Contoh Laporan Keuangan serta Analisis Rasio Keuangan Perusahaan

Contoh Laporan Keuangan serta Analisis Rasio Keuangan Perusahaan

 

EDUSAHAM.COM — Laporan keuangan merupakan salah satu elemen penting dan sering kali digunakan untuk menganalisis kinerja suatu perusahaan, terutama dari segi financial. Sebagai contoh laporan keuangan serta analisis rasio, memahami itu menjadi wajib jika Anda adalah seorang investor. Pasalnya, memahami laporan keuangan adalah fundamental dalam mengambil keputusan investasi. Bagi mahasiswa, tentu saja itu digunakan untuk keperluan tugas kuliah, bukan? hehehe

Mau tahu contoh laporan keuangan serta analisis rasio? Tenang, di sini kami akan memberikan satu sampel perusahaan yang bisa dijadikan objek dalam rangka studi kasus untuk melakukan analisis. Tentu saja, kami menggunakan perusahaan go publik atau perusahaan tbk yang mempublikasikan laporan keuangan ke public.

Pilihan kami jatuh kepada salah satu emiten BUMN yang bergerak di industri konstruksi (construction), yaitu PT Waskita Karya Tbk (Kode: WSKT). Nah, berikut contoh laporan keuangan WSKT.

Contoh Laporan Keuangan serta Analisis Rasio Keuangan Perusahaan

Gambar di atas adalah contoh potongan kecil dari laporan keuangan, tujuannya agar Anda tahu saja dahulu seperti apa laporan keuangan perusahaan. Umumnya, dalam menganalisis kinerja keuangan perusahaan, indikator yang digunakan sebagai alat analisis yaitu rasio-rasion keuangan (financial ratios).

Untuk melihat rasio keuangan perusahaan dengan praktis, Anda bisa melihat di ringkasan kinerja perusahaan tercatat. Tampilannya seperti gambar berikut ini:

Ringkasan Kinerja Perusahaan Tercatat PT Waskita Karya Tbk (WSKT)

Coba lihat arah tanda panah merah tersebut. Ya, di sana lah letak rasio-rasio keuangan perusahaan. Tentu saja, Anda tidak perlu lagi menghitung secara manual untuk mendapatkan nilai rasio keuangan perusahaan tersebut. Hanya saja, Anda butuh paham cara menganalisis dan menginterpretasikan rasio-rasio keuangan tersebut.

RATIOS (Rasio-Rasio Keuangan Perusahaan)

Sebelumnya telah disajikan contoh laporan keuangan, kali ini kami akan menyajikan contoh rasio-rasio keuangan perusahaan serta cara melakukan analisis rasio. Sampel yang kami gunakan masih PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Berikut tampilannya RATIOS WSKT dari dekat.

Contoh Laporan Keuangan serta Analisis Rasio Keuangan Perusahaan

Bisa Anda lihat, ada sekitar 12 elemen yang terdapat di dalam bagian RATIOS. Mari kita bahas satu per satu.

1. Dividend (Rp)

Dividend adalah pembagian laba dari emiten kepada pemegang saham yang diberikan sesuai dengan porsi saham yang dimiliki oleh pemegang saham. Dalam konteks ini, dividend (Rp) adalah pembagian laba dividen secara cash, atau disebut juga cash dividend. Semakin besar rasio cash dividend suatu perusahaan, maka semakin besar ketertarikan investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.

Dalam hal ini, PT Wakita Karya Tbk konsisten membagikan dividend dengan porsi yang terus meningkat dari tahun 2013 s.d. 2017. Ini menjadi penting terutama bagi investor yang fokus pada pendapatan tetap yang berupa dividen.

2. EPS (Rp)

Earnings Per Share atau yang disingkat dengan EPS adalah salah satu variabel penting untuk melihat laba per lembar saham yang dihasilkan perusahaan. Untuk mendapatkan nilai EPS, Anda mesti membagi antara nilai earnings after tax dengan outstanding shares yang dimiliki perusahaan tersebut.

EPS = Earnings After Tax / Outstanding Shares

EPS dapat digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba per lembar saham. Tentu saja, EPS yang tinggi sangat menarik bagi investor karena itu mengindikasikan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.

Nilai EPS PT Waskita Karya Tbk dari tahun 2014 s.d. 2017 terlihat konsisten mengalami peningkatan. Apa ini pertanda baik? Tentu saja! Meskipun begitu, Anda mesti cek kembali jumlah outstanding shares WSKT dari tahun ke tahun; apakah jumlahnya meningkat, stagnasi, atau menurun. Kenapa ini penting? Ya, nilai EPS yang tinggi bisa jadi karena perusahaan memiliki jumlah saham yang kecil atau sedikit.

3. BV (Rp)

Book Value atau yang disingkat dengan BV adalah nilai buku suatu perusahaan. Biasanya, BV digunakan sebagai pembanding untuk mencari harga wajar saham suatu perusahaan atau untuk mengukur apakah saham perusahaan mengalami undervalue atau overvalue.

BV = (Total Assets – Total Liabilities) / Outstanding Shares

4. DAR (x)

Debt to Asset Ratio atau yang disingkat dengan DAR termasuk ke dalam komponen rasio likuiditas. Apa itu rasio likuiditas? Itu adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Untuk menghitung nilai DAR, Anda bisa membagi antara total utang perusahaan dengan total aset perusahaan.

DAR = Total Debt / Total Assets

Semakin tinggi nilai DAR, itu mengindikasikan perusahaan lebih banyak menggunakan utang untuk kegiatan operasional dibandingkan dengan jumlah aset yang dimiliki. Bagaimana cara melihat utang perusahaan lebih besar dari total aset yang dimiliki? Itu bisa dilihat ketika perusahaan memiliki nilai DAR > 1. Untuk perusahaan WSKT, terlihat bahwa dari tahun 2014 s.d. 2017 nilai DAR konsisten berada di bawah 1.

5. DER (x)

DER adalah singkatan dari Debt to Equity Ratio yang juga merupakan salah satu rasio likuiditas yang cukup sering digunakan selain dari DAR. Jika DAR membandingkan utang dengan aset, maka DER membandingkan utang dengan modal (equity) perusahaan.

DER = Total Debt / Total Equity

Jika rasio DER > 1, itu mengindikasikan perusahaan menggunakan sumber utang yang lebih besar dari jumlah modal yang dimiliki. Coba lihat nilai DER WSKT dari tahun 2014 s.d. 2017, terlihat jelas nilai DER WSKT lebih besar dari 1 bahkan nilai DER tertinggi mencapai 3,40 yang terjadi di tahun 2014. Tentu saja, ini termasuk penggunaan utang yang cukup besar.

6. ROA (%)

ROA adalah singkatan dari Return on Asset yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan assets yang dimiliki untuk menghasilkan laba (profit). Semakin tinggi nilai ROA, semakin baik kinerja perusahaan. Untuk menghitung nilai ROA, Anda dapat membandingkan total laba bersih setelah pajak dengan total aset perusahaan.

ROA = (Laba Bersih Setelah Pajak / Total Assets) x 100%

Contoh kasus pada WSKT, terlihat nilai ROA tertinggi berada pada tahun 2017 dengan nilai 4,29%. Apa artinya? Itu menunjukkan bahwa dari nilai aset yang dimiliki WSKT, ia mampu menciptakan laba tertinggi sebesar 4,29%. Apakah ini baik? Tentu saja baik karena bernilai positif. Hanya saja, untuk menaksir apakah nilai rasio ROA WSKT bagus atau tidak, Anda bisa membandingkan dengan perusahaan sejenis yang tergolong ke dalam sektor industri yang sama.

7. ROE (%)

Return on Equity atau yang disingkat ROE adalah rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan modal yang dimiliki untuk menghasilkan laba (profit). Semakin tinggi rasio ROE, semakin baik kinerja keuangan perusahaan. Untuk mendapatkan nilai rasio ini, Anda dapat membandingkan laba bersih perusahaan dengan total modal yang dimilikinya.

ROE = (Laba Bersih Setelah Pajak / Total Equity) x 100%

Contoh kasus pada WSKT, terlihat bahwa nilai ROE tertinggi berada di angka 18,46% yang terjadi di tahun 2017. Artinya, dari total modal yang dimiliki perusahaan, ia mampu menghasilkan laba sebesar 18,46%. Untuk menilai apakah rasio ini tinggi atau tidak, maka Anda bisa membandingkan rasio ROE WSKT dengan perusahaan lain yang sejenis dan berada di sektor industri yang sama.

8. GPM (%)

Gross Profit Margin atau yang disingkat GPM merupakan sebuah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengefisiensi harga pokok penjualan atau biaya langsung yang timbul dari kegiatan produksi dalam rangka menciptakan suatu produk atau jasa. Untuk mendapatkan nilai GPM, berikut rumus yang digunakan:

GPM = [(Net Sales – Cost of Goods Sold) / Net Sales] x 100%

Coba lihat nilai GPM PT Waskita Karya Tbk, di mana dari tahun 2014 s.d. 2017 konsisten meningkat. Tentu saja, ini menjadi kabar baik karena nilai GPM yang tinggi atau konsisten meningkat setiap tahun, dapat mengindikasikan dua hal:

1. Perusahaan mampu meminimalkan cost of goods sold (COGS) atau biasa dikenal dengan HPP (Harga Pokok Penjualan).

2. Perusahaan mampu menghasilkan Net Sales yang jauh lebih besar dari COGS.

Dalam laporan keuangan, jika Net Sales dikurangi COGS, maka akan menghasilkan Gross Profit (Laba Kotor).

9. OPM (%)

Operating Profit Margin (OPM) tidak jauh berbeda dengan GPM. Hanya saja, untuk mendapatkan nilai OPM, Anda mesti menggunakan EBIT (Earnings Before Interest & Tax) untuk dibandingkan dengan penjualan bersih (Net Sales).

OPM = (EBIT / Net Sales) x 100%

Semakin tinggi nilai OPM perusahaan, maka semakin baik perusahaan dalam meminimalkan semua beban (costs) yang dikeluarkan perusahaan, termasuk di dalamnya Beban Pokok Penjualan, Beban Usaha, dan Beban Lain-lain (diluar beban bunga dan pajak).

10. Payout Ratio (%)

Payout Ratio atau Dividend Payout Ratio (DPR) merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dividend per share (DPS). Semakin tinggi nilai DPR, maka semakin membuat investor tertarik terhadap perusahaan.

DPR = (DPS / EPS) x 100%

Dapat dilihat bahwa rasio DPR WSKT dari tahun 2014 s.d. 2016 konsisten mengalami peningkatan. Hanya saja, di tahun 2017 rasio DPR mengalami penurunan. Tentu saja, ini perlu diperhatikan oleh WSKT agar terus meningkatkan kinerja perusahaan dan meminimalkan penggunaan utang.

11. Yield (%)

Sederhananya, Yield merupakan imbal hasil berupa dividen. Untuk mendapatkan nilai Yield, Anda mesti membandingkan jumlah dividen yang dibagikan oleh emiten kepada pemegang saham dengan harga saham.

Yield = Annual Dividend Per Share / Harga Saham

Sering kali, Yield juga dianggap sebagai ROI (Return on Investment). Tak heran, banyak investor yang memperhatikan nilai Yield suatu emiten dalam mengambil keputusan investasi. Bagi trader, mungkin nilai ini tidak terlalu diperhatikan karena trader lebih mementingkan pertumbuhan saham dengan memaksimalkancapital gain.

Well, itulah pemaparan tentang contoh laporan keuangan serta analisis rasio keuangan perusahaan. Kami berharap informasi ini bisa memberikan gambaran kepada Anda mengenai laporan keuangan dan rasio keuangan perusahaan.

One thought on “Contoh Laporan Keuangan serta Analisis Rasio Keuangan Perusahaan

  • Angga Subekti Karamoy

    apakah arti titik2 dalam lembar pertama laporan kinerja perusahaan, dibawah Industy Sub Sector field?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com