8 Tips Memilih Sekuritas Terbaik untuk Pemula

EDUSAHAM.COM — Seberapa penting sih memilih perusahaan sekuritas terbaik? Penting banget! Ya, perusahaan sekuritas merupakan pihak yang menjembatani investor dalam transaksi efek, seperti saham, reksa dana, dan obligasi. Nah, itu artinya kamu butuh mereka. Tentu saja, untuk mendukung transaksi efek, kamu perlu memilih sekuritas atau broker terbaik. Lalu, sekuritas seperti apa yang paling bagus dan cocok untuk pemula? Well, sebelum tim edusaham membahas itu, sebaiknya kamu pahami dulu ya apa itu sekuritas.

Perusahaan Sekuritas adalah

Apa itu perusahaan sekuritas? Perusahaan sekuritas adalah salah satu anggota bursa (AB) yang menjalankan kegiatan usaha tertentu. Secara umum, AB dapat bertugas sebagai Perantara Pedagangan Efek (PPE), Penjamin Emisi Efek (PEE), dan Manajer Investasi (MI). Perusahaan sekuritas sering juga disebut sebagai perusahaan efek. Berikut penjelasan masing-masing fungsi sekuritas.

  1. Perantara Pedagang Efek (Broker Dealer). Tugasnya berfokus pada transaksi jual beli surat berharga (efek). Transaksi jual beli tersebut bisa dilakukan baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan pihak lain. Nah, umumnya surat berharga (efek) yang dapat diperjualbelikan yaitu saham dan obligasi. Instrumen saham dan obligasi ditransaksikan melalui bursa yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, efek tersebut juga bisa ditransaksikan di luar bursa (disebut juga sebagai transaksi Over the Counter/OTC).
  2. Penjamin Emisi Efek (Underwriter). Tugasnya berfokus membantu pihak perusahaan (emiten) dalam melakukan proses penawaran umum saham perdana atau istilah lainnya yaitu IPO (Initial Public Offering). Apa yang dilakukan oleh underwriter terhadap perusahaan yang akan IPO? Sebagai contoh, underwriter melakukan pembuatan kontrak IPO, menjamin penjualan efek, dan sebagainya.
  3. Manajer Investasi (MI). Tugasnya berfokus pada pengelolaan portofolio reksa dana para nasabah. Jadi, kinerja reksadana dapat dikatakan bergantung pada kecakapan manajer investasi dalam meramu suatu portofolio investasi reksa dana.

Tips Memilih Sekuritas Terbaik untuk Pemula

saham

Sebelum memutuskan untuk investasi pada efek tertentu, kamu harus memilih perusahaan sekuritas terbaik yang dapat men-support kegiatan investasi kamu. Setiap investor pasti memiliki preferensi masing-masing. Namun, berikut ini ada beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan dalam memilih broker atau sekuritas.

#1. Terdafar sebagai Anggota Bursa (AB)

Demi keamanan dalam bertransaksi, penting bagi kamu untuk memilih broker atau sekuritas yang sah, terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai anggota bursa. Ingat, ini masalah uang dan aset yang kamu miliki. Jadi, pastikan kamu melindunginya dengan cara selektif memilih sekuritas. Jangan terlena dengan iming-iming yang menggiurkan tetapi di luar nalar. Biasanya, itu adalah penipuan. Nah, untuk melihat sekuritas yang resmi, kamu bisa cek langsung di website idx, ya.

#2. Cek Reputasi atau Track Record

Broker atau sekuritas terbaik salah satunya yaitu tidak pernah tersandung masalah. Sekuritas yang pernah tersangkut masalah dapat dikatakan perusahaan yang tidak mampu menjaga reputasi. Dengan kata lain, ada sistem kurang baik pada manajemen perusahaan tersebut. Lalu, bagaimana jika sekuritas tersebut memperbaiki diri menjadi lebih baik? Itu hak mereka. Namun, sebagai langkah preventif, kamu sebaiknya menghindari sekuritas yang pernah bermasalah. Dikhawatirkan kasus yang sama terulang kembali.

#3. Sekuritas yang Paling Banyak Dipilih Investor Profesional

Nah, salah satu kriteria sekuritas terbaik yaitu banyak dipilih oleh investor profesional. Artinya, di sana ada kepercayaan besar terhadap broker tersebut. Bagaimana cara melihat sekuritas yang menjadi pilihan banyak investor? Salah satunya yaitu dengan melihat aktivitas transaksi yang dilakukan oleh sekuritas tersebut, bisa dari segi nilai transaksi, volume transaksi, dan frekuensi transaksi. Semakin tinggi kegiatan transaksi perdagangan efek pada suatu sekuritas, maka semakin baik reputasi sekuritas tersebut. Baca juga: 15 Sekuritas Terbaik dari Segi Transaksi Perdagangan.

#4. Cek Fee Transaksi Perdagangan

Sekuritas terbaik dapat juga dilihat dari aspek fee transaksi jual dan beli. Apalagi bagi investor ritel, persentase fee bisa dianggap penting. Semakin murah fee yang ditetapkan sekuritas biasanya semakin disukai investor. Perlu kamu ketahui, dalam transaksi efek seperti saham, setiap kali kamu melakukan aksi jual dan beli, kamu akan dikenakan fee transaksi dengan besaran tertentu. Namun, umumnya fee transaksi jual lebih besar dari fee beli. Berikut lima (5) sekuritas atau broker saham dengan fee transaksi terkecil.

  1. Mirae Asset Sekuritas (Kode: YP). Fee beli 0,15% dan fee jual 0,25%.
  2. BNI Sekuritas (Kode: NI): Fee beli 0,15% dan fee jual 0,25%.
  3. Mandiri Sekuritas (Kode: CC): Fee beli 0,18% dan fee jual 0,28%.
  4. Indo Premier Sekuritas (Kode: PD): Fee beli 0,19% dan fee jual 0,29%.
  5. MNC Sekuritas (Kode: EP): Fee beli 0,19% dan fee jual 0,29%.

#5. Kemudahan dalam Pembukaan Rekening

Salah satu faktor yang bisa kamu pertimbangkan dalam memilih sekuritas terbaik yaitu proses pembukaan rekening yang mudah. Salah satu akses kemudahan yang cukup bagus yaitu proses pendaftaraan yang bisa dilakukan by online. Tentu saja, ini tidak mengharuskan kamu untuk datang ke kantor sekuritas tersebut. Satu lagi, akan jauh lebih bagus lagi jika proses pembukaan rekening dapat dilakukan dengan cepat sehingga kamu bisa segera bertransaksi.

#6. Menyediakan Aplikasi Trading Online dengan Fitur Lengkap

Setiap perusahaan sekuritas umumnya memiliki aplikasi online trading sendiri dengan menawarkan berbagai fitur unggulan. Nah, kamu bisa mencari tahu sendiri apa saja fitur unggulan dari aplikasi sekuritas tersebut. Tentu saja, semakin bagus dan lengkap fitur yang disediakan, maka semakin menunjang kegiatan trading saham kamu. Kamu mau lihat contoh aplikasi terbaik dari perusahaan sekuritas? Coba cek di sini: 10 Aplikasi Trading Saham Online Berbagai Sekuritas

#7. Deposit atau Setoran Awal Kecil

Setiap perusahaan sekuritas biasanya telah menetapkan nominal minimun untuk setoran awal investasi. Nominal deposit ini sangat variatif, ada yang Rp 100 ribu, Rp 1 juta, Rp 10 juta, dan seterusnya. Nah, bagi pemula yang mungkin masih terbatas modal, kamu bisa memilih sekuritas yang menawarkan deposit awal rendah. Tentu saja ini akan lebih meringankan kamu dalam memulai investasi. Baca juga: Cara Beli Saham Modal 100 Ribu

#8. Perusahaan Sekuritas Lokal atau Asing?

Perlu kamu ketahui, sekuritas yang beroperasional di Bursa Efek Indoensia (BEI) terdiri dari perusahaan lokal dan asing. Nah, sebenarnya ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas suatu sekuritas. Kamu juga bebas memilih sekuritas yang sesuai dengan kriteria kamu. Jika sekuritas asing lebih baik menurut kamu, go ahead. Begitu pun sebaliknya. Ini sekadar informasi tambahan saja barangkali ini bisa menjadi pertimbangan kamu.

Daftar Broker Saham Asing Terbaik

Satu lagi, bagi kamu yang ingin beli saham Facebook, Google, Tesla, Microsoft, Amazon, atau saham luar negeri, maka kamu harus menggunakan broker asing. Menurut, kami ada dua broker asing yang terpercaya dan bagus, pendaftaraannya pun mudah dan aman, yaitu broker Capital.com dan Etoro.

1. eToro – Panduan & Cara Daftar Saham

etoro

Klik Di Sini untuk Daftar Etoro, Ya.

Panduan pendaftaran saham online di Etoro, Klik di Sini.

Oh, ya… Trading dengan aplikasi Etoro membutuhkan VPN. Silakan gunakan VPN Gratis seperti VPN Hola.

Ringkasan Tentang Etoro:

  • Berdiri pada 2007
  • Broker online status internasional
  • Kantor Pusat di Cyprus
  • Butuh VPN untuk trading
  • Platform trading user friendly dan canggih.
  • Tersedia program edukasi online, sangat cocok untuk pemula.
  • Setiap kendala dapat menghubungi Customer Service (CS).
  • Tersedia fasilitas copytrading
  • Gratis biaya deposit dan komisi.
  • Deposit dan penarikan (withdraw) bisa dengan berbagai metode, seperti kartu kredit (credit card), e-payment (PayPal, Skrill, Netteler, dan online banking).
  • Instrumen trading selain saham yaitu forex, komoditas, indeks, crypto, dan mata uang.
  • Minimal deposit cukup $200 untuk masyarakat selain Amerika dan Australia.
  • Minimal penarikan yaitu $50.

2. Capital.com – Panduan & Cara Daftar Saham

capital

Daftar Capital di Sini

Panduan daftar saham online di Capital, juga bisa Klik di Sini.

Trading di Capital.com Tidak Butuh VPN.

Ringkasan Tentang Capital

  • Berdiri pada 2009
  • Jenis broker asing/internasional
  • Kantor pusat di London, Inggris
  • Memiliki Lisensi Internasional: FCA, CySEC, NBRB
  • Aset yang diperdagangkan selain saham yaitu: Forex, Cryptocurrency, Komoditas, Reksa Dana, CFDs, dan Indeks,
  • Fee transaksi relatif rendah.
  • Tersedia akun Demo (untuk latihan bagi pemula) dan akun Real (untuk trading riil).
  • Aplikasi tersedia di Playstore.
  • Bisa juga trading melalui website Etoro.
  • Minimal deposit hanya 20 Dollar.
  • Metode deposit dan penarikan sangat mudah dan bisa dengan Kartu Debit, MaterCard, Paypal, Visa, Skrill, dan Netteler.

Persiapan Investasi Saham bagi Pemula

Sebelum melakukan investasi di pasar modal dan melakukan pendaftaraan di sekuritas terbaik, itu artinya kamu sudah punya persiapan, bukan? Jika belum, kamu harus membuat perencanaan matang terlebih dahulu agar tujuan investasi kamu jelas. Nah, berikut ini ada beberapa tips dalam investasi saham.

#1. Buat Perencanaan Jangka Pendek dan Panjang

Hasil terbaik berawal dari perencanaan yang baik. Apa saja yang perlu direncanakan dalam investasi saham? Pertama, rencana terkait alokasi dana untuk saham. Perlu kamu catat, uang yang dipakai untuk investasi saham sebaiknya adalah bukan uang dapur (kebutuhan sehari-hari). Artinya, gunakanlah “uang tidur”. Kamu juga dilarang berinvestasi dengan uang dari pinjaman (utang). Selain itu, buat juga rencana jangka waktu untuk investasi saham, dan seterusnya. Intinya, kamu harus punya bekal yang baik.

#2. Main di Saham Blue Chip

Bagi pemula, kamu sangat disarankan untuk investasi pada saham Blue Chip. Kenapa? Saham perusahaan Blue Chip sudah dikenal karena memiliki fundamental yang bagus. Perusahaan ini juga sudah memiliki brand yang baik di mata masyarakat. Kinerja finansial pun termasuk yang paling bagus. Namun, kekurangan saham Blue Chip terletak di harganya yang terbilang tidak murah.

#3. Hindari Saham dengan Market Cap Kecil

Kapitalisasi pasar (market cap) adalah cerminan nilai keseluruhan saham suatu emiten. Nah, jika kamu ingin menguasai perusahaan tersebut secara menyeluruh, harga yang harus kamu bayar yaitu senilai market cap-nya. Kenapa sih harus menghindari saham berkapitalisasi pasar kecil? Perlu kamu ketahui, harga saham emiten dengan market cap kecil cenderung volatil sehingga harga saham dapat naik turun dengan cepat. Untuk menghindari risiko di awal, apalagi bagi pemula, kamu hindari saja saham jenis ini, ya.

#4. Pakai Konsep Value Investing

Apa itu konsep value investing? Konsep ini umumnya dipakai untuk melihat perusahaan yang value di bawah harga wajarnya. Dengan kata lain, perusahaan ini suatu saat akan mencapai nilai wajarnya (meningkat). Perusahaan tipe ini disebut juga sebagai saham undervalue. Kebalikannya, hindari memilih saham yang nilainya saat ini sudah terlalu mahal atau di atas harga wajarnya. Saham ini disebut sebagai overvalue.

#5. Pilih Perusahaan yang Kamu Yakin Tidak akan Bangkrut

Setiap investor pasti memiliki asumsi tersendiri terkait suatu perusahaan. Nah, salah satu hal penting dalam memilih perusahaan adalah keyakinan kamu terhadapnya. Ya, jika kamu yakin perusahaan tersebut mampu memberikan kamu keuntungan dan risiko kebangkrutannya kecil, lanjutkan! Namun, tentu saja kamu gak bisa main tebak-tebakan begitu saja. Kamu harus memiliki indikator tertentu, apa pun itu. Misalnya, indikator yang kamu pakai yaitu pertumbuhan laba perusahan dari tahun ke tahun. Kamu juga bisa menggunakan indikator lain seperti prospek bisnis perusahaan di masa depan, dan sebagainya.

#6. Buy Low Sell High

Perusahaan sekuritas terbaik biasanya memberikan rekomendasi setiap hari: perusahaan yang bagus dikoleksi. Nah, umumnya, mereka akan menganjurkan pemula untuk memakai prinsip buy low sell high. Maksudnya, kamu bisa membeli saham di harga rendah kemudian jual di harga tinggi. Strategi ini jauh lebih minim risiko dibanding prinsip buy high sell higher yang artinya beli di harga tinggi jual di harga lebih tinggi. Oleh karena itu, pastikan kamu mencermati prinsip ini, ya.

#7. Jangan Serakah

Banyak investor atau trader pemula yang begitu bergairah dengan keuntungan signifikan. Tak jarang, ini pula yang mengantarkan mereka pada kerugian yang cukup besar. Nah, bagi pemula, sebaiknya kamu jangan serakah dalam mencari profit. Kamu bisa menetapkan di awal berapa persen target keuntungan kamu. Jangan terlalu tinggi, kamu juga harus realistis untuk meminimalkan risiko.

Well, itulah informasi tentang sekuritas terbaik yang dapat tim edusaham sajikan ditambah bonus tips investasi saham untuk pemula. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kamu. Jika bermanfaat, jangan lupa share ke teman-teman, ya. Salam sukses!

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com