Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Harga Saham Turun? Ini Jawabannya!

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Harga Saham Turun?

 

EDUSAHAM.COM — Ketika terjun ke dunia saham, sudah semestinya Anda sebagai trader atau investor memahami apa risiko yang akan ditimbulkan dari aktivitas tersebut. Penurunan harga saham merupakan salah satu risikonya. Apa yang harus dilakukan ketika harga saham turun? Itulah pertanyaan yang paling sering diajukan terutama oleh para “pemain saham pemula”. Berbeda dengan yang senior, mereka pasti paham strategi, tips, dan cara mengatasi turunnya harga saham.

Bagi sebagian orang, fenomena tentang harga saham dianggap unik dan dilematik. Fenomena saham menjadi unik karena ketika misalnya hari ini saham dibeli, tiba-tiba malah turun dan ketika memutuskan untuk dijual, eh mahal naik. Dengan kata lain, orang menyebutnya, saham dibeli turun, dijual naik. Saham menjadi dilematik karena di satu sisi itu menawarkan return yang tinggi, tapi di sisi lain juga memiliki risiko yang tinggi. Harga saham kapan saja bisa terbang tinggi (untung) dan juga bisa jatuh dalam (rugi).

Bagi pemain saham senior atau yang sudah berpengalaman, mereka cenderung mampu memahami dan mendeteksi adanya indikasi harga saham akan naik dan saat harga turun. Selain memang jam terbang yang jauh lebih tinggi, mereka pastinya juga memiliki kemampuan analisis yang baik mengenai saham, apakah itu analisis fundamental atau analisis teknikal.

Apa yang harus dilakukan ketika harga saham turun? Nah, dalam menghadapi harga saham yang turun, ada beberapa hal yang sangat baik dan bijak untuk Anda lakukan, yaitu sebagai berikut:

1. Keep Calm and Don’t Be Panic

Memang, dampak turunnya harga saham bagi investor bisa berpengaruh terhadap psikologis. Oleh karena itu, Anda mesti tetap tenang, berpikir positif, dan jangan panik. Kenapa? Ya, jika Anda tidak bisa mengontrol diri, tentu saja Anda akan mengedepankan emositerhadap apa yang terjadi. Kemungkinan buruknya adalah Anda mengambil keputusan tanpa pemikiran yang matang. Bagaimana bisa berpikir matang sementara Anda sedang emosi?

Ingat, harga saham turun adalah hal yang wajar dan lumrah. Mana mungkin harga saham setiap hari naik? Pasti ada penurunan dan koreksi. Jadi, jangan pernah panik ketika harga saham turun. Jika Anda yakin emiten tersebut memiliki kinerja dan fundamental yang bagus, jangan khawatir, harga saham emiten tersebut pasti akan naik dalam jangka panjang. Inilah salah satu cara mengatasi turunnya harga saham.

Fundamental perusahaan dapat dilihat secara kuantitatif dan kualitatif.

2. Melakukan Cut Loss

Apa itu cut loss dalam saham? Istilah cut loss dapat didefinisikan sebagai keputusan untuk menjual saham dalam keadaan rugi. Dengan kata lain, harga jual saham lebih rendah dari harga beli.

Umumya, keputusan cut loss ini dilakukan oleh para trader saham yaitu ketika saham yang mereka beli tidak sesuai dengan harapan atau di luar dari trading plan yang mereka buat. Namun, strategi ini juga bisa dilakukan oleh investor, asalkan fundamental emiten tersebut memang sedang bermasalah sehingga prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang sudah tidak lagi menarik lagi atau cenderung merugikan.

Meskipun begitu, Anda juga tidak boleh tergesa-gesa dalam melakukan cut loss. Sebagai investor, penurunan harga saham memang bisa menimbulkan dampak negatif karena valuasi saham menurun. Namun, bukan berarti emiten tersebut berkinerja buruk. Bisa jadi, penurunan harga saham disebabkan oleh faktor eksternal, sedangkan faktor internal perusahaan masih baik-baik saja. Oleh karena itu, cek lagi apa penyebab penurunan harga saham tersebut.

3. Average Down

Inilah salah satu jawaban dari pertanyaan apa yang harus dilakukan ketika harga saham turun. Ya, strategi averaging down merupakan strategi untuk membeli kembali harga saham yang sedang turun. Dengan demikian, maka Anda akan mendapatkan harga rata-rata yang lebih rendah. Misalnya, Anda beli saham WTON di harga 600. Kemudian, harga saham turun menjadi 500. Nah, Anda dapat membeli kembali saham tersebut di harga 500. Dengan demikian, maka harga rata-rata saham Anda yaitu 550.

Meskipun begitu, tidak selalu strategi ini mesti Anda lakukan. Jika memang perusahaan tidak lagi memiliki prospek yang cerah di masa depan, kemudian harga sahamnya terus turun, untuk apa lagi beli saham tersebut? Beda halnya jika memang perusahaan memiliki prospek yang cerah di masa depan.

#Jangan Melawan Pasar (Market)

Dalam melakukan strategi averaging down, Anda mesti melihat kondisi pasar. Jika kondisi pasar sedang turun atau bearish, belum tentu Anda mesti beli saham di saat itu, meskipun harga saham memang sedang turun. Ingat, harga saham yang rendah tidak selalu menjadi “diskon”. Bisa jadi harga saham tersebut semakin rendah?

Nah, itulah pentingnya Anda memahami analis saham. Dalam konteks menilai kondisi pasar (market), Anda dapat menggunakan analisis teknikal saham. Kapan sebaik harus melakukan average down? Anda bisa melakukan strategi tersebut ketika sudah ada indikasi bahwa kondisi pasar mulai stabil. Ingat, jangan terburu-buru dan grasak-grusuk.

Sekarang sudah tahu kan, apa yang harus dilakukan ketika harga saham turun? Intinya, dalam mengambil keputusan jual beli saham, sudah semestinya dilakukan dengan cara yang benar dan penuh dengan perhitungan. Anda punya uang, apakah Anda mau menanamkan uang Anda di perusahaan yang tidak jelas? Apakah anda mau beli saham di harga yang tinggi kemudian harganya turun drastis? Oleh karena itu, lakukan analisis saham, baik secara teknikal maupun fundamental. Sekian info dari kami, semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi Anda. Happy trading and investing, bro/sis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com