham.
  4. Bid, penawaran dari pembeli saham terhadap saham yang jual oleh investor (pemodal).
  5. Offer, penawaran dari investor (pemodal) terhadap saham yang dijualnya.
  6. Open Price, harga pembukaan saham.
  7. Closing Price, harga penutupan saham.
  8. Bullish, cerminan harga saham yang cenderung naik.
  9. Bearish, cerminan harga saham yang cenderung turun.
  10. Cut Loss, menjual saham ketika harga sedang turun dengan tujuan membatasi kerugian.
  11. Auto Rejection, batasan pergerahan harga saham, baik saat naik maupun saat turun.
  12. Margin Trading, proses perdagangan saham dilakukan dengan modal pinjaman dari broker atau pihak tertentu di mana jaminannya berupa saham yang dibeli.
  13. Emiten, perusahaan go public yang mencatatkan sahamnya di bursa efek.
  14. Investor, pihak (individu, organisasi, atau perusahaan) yang menanamkan modal di saham emiten.
  15. Broker, perusahaan atau perorangan yang bekerja sebagai perantara jual beli saham.
  16. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), merupakan indikator atau cerminan seluruh pergerakan harga saham di BEI.
  17. Buyback, pembelian kembali efek yang telah beredar.
  18. Initial Public Offering (IPO)
  19. Stock Split dan Reverse Stock
  20. Blue Chip

2. Pahami Konsep “Main Saham”

Setiap orang mungkin memiliki persepsi yang berbeda terhadap bermain saham. Menurut hemat tim edusaham, maksud main saham di sini kami bagi menjadi dua, yaitu trading saham dan investasi saham. Berikut penjelasannya!

#a. Trading Saham

Secara umum, trading saham dapat diartikan sebagai aktivitas perdagangan saham yang dilakukan dalam jangka pendek (umumnya dalam hitungan hari). Sebutan orang yang melakukan trading saham yaitu trader. Hanya ada satu keuntungan yang diharapkan trader dengan melakukan trading saham, yaitu capital gain.

#b. Investasi Saham

Secara umum, investasi saham dapat diartikan sebagai kegiatan membeli/menanamkan modal pada saham suatu perusahaan untuk jangka panjang (biasanya di atas satu tahun). Seseorang yang melakukan investasi saham umumnya dipanggil investor. Nah, investor mengharapkan dua keuntungan dari investasi saham, yaitu dividen dan capital gain.

3. Rencanakan Modal untuk Main Saham

Berapa sih modal yang diperlukan untuk bermain saham? Minimal 100 ribu. Ya, dengan modal segitu kamu sudah bisa main saham! Meskipun begitu, butuh waktu yang relatif lama untuk mencapai financial freedom dengan modal 100 ribu tersebut. Di sinilah pentingnya merencanakan jumlah uang yang tepat untuk saham.

Bagi pemula, kamu bisa memulai menanamkan modal ke dalam saham maksimal 5% dari total modal yang kamu punya. Misalnya, kamu punya modal 10 juta, maka kamu bisa mulai main saham dengan modal 500 ribu. Jika kamu sudah memahami seluk-beluk saham, kamu bisa menambah modal saham secara perlahan.

4. Segera Daftar Saham!

Tak sedikit orang yang mengurungkan niat bermain saham karena terlalu banyak rencana, tanpa tindakan nyata. Sebaiknya, setelah kamu mengenal dasar-dasar saham dan matang dari segi modal, bersegeralah daftar saham! Bagaimana caranya? Selengkapnya kamu bisa baca di sini, ya: Panduan Daftar Saham Online.

Setelah daftar saham, apakah sudah boleh beli saham? Eiitss! Tunggu dulu. Sebelum kamu membeli saham perusahaan, pahami dulu poin no. 5, no. 6, dan no. 7, ya!

5. Cek Bibit, Bobot, dan Bebet Perusahaan

Analisis Fundamental

Ingat, membeli saham sama dengan membeli perusahaan. Apa kamu mau membeli perusahaan yang bermasalah? Nggak, kan? Oleh karena itu, kamu bisa memilih perusahaan selayaknya memilih pasangan. Cek bibit, bobot, dan bebet-nya! Secara umum, poin ke-5 ini lebih membahas tentang fundamental perusahaan. Berikut penjelasan selengkapnya.

#a. Bibit Perusahaan

Menurut hemat kami, bibit perusahaan dapat mengacu pada sejarah dan latar belakang perusahaan. Misalnya, apakah perusahaan pernah tersandung kasus tertentu? Siapa saja afiliasi perusahaan tersebut? Siapa tokoh penting atau stakeholders perusahaan tersebut? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu kamu cari jawabannya.

#b. Bobot Perusahaan

Maksud dari bobot perusahaan lebih mengacu pada kemampuan perusahaan dalam meraih laba. Misalnya, bagaimana pertumbuhan laba perusahaan setiap tahun? Seberapa besar aset (utang + modal) yang dimiliki perusahaan? Bagaimana komposisi aset perusahaan: apakah utang atau modal yang lebih banyak? Bagaimana prospek bisnis perusahaan ke depan: cerah atau gelap?

#c. Bebet Perusahaan

Yang terkahir adalah bebet perusahaan. Ini lebih mengacu pada pergerakan bisnis perusahaan: berada di sektor bisnis apa? Ini penting diperhatikan untuk menghitung kapabilitas perusahaan dalam bersaing di sektor tersebut. Misalnya, perusahaan tersebut berada di sektor manufaktur. Nah, kamu bisa cek: apakah perusahaan tersebut menjadi market leader di sektor tersebut? Tentu saja, kamu sangat dianjurkan untuk memilih perusahaan terbaik di suatu sektor.

6. Jangan Lupa Baca Berita!

Dalam bermain saham, kamu harus melek terhadap berita yang relevan dengan perusahaan yang kamu pilih. Ya, suatu berita tertentu (domestik dan atau mancanegara) dapat membentuk sentimen pasar. Pengertian sentimen pasar adalah konsensus pasar terhadap suatu kondisi tertentu. Dalam dunia investasi, khususnya saham, sentimen pasar merupakan salah satu faktor yang dapat membentuk pergerakan harga saham. Sentimen pasar positif akan berpotensi memicu kenaikan harga saham, vice versa.

Sebagai contoh, kamu ingin membeli saham Bank BCA (BBCA) dan Bank BRI (BBRI). Ternyata, ada news terbaru terkait kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan. Nah, kenaikan suku bunga acuan tersebut berpotensi memicu kenaikan suku bunga kredit. Tentu saja ini bisa menjadi sentimen negatif bagi pasar karena kenaikan suku bunga kredit akan mengganggu pertumbuhan kredit.

7. Saatnya Main Saham!

Setelah kamu melakukan step satu sampai enam, kini saatnya kamu membeli dan bermain saham! Pertanyaanya, kapan waktu yang tepat membeli saham? Di sinilah kamu harus belajar analisis teknikal saham. “Untuk memilih perusahaan terbaik, gunakan analisis fundamental. Untuk menentukan kapan membeli dan menjual saham, gunakan analisis teknikal.”

Yap, dalam analisis teknikal, timing is everything! Ketika kamu membeli dan menjual saham di waktu yang tepat, kamu pasti akan mendapatkan keuntungan signifikan. Bagi pemula, kamu disarankan untuk menggunakan konsep “buy on weakness, sell on strenght”. Maksudnya, beli saham di harga rendah, jual di harga tinggi. Kamu belum disarankan untuk memakai konsep “buy high, sell higher”. Maksudnya, beli di harga tinggi, jual di harga yang lebih tinggi. Ya, ini sangat berisiko bagi pemula.

8. Review Portofolio Saham

Setelah memilih dan membeli saham perusahaan, jangan lupa review portofolio saham kamu! Cek secara berkala: bagaimana perkembangan saham yang kamu beli? Apakah berjalan sesuai rencana atau tidak? Meskipun kamu sudah melakukan analisis saham dengan baik, tetap saja kamu juga tidak boleh membiarkan portofolio saham kamu begitu saja. Setidaknya, cek secara berkala: bisa per minggu, per bulan, per tiga bulan, dan seterusnya. Tergantung cara kamu “main saham”.

Simpulan

Bermain Saham

Saham sudah terbukti menjadi pilihan utama para pemodal. Sebagian besar orang menjadi miliarder karena saham. Ingat, saham bukanlah judi. Return saham dapat diukur dengan menggunakan alat ukur tertentu. Sudah ada penelitiannya, dan banyak! Berbeda dengan judi, full of speculation! Oleh karena itu, tidak salah jika kamu melirik saham sebagai “teman hidup”, dan bermain bersamanya.

Untuk meraih financial freedom dengan saham, memang tak semudah melupakan kenangan indah bersama si dia, tetapi juga tak sesulit melupakan mantan. Yang penting, kamu ada kemauan, untuk tidak balikan. Hehehe. Ingatlah pepatah ini, “There is a will, there is a way”. Ada kemauan, maka ada jalan. Nah, tunggu apalagi? Yuk, bermain saham!

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com