Lengkap! Materi Belajar Saham untuk Pemula

EDUSAHAM.COM — Yuk nabung saham. Itulah slogan yang dikampanyekan oleh Bursa Efek Indonesia beserta pihak-pihak terkait lainnya. Tujuannya mengajak masyarakat untuk mau belajar saham dan menjadikan saham sebagai wadah “tabungan produktif” selain bank. Tak bisa dipungkiri, banyak orang yang berpandangan negatif ketika mendengar “saham”. Ya, itu karena mereka menilai tanpa mengenal terlebih dahulu.

Padahal, sebagian besar orang-orang terkaya di dunia sukses karena investasi saham. Contohnya Warren Buffet. Ya, Warren Buffet sudah menjadi panutan banyak investor dalam bermain saham. Prinsip dan cara bermain saham Warren Buffet yang begitu menarik perhatian. Nah, bagi kamu yang mulai melirik saham sebagai wadah investasi, ini saat yang tepat. Jangan khawatir, tim edusaham akan menyajikan materi belajar saham untuk kamu, khususnya pemula. Oleh karena itu, simak sampai akhir, ya.

Konsep Bermain Saham

Belajar Saham

Penting bagi kamu untuk memulai belajar saham dengan memahami konsep bermain saham. Bagaimana sih konsep bermain saham itu? Jadi begini, secara umum bermain saham bisa dilakukan dalam dua cara, yaitu investasi saham dan trading saham. Dua konsep ini sangat perlu kamu pahami dalam belajar saham. Kenapa? Ya, agar kamu bisa memilih cara seperti apa yang kamu lakukan dalam bermain saham.

Apa itu investasi saham? Secara hemat, investasi saham adalah proses untuk menanamkan modal pada saham perusahaan untuk tujuan jangka panjang. Biasanya, investasi saham dilakukan oleh para investor dengan mengharapkan dua keuntungan. Pertama, keuntungan capital gain. Kedua, keuntungan dari dividen.

Lalu, apa itu trading saham? Hampir sama seperti pengertian investasi saham. Trading saham juga merupakan proses menanamkan modal pada saham perusahaan. Hanya saja, trading saham dilakukan dalam jangka waktu pendek. Nah, biasanya, tujuan melakukan trading saham yaitu hanya mengharapkan capital gain. Pahami dua konsep ini agar belajar saham kamu bisa lebih efektif.

Belajar Analisis dalam Saham

Inilah materi belajar saham selanjutnya. Ya, setelah memahami pengertian dan konsep dalam saham, kamu juga perlu memahami analisis saham. Apa sih analisis saham? Tujuannya untuk apa? Jadi, analisis saham ini merupakan metode untuk menemukan saham-saham terbaik di waktu terbaik. Tujuannya, agar kamu bisa meraup keuntungan dari saham-saham perusahaan terbaik tersebut. Emangnya kamu mau rugi dari saham? Enggak, kan? Oleh karena itu, belajar tentang analisis saham.

Jadi, secara umum ada dua metode analisis dalam saham. Pertama, analisis fundamental. Kedua, analisis teknikal. Sederhananya begini, analisis fundamental adalah suatu metode untuk mencari perusahaan yang baik dari sisi keuangan, prospek bisnis, kinerja manajemen, dan seterusnya. Perusahaan yang memiliki fundamental baik, dalam jangka panjang prospek bisnisnya akan cerah. Pada akhirnya, kamu juga akan mendapatkan imbal hasil dari perusahaan tersebut.

Baca selengkapnya di sini: Belajar Analisis Fundamental untuk Pemula

Kemudian, bagaimana dengan analisis teknikal? Jadi, analisis teknikal digunakan untuk menentukan waktu terbaik dalam membeli saham perusahaan. Apa tujuannya?  Hampir sama, yaitu memaksimalkan keuntungan. Analisis ini biasanya dipakai untuk trading saham, tetapi juga bisa dipakai untuk investasi saham. Seberapa penting analisis teknikal digunakan? Bagi kami, sangat penting. Analisis teknikal sangat bagus dipakai untuk menentukan kapan kamu harus membeli dan menjual saham.

Baca selengkapnya di sini: Belajar Analisis Teknikal untuk Pemula

Cara Daftar Saham di Broker Asing

Mau beli saham Tesla, Google, Facebook, Boeing, Zoom, Microsoft, Walmart, dan sebagainya? Maka kamu butuh daftar di broker saham luar negeri, seperti Etoro dan Capital. Pendaftaran dapat dilakukan online, begitu juga dengan deposit dan penarikan. Semuanya full online.

1. eToro

  • Berdiri = 2007
  • Jenis = Broker Kelas Internasional
  • Kantor Pusat = Cyprus
  • Instrumen Investasi= Saham, Forex, Indeks, Crypto, dan Comodity.
  • Aplikasi Trading = bisa download di Playstore
  • Akses trading = membutuh VPN, bisa jenis apapun.
  • Platform Trading = kualitas tinggi
  • Pemakaian Mata Uang = USD
  • Program Unggulan = Edukasi Online untuk pemula, gratis!
  • Pelayanan: Customer Service Online (CSO)
  • Biaya= Gratis Fee Deposit dan Fee Komisi.
  • Deposit dan Penarikan = Dapat memakai Bank lokal.
  • Minimal Deposit = $200
  • Minimal Penarikan = $50

etoro

Daftar di Etoro Sekarang.

Panduan daftar saham online di Etoro, bisa Klik di Sini.

2. Capital.com

  • Berdiri = 2009
  • Jenis = Broker Internasional
  • Kantor Pusat = London, Inggris (United Kingdom)
  • Regulasi dan Lisensi = dari Internasional (FCA, CySEC, NBRB)
  • Instrumen Trading = Saham, Forex, Komoditas, Cryptocurrency, Indeks, dan CFDs.
  • Aplikasi Trading = Tersedia di Playstore.
  • Biaya Transaksi = Relatif Kecil.
  • Jenis Akun = Demo (untuk latihan) dan Real (untuk trading nyata).
  • Deposit Minimum = 20 Dollar
  • Metode deposit dan penarikan = bisa dengan Bank lokal

capital

Daftar Capital di Sini

Panduan daftar saham online di Capital, Klik di Sini.

Tips Bermain Saham untuk Pemula

Belajar saham terbaik yaitu dengan mencari tahu seperti apa cara bermain saham yang cocok. Bagi pemula, kamu mungkin bingung menentukan metode main saham. Nah, kebingunan inilah yang biasanya menghancurkan kalian. Bukannya menakut-nakuti. Ini hanya sebagai peringatan bahwa kamu perlu memahami tips bermain saham berikut ini.

#1. Mulai dengan Modal Minimal

Tak sedikit pemula yang tergiur dengan keuntungan besar dari saham. Kadang kala, hal itulah yang mendorong pemula untuk menggunakan modal besar. Ya, modal yang besar memang bisa menghasilkan return yang besar pula. Tapi ingat, kamu juga bisa mengalami kerugian besar. Nah, rata-rata pemula siap untuk merasakan keuntungan besar. Tapi tidak siap dengan kerugian besar. Faktanya, ketika mereka mengalami kerugian besar, mereka malah trauma. Tidak mau lagi main saham. Karena tidak siap. Padahal, belajar saham itu butuh proses.

Untuk meminimalkan hal itu terjadi, maka gunakan modal minimal terlebih dahulu. Berapa sih modal yang ideal untuk main saham bagi pemula? Setidaknya 10% dari total uang yang kamu punya. Perlu dicatat, uang untuk main saham sebaiknya adalah “uang yang nganggur”. Dengan kata lain, uang tersebut bukan untuk kebutuhan sehari-hari kamu. Sebagai contoh, kamu punya uang nganggur Rp 10 juta. Nah, kamu main saham dengan modal awal Rp 1 juta.

#2. Jangan Beli Saham Gorengan

Apa sih saham gorengan itu? Singkatnya begini, saham gorengan merupakan istilah yang ditujukan bagi perusahaan yang harga sahamnya dapat bergerak di luar kewajaran. Dengan kata lain, pergerakan harga saham perusahaan tersebut relatif mudah direkayasa oleh pelaku pasar. Nah, para trader berpengalaman sering memanfaatkan situasi ini untuk meraup capital gain. Sah-sah saja. Mereka sudah berpengalaman. Bagi pemula, sebaiknya hindari saham gorengan tersebut.

Bagaimana sih ciri-ciri saham gorengan? Secara umum, saham gorengan terjadi pada saham perusahaan yang memiliki nilai kapitalisasi pasar relatif kecil. Kemudian, nilai dan volume transaksi perdagangan saham diluar kewajaran. Biasanya, kenaikan harga pada saham gorengan tidak sejalan dengan kinerja keuangannya.

#3. Gunakan Analisis Saham

Analisis saham merupakan materi yang paling penting dalam belajar saham. Ya, ketika kamu ingin bermain saham, apakah investasi atau trading, maka pakai analisis. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, ada dua analisis yang bisa kamu pakai. Analisis fundamental dan teknikal. Apakah harus menggunakan salah satu analisis atau keduanya? Bagi pemula, sebaiknya kamu memakai kedua-duanya. Analisis fundamental untuk mencari perusahaan yang bagus. Analisis teknikal untuk menentukan kapan beli dan jual saham perusahaan.

#4. Jangan Terlalu Banyak Beli Saham Perusahaan Sekaligus

Sah-sah saja kalau kamu ingin membeli banyak saham perusahaan. Tapi ingat, batasi. Ya, ketika kamu terlalu banyak membeli saham perusahaan, sebutlah sepuluh bahkan lebih, maka kamu akan kesulitan mengontrol. Tentu saja, ketika kamu beli saham, kamu harus mengontrol perkembangannya. Nah, itu akan sulit jika kamu mengontrol terlalu banyak saham. Lalu, berapa minimal beli saham perusahaan. Bagi pemula, maksimal beli tiga saham perusahaan saja. Jangan lebih.

#5. Review Portofolio

Setelah kamu belajar saham, kemudian memutuskan membeli saham, selanjutnya kamu bisa me-review portofolio. Ya, kamu harus melakukan kontrol terhadap saham-saham yang kamu beli. Apakah sudah berjalan dengan semestinya, atau sebaliknya. Untuk periode review portofolio saham tidak ada yang spesifik. Jika kamu memutuskan untuk investasi saham, setidaknya sebulan sekali kamu bisa cek pergerakan harga saham perusahaan. Jika kamu memilih trading saham, kamu mesti cek secara harian.

Belajar Cara Melihat Value Saham: Kemahalan dan Kemurahan?

Inilah materi belajar saham selanjutnya yang perlu kamu pahami. Apa sih maksudnya? Jadi, saham yang kemahalan (overvalued) adalah saham yang harganya di atas harga wajar. Sedangkan saham yang kemurahan (undervalued) adalah saham yang harganya di bawah harga wajar. Sampai di sini sudah paham? Seandainya kamu beli barang, kamu pilih mana, membeli barang yang kemahalan atau kemurahan? Ya, pasti kamu pilih yang kemurahan. Begitu juga dengan beli saham. Bagaimana sih cara melihat mana saham yang overvalued dan undervalued? Kamu bisa membaca lebih lengkap di artikel ini: Belajar Saham Undervalued dan Belajar Saham Overvalued

Belajar Trendline Saham

Belajar Saham untuk Pemula

Belajar trendline saham sangat penting. Kenapa? Ini berhubungan dengan pola dan arah pergerakan harga saham. Jika kamu bisa memahami trendline saham, kamu bisa menilai apakah harga saham sedang tren naik, turun, atau datar. Berikut penjelasannya.

#1. Tren Naik/Uptrend

Apa itu tren naik (uptrend)? Intinya begini, uptrend adalah kondisi di mana harga saham perusahaan cenderung naik dari periode waktu sebelumnya. Pola uptrend bisa dilihat dengan menarik harga saham dari titik terendahnya. Ada prasyarat dalam menentukan saham yang sedang uptrend. Ya, saham uptrend harus terdapat sederetan PEAK (puncak) dan TROUGH (lembah) yang bergerak semakin meninggi.

Perlu dicatat, di sana ada kata “sederetan”. Artinya, harus ada beberapa lembah dan puncak, tidak boleh hanya satu puncak dan satu lembah. Semakin banyak lembah dan puncak yang terlihat naik, semakin kuat pula sinyal uptrend.

#2. Tren Turun/Downtrend

Apa itu tren turun (downtrend)? Kebalikan dari uptrend. Downtrend adalah kondisi di mana harga saham perusahaan cenderung turun dari periode waktu sebelumnya. Pola downtrend bisa tampak dengan menarik harga saham dari titik terendahnya. Nah, ada prasyarat dalam menentukan suatu saham sedang downtrend. Sama, saham downtrend harus terdiri dari sederetan PEAK (puncak) dan TROUGH (lembah) yang pergerakannya semakin menurun.

#3. Tren Datar/Sideways

Apa itu tren datar (sideways)? Intinya begini, sideways adalah kondisi di mana harga saham suatu perusahaan cenderung terlihat datar suatu periode ke periode waktu berikutnya. Dengan kata lain, polanya tidak menyerupai uptrend atau downtrend. Maksud mendatar di sini tidak berarti harga saham membentuk garis lurus memanjang. Lalu? Ya, harga saham tetap memiliki sederetan PEAK (puncak) dan TROUGH (lembah). Hanya saja, pola pergerakan harga saham berjalan di range yang tidak cenderung naik atau tidak cenderung turun.

Simpulan

Belajar saham merupakan suatu hal wajib dilakukan untuk memperoleh keuntungan dari saham. Tim edusaham sudah menyajikan beberapa materi belajar saham. Apa kesimpulan yang bisa kamu ambil dari materi di atas? Pertama, kamu harus memahami seperti apa konsep dalam main saham. Ada dua, investasi dan trading saham. Kedua, kamu perlu belajar terkait analisis dalam saham: analisis fundamental dan analisis teknikal. Ketiga, pahami seperti apa trik dan tips main saham. Bagi pemula, kamu harus menggali lebih dalam mengenai tips ini. Kamu juga bisa bertanya dengan para senior.

Poin keempat, kamu harus bisa melihat mana saham perusahaan yang kemahalan (overvalued) dan kemurahan (undervalued). Tujuannya agar kamu gak rugi: membeli saham dengan harga yang kemahalan. Lebih baik membeli yang saham kemurahan, bukan? Poin kelima, kamu pahami juga seperti apa trendline saham. Ini juga menyangkut pada kapan kamu sebaiknya masuk dan membeli saham. Nah, sebaiknya, kamu membeli saham ketika pergerakannya menunjukkan pola uptrend.

Kenapa demikian? Itu menandakan harga saham sedang dalam tren positif. Bagi pemula, hindari masuk dan beli saham di saat kondisi downtrend. Risikonya lebih tinggi. Harga saham bisa jatuh lebih dalam. Bagaimana dengan sideways? Jika kondisi ini terjadi, kamu bisa wait dan see. Well, inilah materi belajar saham yang bisa tim edusaham bagikan. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kamu, ya.

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com